res : Memang di negara yang namanya NKRI untuk menjadi presiden tidak susah, 
apabila mempunyai banyak duit, agamanya “cocok”  dan etnik mayoritas. Te Tetapi 
seandainya  orangnya dari etnik mayoritas dan tidak punya duit serta agamanya 
“keliru” jangan harap bisa menjadi presiden. Sama halnya oknom etnik minoritas 
sekalipun beragama cocok, berduit jangan harap akan bisa menjadi presiden. 
Hanya mukajizat yang bisa merobah hukum tsb. Hehehe

http://www.ambonekspres.com/index.php/aeberita/aeopini/item/2567-apa-susahnya-menjadi-pemimpin

Apa Susahnya Menjadi Pemimpin 
  a.. Kamis, Jul 03 2014 
  b.. Ditulis oleh  amex 
  c.. ukuran huruf   
Смесители для душа и ванны
Детские игрушки, развивающие игры 
Cetak Email 
OLEH : IR. felix christanto, Direktur Wahana Inovasi Utama Ambon

“Didalam diri manusia, tinggallah kuasa – kuasa yang tidur; Kuasa – kuasa yang 
akan mencengangkannya, yang tidak pernah disangkanya ia miliki; daya – daya 
yang akan merevolusi kehidupannya kalau saja dibangkitkan dan dijabarkan 
kedalam tindakan”, By Orison Sweet Marden.

Kalimat bijak ini telah dibuktikan oleh seorang anak muda lulusan SMU inisial 
Anthony Robbins, ketika masih berusia 24 tahun   telah bergelimang kemakmuran 
dan ketenaran setelah tiga tahun sebelumnya masih berkutat sebagai petugas 
kebersihan di suatu gedung.

Penulis buku best seller “Unlimited Power” serta “Awaken The Giant Within”. 
Pekerjaan utamanya  memberikan konseling / motivasi kepada siapa saja mulai 
dari Presiden suatu Negara hingga para penderita phobia. Kini menjadi pemimpin 
utama dalam pelatihan sumber daya manusia di Amerika serikat dengan segudang 
perusahaan berbeda.

Sebaliknya seorang Kolonel Sanders ketika  di usia senja 70 tahun bisa menjadi 
brilian berkat KFC nya karena berhasil menggali potensi dirinya  yang selama 
ini bagai kuasa raksasa yang tertidur. 

Sejarah juga mencatat bahwa di Indonesia pernah lahir seorang anak muda bernama 
Andry Wongso, pendidikan tidak tamat Sekolah dasar tetapi berhasil membuktikan 
dirinya mampu menjadi bintang laga internasional menembusi perfileman Hongkong.

Kemudian menjadi tokoh motivator Indonesia generasi sebelum Mario Teguh si 
Golden ways. Di bulan ramadhan ini ketika umat islam pada berpuasa, Kita dibuat 
takjub bahwa justeru penderita sakit lambung atau maag cenderung menjadi sembuh 
ketika menjalankan puasa karena berangkat dari hati yang bersih serta niat yang 
suci, tubuh justeru berespon positif  memproduksi hormon - hormon tertentu yang 
berfungsi sebagai obat pamungkas yang mujarab.                                  
                                                                                
                            

Kekuasaan atau kuasa sebagai sesuatu yang  melekat erat dalam diri  Pemimpin 
secara harafiah didefinisikan sebagai “ Kemampuan Bertindak”.

Sejarah kekuasaan atau kuasa pada awalnya mengikuti hukum rimba dimana siapa 
yang paling “kuat dan cepat” dialah pemegang kekuasaan.

Saat itu kerja otot lebih berperan ketimbang otak. Sejalan dengan perkembangan 
zaman, muncullah kerajaan dimana raja berperan  sebagai pemegang kekuasaan 
absolut. Siapa yang ingin berkuasa harus dekat dengan sang raja.

Lalu muncullah era  industry dimana pemilik modal atau kapital adalah pihak – 
pihak yang dipandang sebagai pemegang kekuasaan.

Mereka yang mempunyai akses terhadap modal mendominasi proses industry. 

Kini diabad XXI, salah satu sumber kuasa terbesar adalah dari pengetahuan atau 
ketrampilan khusus.

Abad yang kita kenal sebagai era informasi dan komunikasi dimana duplikasi atau 
produksi massal dari suatu pengetahuan atau ketrampilan khusus  dengan mudahnya 
mendapat pemasaran.

Di masa depan yang sudah di depan mata,  Konsep berkantor dari rumah atau 
informal dari mana saja akan menjadi suatu trend yang tak terelakkan.

Para dokter spesialis dapat melakukan tindak operasi jarak jauh dengan 
menggerakkan robot di rumah sakit tujuan.

Instrument mesin pesawat terbang atau kapal laut dapat dipantau dari jarak jauh 
sehingga memudahkan deteksi dini ketika ada potensi masalah.

Para rohaniawan berbagai agama bisa tampil begitu memukau umatnya.

Kita bisa mendapat informasi atau konseling dari mana saja serta bidang apa 
saja tanpa ada batasan waktu, tentu dengan kwalifikasi berbeda sesuai tariff.

Banyak dari kita mungkin terkejut ketika mengetahui penghasilan  seorang pemain 
bola professional atau actor / aktris  pada industry film dunia.

Semua orang mendapat kesempatan yang sama tergantung kerja keras dan  iklim 
pertumbuhan dimana dia berada.

Di Negara yang relatif belum teratur seperti Indonesia, Kita masih dominan 
terpaku pada zaman industry dimana Kapital atau modal mendominasi kekuasaan.

terkadang malah masih terjebak zaman raja – raja, zaman  dimana raja dengan 
para kroni – kroni nya masih berkuasa.

Tidak heran korupsi begitu mewabah karena tercipta peluang dimana untuk meraih 
jabatan atau pekerjaan, sering harus ada pelicinnya. Waskat yang artinya 
pengawasan melekat justeru diterjemahkan sebagai wajib setor keatas jika tidak 
mau  di mutasi atau di hambat promosi jabatannya. 

Eksekutif dan legislative cenderung saling berkonspirasi melahirkan kebijakan 
jangka pendek untuk kepentingan mereka ketimbang memikirkan daya saing bangsa 
yang berkelanjutan.

Partai politik makin korup dengan kecenderungan semangat, ingin mematikan 
sparing partnernya di jalur independen agar bisa memonopoli pencalonan Pemimpin.

Seharusnya makin diintensifkan  pemberian insentif atau daya tarik berupa Tax 
Holiday bagi investor di bidang  tertentu  yang bisa memicu pertumbuhan ekonomi 
terutama yang sekaligus dapat menciptakan  nilai tambah  bagi tumbuh kembangnya 
SDM kita.

memberikan kesempatan mereka bertumbuh, berarti menciptakan lapangan kerja baru 
bagi rakyat kita untuk berkreasi sesuai keahliannya.

Ada saatnya memungut pajak, sesuai target waktu dan kesehatannya.

Bukan malah sebaliknya melakukan pungutan liar / pungli di awal investasi 
sebagai factor utama penghambat   investasi itu sendiri.

Rakyat kini makin jenuh dengan janji – janji manis pemimpin ketika berorasi 
tetapi nyatanya tidak sesuai dengan harapan ketika berkuasa.Umumnya  karena 
materi visi – misi selama kampanye adalah buah pikiran tim suksesnya, bukan 
dari sang pemimpin.

Walaupun demikian Ada toleransi ketika sang pemimpin mau bekerja keras 
menyimaknya sebagai second opinion atau pendapat kedua berupa pembanding untuk 
perkuatan kompetensinya, bukan malah terlena menikmati hak - haknya tetapi 
melupakan janji saat kampanye atau kewajiban saat berkuasa dengan malas meng 
upgrade diri sebagai alat pengontrol kinerja system.    

Ketika berkuasa sebagai pemimpin, seharusnya kuasa – kuasa tidur nya dapat 
dibangunkan. karena dalam situasi tertekan, potensi manusia mestinya tergali.

Ibarat perbedaan intan dan arang sebagai kembaran identik karena sifat gennya 
yang sama berupa karbon. keduanya bisa sangat berbeda karakter karena sang 
arang hidupnya senang ber malas - malas  diatas permukaan bumi,  intan malah 
hidupnya  harus berjuang keras menghadapi tekanan dan temperature tinggi 
didalam inti bumi.

Sehitam apapun masa lalu seseorang pasti ada sisi terang dari kalbunya.

Bawahan juga demikian, ada yang cenderung berkarakter  hitam ada yang putih, 
,tergantung Pemimpin, mana yang mau digerakkan.

Anthasari Ashar dicitrakan negative saat pencalonan nya sebagai ketua KPK.

Nyatanya kinerjanya sangat menggigit ketika berkuasa walau sayangnya harus 
tersandung karena lengah menghadapi golongan hitam.

Masih hangat dalam ingatan kita ketika berkuasa, banyak Pimpro karbitan atau 
titipan yang meletakkan jabatan karena merasa ketrampilan atau kesiapannya 
tidak sebanding dengan resiko. 

Ketika berkuasa Pemimpin bertaburan segala sumber daya karena dikelilingi 
birokrasi yang relative kaya pendidikan dan pelatihan. 

Yang tadinya kurang wawasan bisa menjadi sangat berwawasan.  Yang tadinya tak 
berkecukupan bisa sangat berkecukupan.

Seharusnya ketika berkuasa, Pemimpin mengutamakan keselamatan diri dan 
rakyatnya dengan mengembangkan sisi terangnya untuk menerangi bagian _ bagian 
yang gelap,  Bukan malah makin menggelapkan situasi dengan mematikan bagian – 
bagian yang terang.     

Apa susahnya menjadi pemimpin di negeri ini memiliki dua sudut pandang. pertama 
sisi apa saja yang  susah agar bisa jadi pemimpin perlambang kesulitan, serta 
yang kedua, apa nya yang susah ketika menjadi  pemimpin perlambang seharusnya 
tidak menyusahkan diri dan rakyatnya.

Kesusahan menjadi pemimpin di negeri ini karena biaya sosial dan politiknya 
sangat tinggi akibat iklim persaingan berebut kekuasaan cenderung tidak sehat 
sehingga berakibat sering  membebalkan Pemimpin yang tadinya kita nilai mumpuni.

Terkadang malah korporat atau asing  ikut membiayainya sehingga tak heran 
penentuan jabatan SKPD atau mentri malah bisa ditentukan oleh sindikasi 
tersebut, bukan karena ke prerogatifnya sang pemimpin.

Hal ini yang sering membebani Pemimpin ketika memulai kuasanya sehingga 
permasalahan riil di masyarakat tidak berada pada skala prioritas karena 
keharusan menggenapi komitmennya.

lahirlah kebijakan yang aneh – aneh, sering malah tumpang tindih atau melanggar 
aturan yang lebih tinggi.

Situasi makin dipersulit pada era pemilihan langsung dimana demi popularitas, 
orientasi kebijakan menjadi cenderung demi langgengnya kekuasaan. 

Di millennium dimana bonus demografi bangsa lagi bagus – bagusnya, mestinya 
energy potensial ini bisa disalurkan dengan tepat agar tidak menjadi malapetaka 
akibat ledakan penduduk usia produktif.

Usia pencarian identitas dengan energy yang berlebihan jika tidak diwadahi 
dengan benar  bisa berpotensi menjadi suatu kekuatan destruktif, sebaliknya 
ketika diarahkan dengan tepat, akan menjadi kekuatan membangun yang besar bagi 
bangsa ini.

Pemerintahan Korea Selatan begitu jeli melihat permasalahan ini sehingga 
mewadahi lahirnya Game – game online bertema kebangsaan atau nasionalisme serta 
game - game bertema pemberantasan kejahatan sebagai ajang orang muda 
menyalurkan bakat dan energinya yang berlebihan.          

Kita semua berharap dan harus terus diingatkan untuk kedua Capres, ketika kelak 
terpilih harus sadar bahwa anda adalah pemimpin lebih dari  240 juta rakyat 
Indonesia, bukan sekedar pemimpin rakyatnya parpol pengusung, apalagi hanya 
sebatas pengurus/pemimpin Parpol.

Negara dengan penduduk terbesar nomor 4 didunia setelah RRT, India dan Amerika 
serikat.

  Negara Demokrasi terbesar nomor 3 di dunia setelah India dan Amerika serikat.

Negara kepulauan yang terpisah pisah oleh lautan yang sangat luas dimana 
ketimpangan pembangunan masih begitu massif akibat mahalnya biaya logistik.

Kekayaan alamnya melimpah karena keuntungan geologi dan  geografisnya,

Kenapa masih banyak rakyatnya yang hidup serba kekurangan bagai tikus mati di 
lumbung padi.

Standard kesejahteraan memang relative tetapi setidaknya persamaan kedudukan 
dalam hal hak dan kewajiban serta kesamaan perlakuan di mata  hukum bisa 
menjadi tolak ukur.

Ada yang salah dalam implementasi, tugas anda sebagai Pemimpin bangsa pasca 9 
juli 2014  harus mampu mengembalikan marwa nya. (*)

Kirim email ke