Nasional
Pengerahan Kapal Perang Bagian dari Perjuangan
Diplomatik
Rabu, 02 Maret 2005 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertahanan Juwono
Sudarsono mengatakan, pengerahan kapal-kapal perang ke
perairan sekitar Kepulauan Sipadan dan Ligitan adalah
untuk mendukung perundingan diplomatik antara pihak
Indonesia RI dan Malaysia. �Kita harapkan nanti gelar
pasukan maritim itu bisa mendukung suara perjuangan
diplomatik,� kata Juwono saat rehat makan siang Rapat
Kerja Menhan dengan Komisi I DPR RI, Rabu (2/3).
Menurutnya, tuntutan diplomatik tersebut adalah agar
Malaysia mencabut kembali pemberian izin eksplorasi
kepada PT Sheel. �Tuntutan diplomatik akan lebih
berbobot jika ada gelar kekuatan laut yang
mendukungnya,� kata Juwono.
Sampai saat ini, gelar pasukan maritim yang terdiri
dari empat kapal perang tersebut merupakan operasi
laut biasa. Meskipun, kata dia, juga bersiap jika
keadaan mendesak untuk adanya pertempuran laut. �Ini
bukan ancaman,� kata dia.
Juwono menjelaskan, perhitungan keadaan mendesak atau
tidak dan pengerahan pasukan karena adanya ancaman
keamanan negara masih menunggu hasil perundingan
diplomatik RI-Malaysia. Saat ini, perundingan itu
dilakukan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda sebagai
wakil dari Indonesia.
�Kami menunggu saja beliau (Menlu Hassan Wirajuda)
setelah nanti kembali. Karena, aturan pertama adalah
Deplu. Di mana Deplu merupakan ujung tombak dari
hubungan Indonesia dengan pihak luar negeri,� kata
Juwono.
Agus Supriyanto-Tempo
__________________________________
Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday!
Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web
http://birthday.yahoo.com/netrospective/
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam