Alhamdulillah. Barangkali kita patut bersyukur negeri kita bukan Somalia. Negeri yang konon 99% penduduknya Sunni Muslim yang masih terpecah perang saudara sampai sekarang. Seperti yang sudah disinggung, setiap peranan memiliki hak, kewajiban dan wewenang masing-masing. Orang tua memiliki wewenang memberi treatment agak keras terhadap anaknya. Sabda kanjeng Rasul sholallaahu 'alaihi wa sallam, kalau anak sudah cukup umur belum mau sholat maka bisa agak dikerasi, ini dasar wewenangnya. Sedangkan saya sebagai rakyat biasa, punyakah wewenang untuk menindak dengan kekerasan ? Padahal yang ditindak itu bukan anak saya bukan pula orang yang berada dalam perwalian atau tanggung jawab saya. Jangan dikacaukan dengan tanggung jawab bersikap terhadap kemungkaran. Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab bersikap terhadap kemungkaran sesuai proporsinya dan untuk bertindak SESUAI PROPORSINYA. Orang atau kelompok yang secara legal tidak punya wewenang menindak dengan kekerasan, apabila dia atau mereka menerobos bertindak diluar wewenangnya maka dia telah berbuat anarkis. Ini bibit menuju Somalia part two. Adapun tindakan kekerasan apabila dilakukan yang berwenang ya malah pas to dan alhamdulillah bila efektif. Setuju bahwa setiap kemungkaran perlu dicari akar permasalahannya dengan data yang akurat ndak main jump to conclusion. Salam, = Wizh = Please respond to Milis is-lam <[email protected]> To: Milis is-lam <[email protected]> cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) Subject: RE: [is-lam] Bagaimana Memperlakukan Manusia ? --d| memang pesimis tak layak dijadikan alasan sebab itu gambaran sikap sbgmana mungkin yg dimaksud IPD Wiska dgn dalil 'selemah iman adlh dgn hati'. ingin tanya pd IPD Wiska, upaya menghancurkan kemunkaran dgn tangan yg kuat itu masuk pesimis atw optimis? kalau dgn hati, nggak bakal ada perubahan & pasti ngak bakal tapi dgn tangan pasti ada & efektif. kalau anak anda buandel dgn bbrp kali nasehat, mbok sampeyan nasehati sampe jebleh bibir anak nggak akan berubah kecuali dgn sesekali tamparan. lalu kenapa ditentang? --- saya kira ketidaksukaan bbrp org dgn kekerasan ketika hadapi kemungkaran yg berlarut itu reduplikasi kalimat atas puluhan kali kejadian; klasik. paling2 akan cari pembelaan diri bhw itu tidak sesuai HAM, mengekang kebebasan, tidak toleransi .. dlsbgnya. yg pasti dlm hadapi kemunkaran itu bukan tanggung jawab aparat saja, tapi semua org harus berperan aktif & pro-aktif baik dgn cara halus atw kasar. tidak yakin saja kalau tak ada satupun temans Muslim tak pernah kasih masukan, nasehat atw ingatan bahwa ahmadiyah itu sesat. pasti ADA! aparat sendiri tak lengkap dlm urusan konflik agama sbgmana ada polisi khusus pamong praja, polisi LLAJ misalnya. so, siapa yg mesti jaga agama kalau keyakinannya dirusak org kalau bukan ummatnya sendiri? kalau antum lihat tlh terjadi musibah, jgn lagi lihat apa yg rusak, tapi cari tahu bgmana itu terjadi. itu cara baca ayat kejadian dgn intelek lalu direcord bgmana agr itu tak terjadi dikemudian hari. asal ngomong, ngutuk, menyesal .. dlsbgnya, percuma! sebab semua sdh terjadi. kalau antum, IPD Wiska, punya ingatan bagus terjadinya pengrusakan itu identik dgn bgmana kasus Doulos, FPI vs kema'siatan. salam, Fahru --- IPD Wiska Susetio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Sayangnya alasan pesimis tetap tidak pernah bisa > melegitimasi tindakan main > hakim sendiri. > > Aparat punya hak dan kewajiban, bila kewajibannya > tidak ditunaikan maka kepada > Allah Azza wa Jalla lah pertanggung jawabannya. > Begitu pula ulama dan rakyat biasa punya hak, > kewajiban dan wewenang > masing-masing. > > Rasulullah bersabda jika kita melihat kemungkaran > maka ubahlah dengan tangan > kita (wewenang), kalau tidak bisa maka dengan lisan > (nasehat), kalau tidak bisa > minimal hati harus mengingkari dan ini adalah > selemah-lemah iman. Nah > pelaksanaan wewenang itu tidak sembarangan ada > adabnya , sebagaimana menasehati > pun ada adabnya. Kepada Allah lah kita meminta > pertolongan. > > Mohon perhatikan lagi nasehat-nasehat ulama salaf > mengenai adab bersikap kepada > penguasa. > > Wallaahu musta'an. > > = Wizh = > > > > > > Raden Zukimi <[EMAIL PROTECTED]> on 07/29/2005 > 09:44:54 AM > > Please respond to Milis is-lam > <[email protected]> > > To: 'Milis is-lam' <[email protected]> > cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) > > Subject: RE: [is-lam] Bagaimana Memperlakukan > Manusia ? > > > > kolo ngomong wewenang siapa....pesimis > siapa yang bewenang, polisi....pesimis > jadi saya rasa, yang orang2 penyerang ahmadiah itu, > sudah pesimis gengan > lebaga hukum yang ada, suadah jelas fatwa mui, tapi > aparat tak ada yang > bertindak so siapa yang salah...... > > -----Original Message----- > From: IPD Wiska Susetio > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, July 29, 2005 8:39 AM > To: Milis is-lam > Subject: Re: [is-lam] Bagaimana Memperlakukan > Manusia ? > > > > > > Ijinkan saya membahasakan ulang maksud Pak Raden. > > Masalahnya bukanlah pada kesesatan Ahmadiyah, hal > ini barangkali sudah > disepakati. Akan tetapi masalahnya terletak pada > EKSEKUSI HUKUM terhadap > orang-orang yang nyasar tersebut. Maksud Pak Raden, > vonis dan eksekusi hukum > hanya boleh dilakukan oleh pihak YANG BERWENANG saja > (aparat). > > Dari sini kita perlu membedakan ulama sebagai > cendekiawan yang memiliki > opini > hukum dengan ulama sebagai pewaris nabi yang > memiliki wewenang mengeluarkan > fatwa hukum. Tidak semua orang yang mendalam > kapasitas ilmunya lantas > otomatis > menjadi mufti. Jabatan mufti itu adalah jabatan > resmi kenegaraan. Seperti di > jaman para sahabat dulu - mohon bantuan verifikasi > riwayatnya pada yang > lebih > hafal - meskipun banyak yang lebih senior dari segi > ilmu dari Ibnu Abbas > rodhiallaahu anhum, akan tetapi beliaulah yang lebih > ditaati karena > beliaulah > yang ditunjuk sebagai mufti pada saat itu. Dalam hal > kasus Ahmadiyah, MUI > telah > memainkan peranannya dengan pas. > > Analogi kasus ini mirip dengan fitnah takfir dan > tabdi. Takfir dan tabdi itu > kan > bukan wewenang setiap orang/kelompok agama meskipun > dinilai mendalam > ilmunya. > > Kemudian setelah vonis hukum keluar tentu > eksekusinya hanya boleh dilakukan > oleh > yang berwenang saja (aparat). Dalam kasus Bogor, > bisa ditanyakan kepada > kelompok-kelompok *jihad* tersebut : Dari siapa > instruksi tindakan tersebut > dikeluarkan ? Punya wewenang kah ? > > Wallaahu 'alam, > > = Wizh = > > > > > Please respond to Milis is-lam > <[email protected]> > > To: "Teddie Harjadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Milis > is-lam" > <[email protected]> > cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) > > Subject: Re: [is-lam] Bagaimana Memperlakukan > Manusia ? > > > > yang main-main itu siapa, kan kita yang cuma ketik-2 > saja, tanpa buka > rujukan > kecuali yang sedang diingat selintas... ya enggak > pak raden budiman. pak > raden > siap berdebat satu meja dg ahli agama ? ini > pertanyaan yang perlu anda > jwab.... > agar jelas siapa yang main-main. Ulil, dawam, > sholahudin wahid, adnan > buyung > dan sederetan itu... tak ada yang ahli agama.... > semua mengaku ahli. > ----- Original Message ----- > From: Teddie Harjadi > To: Milis is-lam > Sent: Thursday, July 28, 2005 3:49 PM > Subject: Re: [is-lam] Bagaimana Memperlakukan > Manusia ? > > > Kemudian dalam hal ini anda akan berhakim kepada > siapa? > Kepada Hakim yang bagaimana anda mematuhi > putusannya? > Adakah Hakim tersebut saat ini? > ----- Original Message ----- > From: Raden Budiman > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, July 28, 2005 2:15 PM > Subject: [is-lam] Bagaimana Memperlakukan > Manusia ? > > > > > > Fatwa ulama bukan pernyataan hukum sebab para > ulama itu > bukan hakim ! > > Maka siapapun yang berlindung dibawah fatwa > ulama bukan > pelaksana hukum. > Dan siapapun yang bertindak hukum tanpa melalui > prosedur > hukum adalah menyesatkan. > > Pelaksanaan Hukum Islam tidak bisa main-main ! > > > > > ------------------------------------------------------------------------- > > > > _______________________________________________ > is-lam mailing list > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
