|
Pemberantasan Korupsi di Indonesia Kunci Perbaikan
Investasi
Dikutip dari: GATRA. New York, 12 Maret 2005 13:38 Amerika Serikat menilai, tidak lanjut dari janji Presiden RI Susilo B. Yudhoyono untuk memerangi korupsi dan menegakkan hukum merupakan kunci perbaikan iklim investasi di Indonesia. "Presiden Yudhoyono telah mengatakan bahwa pemberantasan korupsi dan penegakan hukum adalah prioritas pemeritahannya, kami menyambut hal itu,` kata deputy asisten Menlu AS bidang Asia Pasifik Marie Huhtala. Dalam dengar pendapat dengan Kongres AS di Washington DC, Jumat, Huhtala mengatakan bahwa banyak pengusaha AS yang masih enggan berinvestasi di Indonesia karena kedua masalah tersebut. Mereka (pengusaha AS) umumnya ingin jaminan kontrak yang telah disepakati,
transparansi, tidak ada diskriminasi dalam pajak dan yang paling penting adalah
bebas dari korupsi. Oleh sebab itu, katanya, tekad dari Presiden Yudhoyono
tersebut diharapkan dapat berpengaruh menuju iklim investasi yang lebih baik.
Upaya memberantas korupsi saat ini menjadi lebih penting lagi setelah terjadinya
bencana tsunami.
Menurut Huhtala dalam pernyataan yang dipublikasikan Deplu AS itu, para
donatur internasional umumnya berharap penggunaan dana bantuan untuk
rehabilitasi dapat dipantau dan dapat dipertanggunjawabkan secara hati-hati. Di
luar tsunami, AS juga telah membantu Indonesia dalam upaya pengembangan ekonomi
dan pengurangan angka kemiskinan. Misalnya pada Agustus 2004 ketika AS
menandatangani persetujuan penyediaan bantuan program lima tahun senilai total
468 juta dolar untuk pendidikan, penyediaan air bersih, nutrisi dan lingkungan.
Meskipun bantuan luar negeri merupakan salah satu komponen penting dalam
pembangunan ekonomi, namun pemasukan yang lebih besar adalah dari perdagangan
dan investasi, kata mantan Dubes AS untuk Malaysia itu.
Saat ini lebih dari 300 perusaaan AS telah berinvestasi di Indonesia dengan
nilai total 7,5 miliar dolar, dan sekitar 3.500 pebisnis AS bekerja di
Indonesia. Sebagian besar investasi itu berkaitan dengan pengelolaan sumber daya
alam, namun banyak juga yang bergerak di sektor industri. Huhtala juga
menegaskan bahwa saat ini merupakan kesempatan terbaik bagi AS untuk
memprioritaskan kebijakannya dalam hubungan bilateral dengan Indonesia.
Pendekatan atas hubungan bilateral pada saat yang penting saat ini, kata
Huhtala, akan berpengaruh panjang, bukan hanya bagi Indonesia tapi juga di
kawasan sekitarnya [EL, Ant]
|
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
