Kejati Jatim Usut Pungli Tera & Proses Peneraan SPBU di Seluruh Jatim

Pengusutan perkara dugaan pungutan liar (pungli) dalam tera SPBU makin meluas. 
Penyidik Kejati Jatim tidak hanya mengusut praktik curang yang terjadi di 
Surabaya, tapi juga proses peneraan SPBU di seluruh Jatim.

Kejati Jatim meluaskan pengusutan kasus tersebut setelah menaikkan penyelidikan 
menjadi penyidikan. Data yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan,perluasan itu 
dilakukan karena materi penyidikan terkait dengan praktik pungli oleh UPT 
Metrologi di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim.

Dalam kurun 2007–2012, instansi tersebut melakukan tera tidak hanya di 
Surabaya, tapi juga di seluruh daerah di Jatim. Karena itulah, penyidik yakin 
praktik pungli seperti yang terjadi di Surabaya terjadi di daerah lain. 
Mengapa? Faktanya, jumlah petugas tera di unit tersebut hanya belasan orang. 
Padahal, SPBU yang harus ditera mencapai ratusan, bahkan ribuan.

Penyidikan diperluas dengan cara menyebar tim penyidik ke tujuh UPTD di Jatim. 
Tim tersebut langsung meminta dokumen bukti setoran retribusi tera yang 
dilakukan selama lima tahun dalam kurun waktu 2007–2012.

Dugaan awal penyidik, nilai pungli bakal jauh lebih besar daripada yang terjadi 
di Surabaya. Di Surabaya, tarif tera satu nozzle yang seharusnya Rp 40 ribu 
ditarik Rp 1,5 juta–Rp 2 juta. Sedangkan di daerah lain, sangat mungkin 
nilainya jauh lebih dari itu.

Sebab, dalam pemeriksaan pejabat UPT Metrologi, terungkap bahwa pungli diambil 
sebagai biaya operasional. Alasannya, saat itu tidak ada anggaran khusus untuk 
operasional petugas tera yang terjun ke daerah-daerah. Karena itulah, biaya 
operasional dimasukkan retribusi.

Selain itu, temuan pungli Rp 1,5 juta–Rp 2 juta terjadi di Surabaya. Padahal, 
jarak tempuh di daerah lebih jauh. Dengan begitu, semakin jauh lokasi SPBU, 
pungutannya diduga semakin besar.

Hanya, penyidik belum membuka dokumen hasil dari kunjungan ke kantor UPTD di 
Jatim. Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim Rohmadi saat 
dikonfirmasi membenarkan adanya temuan tersebut. Menurut dia, penyidik juga 
membawa sejumlah dokumen pungutan retribusi yang dilakukan UPTD.”Dokumennya 
sekarang masih dipelajari,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Kejati Jatim mengusut pungli tera nozzle stasiun 
pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sesuai aturan, tarif tera Rp 40 ribu per 
nozzle. Tapi, selama 2007 sampai 2012, pemilik SPBU dikenai Rp 1,5 juta sampai 
Rp 2 juta per nozzle. Pungli itu awalnya didapati terjadi di Surabaya. Temuan 
baru penyidik menguatkan praktik pungli terjadi se-Jawa Timur

catatan :

akhirnya kejaksaan memeriksa kasus "PERMAINAN TERA" yang berlangsung cukup 
lama, bahkan mungkin sejak SPBU ada di Indonesia. terkait dgn BBM sebenarnya 
masalahnya harus tidak berhenti disini atau di SPBU dan Metrologi saja, banyak 
penyimpangan Tera juga dilakukan di Truck Tanki pembawa BBM atau biasa disebut 
Transportir BBM yang selama ini di kelola oleh PT Patraniaga salah satu dari 
Anak Perusahaan PT Pertamina sendiri, juga pada Tera di DEPO BBM milik PT 
Pertamina

Kejaksaan harus menuntut Tuntas masalah ini, karena yang dirugikan cukup 
banyak, baik Negara maupun pengguna BBM atau konsumen, kenapa harus diusut 
tuntas ? karena selama ini banyak kasus penyalahgunaan yg terkait oleh BBM 
selalu tidak sampai tuntas atau disidangkan .... ada apa dengan para aparat 
keamanan kita ?

kembali masalah TERA, diluar Jawa Timur lebih tragis lagi .... kenapa ? karena 
para petugas TERAnya kebanyakan di lakukan oleh Pihak Kedua atau oleh Dinas 
Metrologi di Sub kan lagi ke perusahan2 yg telah ditunjuk oleh metrologi untuk 
men-tera dispenser SPBU dll, yg tentunya dari sisi kompetensi nya pasti patut 
diragukan, dan juga berpotensi "sangat bisa di ajak kerjasama" oleh para 
pengelola SPBU

terkait dengan besaran Bea Tera yang diduga dimanipulasi, memang tarifnya 
seringkali berubah - ubah sesuai dengan kebutuhan pengelola SPBU, kalo teranya 
di posisi minus bea-nya tentu besar (dalam posisi minus tentu konsumen yang 
akan dirugikan), standart Tera mestinya di posisi 0, dan tentu besaran bea Tera 
yg diberikan oleh pengelola SPBU ke petugas Tera pasti tidak akan sama seperti 
dengan yang tertulis di Kwitansi, belum lagi bea transportasi yang juga 
dibebankan oleh petugas Tera ke Pengelola SPBU

Bahkan menurut beberapa Manager SPBU, seringkali petugas tera dari Metrologi 
memberikan keluasaan operator SPBU untuk mengutak atik dan atau menera sendiri 
nozlenya dengan juga dibekali alat teranya juga , mereka akan panggil tim tera 
metrologi jika proses teranya sudah selesai ...... lalu dimana posisi petugas 
Tera Metrologi saat itu terjadi ? biasanya para petugas tera metrologi saat itu 
ada di tempat - tempat hiburan untuk pesta pesta yang nantinya semua beban 
biaya "hiburannya" yg cukup besar akan ditanggung oleh Pihak SPBU

Bisa dibayangkan berapa beban kerugian Konsumen BBM atas ulah yang dilakuan 
oleh Petugas SPBU dan Petugas Tera Metrologi, berapa juta liter BBM konsumen 
yang dicuri akibat perbuatan mereka ?

Harapan saya Kejaksaan mengusut secara tuntas masalah ini.. tidak hanya masalah 
PUNGLI nya tetapi juga masalah dugaan PENCURIAN BBM yang rugikan KONSUMEN

baca juga :

Manipulasi Tera SPBU, Kejati Jatim Duga Ada Pungli Terjadi Secara 
Strukturalhttp://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2014/09/medianusantara-manipulasi-tera-spbu.html

Penyidik Kejati Jatim Temukan Dugaan Permainan Takaran dan Pungli Tera SPBU di 
Jatim Sejak 
2007http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2014/09/medianusantara-penyidik-kejati-jatim.html

Kejaksaan Jatim Periksa 125 Pengusaha SPBU 
==>http://www.tempo.co/read/news/2014/09/04/058604628/Kejaksaan-Jatim-Periksa-125-Pengusaha-SPBU

Kejati Usut Penyimpangan Tera SPBU, Puluhan Pengusaha SPBU Sudah Diperiksa ==> 
http://www.tribunnews.com/regional/2014/09/03/kejati-usut-penyimpangan-tera-spbu-puluhan-pengusaha-spbu-sudah-diperiksa

Kejati Jatim Periksa Puluhan Pengusaha SPBU 
==>http://m.beritajatim.com/hukum_kriminal/216831/kejati_periksa_puluhan_pengusaha_spbu.html

Penyalahgunaan mesin hitung, SPBU Milik Puan Maharani Disegel 
==>http://m.liputan6.com/news/read/98078/spbu-milik-puan-maharani-disegel

Aksi Curang Pengusaha SPBU Nakal 
==>http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2014/05/medianusantara-aksi-curang-pengusaha.html?m=0

Jaksa Periksa Dua Petugas Meterologi 
==>http://surabaya.tribunnews.com/2014/09/04/jaksa-periksa-dua-petugas-meterologi

Antisipasi SPBU Nakal, Kejati Terus Periksa Pengelola 
==>http://surabaya.tribunnews.com/2014/09/03/antisipasi-spbu-nakal-kejati-terus-pemeriksa-pengelola

Kejati Jatim Periksa Puluhan Pengusaha SPBU 
==>http://www.beritalima.com/2014/09/kejati-jatim-periksa-puluhan-pengusaha.html

Usut dugaan adanya manipulasi takaran BBM, 50 Pemilik SPBU Jawa Timur diperiksa 
Kejati Jatim 
==>http://www.lensaindonesia.com/2014/09/02/50-pemilik-spbu-jawa-timur-diperiksa-kejati-jatim.html

Bermain TERA, Ratusan Pengusaha SPBU Diperiksa Kejati 
==>http://radjawarta.co/index.php/headline/item/2296-bermain-tera-ratusan-pengusaha-spbu-diperiksa-kejati

Hiswana Migas Jatim Tuding Instansi Pengukur (Metrologi) sebagai sumber 
permasalahan dugaan Manipulasi Bea Tera 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2014/09/medianusantara-hiswana-migas-jatim.html

Kirim email ke