Dosen dan Mahasiswa di Situbondo Belajar Ilmu Kebal
Rabu, 09 Maret 2005 | 17:08 WIB

TEMPO Interaktif, Situbondo:Mobilisasi massa untuk menekan Malaysia semakin luas. Di wilayah Kabupaten Situbondo, lebih 100 orang telah mendaftarkan diri menjadi sukarelawan di Posko Ganyang Malaysia.

Sejak posko itu didirikan Selasa (8/3) sore di jl Basuki Rahmat No.12 Situbondo kemarin, terhitung sudah 28 orang yang secara resmi telah menyatakan benar-benar siap berangkat dengan mengembalikan formulir pendaftaran yang disediakan."Hari ini, sekitar 100 formulir juga telah diambil oleh para pendaftar dari berbagai kalangan, seperti aktifis Banser, Pagar Nusa, bahkan dosen dan mahasiswa,"kata koordinator Posko, MA. Junaidi kepada Tempo, Rabu (9/3) sore.

Menurut pengakuan sejumlah pendaftar, meski alasan utama mereka mendaftarkan diri karena sikap Pemerintah Malaysia yang nyata-nyata hendak merampas Kawasan Laut Ambalat. Namun secara umum mereka menyatakan kecewa terhadap sikap pemerintah Malaysia terhadap warga RI
yang selama ini bekerja menjadi TKI/TKW di negeri jiran itu. "Ini sudah menyangkut harga diri. Saudara kita di Malaysia sudah disiksa, gaji tidak dibayar, serta dihinakan. Sekarang, wilayah kita masih mau
direbut. Apa ini nggak menginjak-nginjak harga diri namanya,?"ujar Sahamo Effendi, salah seorang pendaftar Ganyang Malaysia.

Posko itu didirikan, menurut Junaidi, untuk menampung
orang-orang yang siap berperang mengganyang Malaysia, jika jalandiplomatik yang kini sedang ditempuh Pemerintah RI, gagal. Diluar dugaan, ternyata langkah itu mendapat respon cukup besar dari masyarakat. "Pendaftaran untuk menjadi relawan ini baru kami buka, ternyata peminatnya cukup banyak,"katanya.

Untuk mendaftar sebagai relawan para pendaftar hanya dimintai biodata dan menyerahkan foto copy KTP. "Para
peserta juga kami sediakan surat pernyataan kesiapan membantu TNI dan POLRI jika terjadi perang antara Indonesia � Malaysia. Dan ternyata mereka
sanggup semua,"katanya. Junaidi pesimis dengan jalur diplomatik yang ditempuh saat ini. "Akan gagal, karena Malysia arogan,"ujarnya.

Para pendaftar nampak nama Suprioyono, dosen
Universitas Abdurrachman Saleh dan Mahmudi Bajuri, dosen Institut Agama Islam Ibrahimy Kabupaten Situbondo, sertasejumlah mahasiswa kedua perguruan tinggi di kota santri itu.

Meskipun belum ada kejelasan sukarelawan itu akan berangkat berperang ke wilayah konflik di Ambalat, namun persiapan bagi sukarelawan akan segera dilakukan seperti latihan bela diri dan ilmu kekebalan. "Beberapa kiai Situbondo telah menyatakan mendukung dan siap memberikan bekal ilmu bela diri dan kekebalan,"kata Junaidi, bekas komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Situbondo.

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke