Nah, ini baru namanya debat.  Kedua beliau berasal dari etnis Tionghoa  dan 
menguasai sejarah Tiongkok dan juga pernah menyaksikan peristiwa-peristiwa 
besar di Tiongkok seperti RBKP, Perjuangan intern PKI hingga beralihnya sejarah 
Tiongkok hingga sekarang ini. Kita bisa belajar dari kedua belah pihak yang 
berdebat terlepas  dari pandangan politik mana yang kita punyai. Menurut saya 
perdebatan semacam ini cukup menarik dan berguna. Kita sudah bosan membacai 
tulisan-tulisan yang asal mencela, mencela hingga setengah mati dan kalau 
memuji, memuji hingga setengah hidup yang maknanya cumalah ASBUN DAN ASJI (asal 
bunyi dan asal puji): dibaca, bosan dan menghabiskan waktu sia-sia, tidak 
dibaca tapi ingin tahu.Persis seperti dalam situasi: dimakan ingin muntah, 
tidak dimakan kebelet berak(tidak ada WC).
ASAHAN.
  ----- Original Message ----- 
  From: Qingmao Zhang 
  To: ASAHAN ; surono 
  Sent: Wednesday, July 09, 2014 7:11 AM
  Subject: 轉寄︰ 77 tahun peristiwa 77





  Qingmao Zhang <[email protected]> 於 2014年07月9日 (週三) 11:33 AM 寫道﹕




  Kenyataan sejarah? Sejarah yang ditulis oleh siapa?

  Anda sudah terlalu dalam diracun oleh Maois Gang Of Five (Mao Tjetung, Chiang 
Ching, Chang Chun Chiao, Wang Hung Wen , Yao Wen Yuan), yang paling lihay dalam 
memutarbalikkan faktah sejarah.

  Waktu bersekolah di Sin Hoa, tahun 1949-1951, sekolah Sin Hoa yang dikuasai 
oleh anggota PKT dibawah tanah, saya sudah ditipu oleh guru2 Komunisnya yang 
memalsu sejarah Tiongkok. kemudian sekolah di Bazhong (1951-1955), yang juga 
dikuasai oleh anggota PKT dibawah tanah, juga gurunya (2 masih hidup, satu di 
Mei Foo Sin Chun, satu lagi di Bei Jing. satu lagi belum lama mati di Hongkong) 
yang mengajar mata pelajaran Marxisme Leninisme, sejarah modern Tiongkok, dan 
sejarah dunia, juga menipu para pelajar yang masih bodoh dan buta 
politik/sejarah. mereka menipu kami, bahwa yang sungguh2 perang melawan jepang 
adalah tentara route ke-8, dan dan tentara ke-4 baru, sedangkan tentara Kuo Min 
Tang yg dipimpin oleh Chiang Khai Sek nonton perang di Chungking, kemudian 
setelah Jepang menyerah kalah, baru turun gunung mencaplok hasil kemenangan. 
Kemudian menipu kami bahwa kalau tentara Uni Sovyet tidak menyerbu ke 
Manchuria, Jepang tidak akan meneyerah. padahal Jepang menyerah, disamping 
tentaranya babak belur di Tiongkok, dihantam oleh kekuatan induk Kuo Min Tang 
dan kekuatan tentara gerilyawan Mao Tjetung, dan terakhir disebabkan ketakutan 
terhadap dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima.

  Anda menggunakan istilah MAMPUS terhdap 200 jenderal Kuo Min Tang yang gugur 
sebagai pahlawan nasional melawan Jepang, adalah penghinaan terhadap bangsa 
Tionghoa, Tahu apa kagak?

  Propaganda komunisme anda ini sudah bangkrut sejak lama, sayang pak Chan 
masih bermimpi ke dunia kanak2. Waktu kecil pak Chan sekolah di mana?, pasti 
sekolah di sekolah yang dipimpin oleh anggota PKT dibawah tanah juga seperti 
saya dulu.

  Rupanya pak Chan masih bayi berusia 69 bulan........kalau begitu, saya bisa 
maklum deh. Saya nasihatkan agar anda banyak belajar, jangan sok jago. ha ha ha 
ha ha ha ha

  ha ha ha ha ha ha ha ha ha.


  Thio Keng Bouw

  Chan CT <[email protected]> 於 2014年07月9日 (週三) 10:10 AM 寫道﹕







  Hahahaa, ... ini logika empek darimana bisa mengatakan keheibatan 
Jenderalismo Chiang Kaisek dalam mengalahkan Perang Anti-Jepang melihat dari 
200 jenderal yang meninggal, sedang dari pihak Komunis hanya 1 jenderal 
saja????? Kenyataan yang PASTI, militerisme JEPANG akhirnya menyerah total 
setelah induk-tentara nya dikalahkan di Manchuria, dengan serbuan Tentara Merah 
Sovyet dan PKT. Saya SETUJU perang KMT dalam perang provesional menghadapi 
tentara Jepang jangan diabaikan, tapi kalau dibalik yang menentukan 
menang-kalah Perang Anti-Jepang itu berkat keheibatan Jenderalismo Chiang 
Kaisek, ini namanya keblinger! Memutar balikkan kenyataan sejarah!

  Mampusnya lebih 200 jenderal itu saja sudah menunjukkan KEBODOHAN 
jenderalismo Chiang! Matinya 1 jenderal PKT justru menunjukkan keunggulan 
strategi-taktik Mao dalam perang melawan Jepang! Yang dengan TEPAT menggunakan 
taktik perang gerilya, musuh kuat kita menyingkir, musuh istirahat kita ganggu, 
musuh lemah kita serang! Jangan gunakan taktik perang frontal, ... musuh kuat 
kita lemah, menyingkir saja dahulu! Kenyataan tentara Jepang lebih takut 
berhadapan dengan tentara “Ba Lu”, “Tentara Ke-4” Baru nya PKT, yang terus main 
kucing-kucingan, tiba-tiba menghilang tidak tahu dimana mereka berada dan 
tiba-tiba muncul menyerang tanpa diketahui darimana datangnya. Dengan cara 
perang gerilya beginilah tentara Jepang tergerowoti, ... kewalahan menghadapi 
Rakyat! Dan cara perang Rakyat macam beginilah yang menentukan JEPANG KALAH! 
Begitu juga kalau bung Thio perhatikan, bagaimana AS kalah dalam menghadapi 
Komunis VietNam, ... bukan terutama tentara konvensionalnya, tapi gerilyanya. 
Perang RAKYAT yang dijalankan VietKong itulah yang menentukan AS MENYERAH!

  Inilah KENYATAAN SEJARAH yang tidak bisa diputar balikan!

  Salam,
  ChanCT



  From: qingmaozhang 
  Sent: Wednesday, July 9, 2014 9:33 AM
  To: Hattori 
  Cc: ChanCT ; TOM LEE 
  Subject: 回覆: Re: 77 tahun peristiwa 77

  bayi berumur 88 hari haha haha

  Hattori <[email protected]>提到:


  - aku memang anak kecil yang baru lahir,
  = gag tahu sebb apa timbul perang ???
  - hahaha Trikoyo Tri Ramidjo seniwen alias gendeng.
  - maaf.
  Tri,
  07 Juli 2014.
  -------------------




  ----- Original Message ----- 
    From: Qingmao Zhang 
    To: Hattori 
    Sent: Monday, July 07, 2014 2:47 PM
    Subject: 77 tahun peristiwa 77

    Mas Trikoyo yg baik,

    Hari ini genap 77 tahun meletusnya PERISTIWA 77,  yaitu memperingati 
meletusnya Perang Anti jepang secara nasional yang dimulai pada tanggal 7 - 7 - 
1937.  Presiden Tiongkok Xi Jin Ping sendiri yang akan memimpin upacara 
peringatan ini di Peking hari ini.

    Perang anti jepang ini dipimpin oleh Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata 
Tiongkok, Jenderalisimo (marsekal) Chiang Khai Sek. Setelah berlangsung 8 tahun 
lamanya,  Berakhir dengan kemenangan, 
    Pengorbanan bangsa Tionghoa luarbiasa besarnya, Sejak tahun 1931, jepang 
mencaplok Tionghkok Timur-laut (Manchuria), baru seterla Desember 1941, Amerika 
serikat terpaksa angkat senjata melawan jepang, kemudian, Agustus 19454, 
tentara Uni Soyet menyerbu ke Manchuria menghancurkan tentara jepang.

    Sebelumnya, jepang pernah sesumbar akan memusnahkan Tiongkok dalam waktu 3 
bulan, tahu2 semuanya cuma bualan saja, karena semangat juang yg tinggi dari 
bangsa Tionghoa, telah menghancurkan impian si cebol jepang itu.

    Dalam perang anti jepang ini sebanyak 200 lebih jenderal Kuo Min Tang yg 
gugur dalam pertempuran, cuma 1 jenderal PKT yang gugur dalam pertempuran.  
Dari sini bisa dibuktikan, bahwa tentara Chiang Khai Sek yang paling memainkan 
peranan penting dalam peperangan itu.

    Pada tahun 1937 itu juga,  setelah ibukota Tiongkok Nanking direbut oleh 
tentara jepang, Dalam waktu satu bulan,  300 ribu penduduk kota  Nanking, 
dibantai secara sadis dengan bayonet, samurai atau dibakar hidup2, wanitanya 
dari anak2 sampai nenek2 diperkosa kemudian dibunuh mati,  kebiadaban tentara 
jepang ini telah memecahkan rekor dunia  





Kirim email ke