> -----Original Message----- > From: Muzamil, Achmad > Sent: Friday, July 29, 2005 10:04 AM > To: --- > Subject: RE: [icmi-houston] Seputar info ahmadiyah > > > Pak Ikhwan Musafir, > > Terima kasih atas informasinya ini mungkin sangat > bermanfaat untuk > dibaca para ikhawan yang lain tentang info Ahmadiyah > supaya lebih jelas > tentang nabi bohongan dan ini memperjelas tulisan > saya yang diterangkan > oleh Rasulullah SAW sendiri. Semoga kawan-kawan yang > sudah terlanjur > mengikuti ajaran Ahmadiyah mendapat hidayah dari > Allah SWT menuju Islam > yang benar. > > Wassalam, > Ahmad Muzammil > > -----Original Message----- > From: --- > Sent: Friday, July 29, 2005 9:30 AM > To: --- > Subject: [icmi-houston] Seputar info ahmadiyah > > > > saya dapat imel seperti ini, mohon dikoreksi jika > ada > kesalahan ... > wassalam, > > > Membongkar Kesesatan AhmadiyahCounter Liberalisme > Oleh : > Erros Jafar 21 Jul 2005 - 1:30 am > > "Dawam Rahardjo Dibiayai Ahmadiyah" > Sehari pasca penyerbuan terhadap Pusat Jemaat > Ahmadiyah > di Parung, Bogor, 15 Juli lalu, Johan Effendi mantan > petinggi Depag yang > juga anggota resmi Ahmadiyah, mengadakan jumpa pers > di PBNU. Jumpa pers > yang diliput oleh sebagian besar media teve itu, > antara lain dihadiri > oleh Dawam Rahardjo, Ulil, Musdah Mulia, dan > sebagainya. > > Dawam Rahardjo petinggi ormas Muhamamdiyah era > Amien > Rais dan Syafi'i Ma'arif, tampil bak pahlawan > kesiangan membela > Ahmadiyah. > > Kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya, tidak > saja > menggelontorkan pembelaan terhadap Ahmadiyah dengan > alasan hak asasi > manusia, tetapi juga ia mengeluarkan pernyataan yang > sangat kampungan, > yaitu "... kalau ada gerakan anti Islam, maka saya > akan ikut...," > sebagaimana bisa dilihat dari berbagai tayangan > media televisi yang > menayangkan jumpa pers tersebut. > > Selama ini Dawam dijuluki sebagai tokoh Islam, > petinggi > Muhammadiyah, dan petinggi ICMI (Ikatan Cendekiawan > Muslim Indonesia). > > Bagaimana mungkin seseorang yang berlabel sangat > Islam > itu bisa menyatakan akan ikut gerakan anti Islam? > Ini menunjukkan bahwa > selama ini ia cuma cari makan melalui Islam. > > Mengapa Dawam begitu gigih tampil sebagai pembela > Ahmadiyah. Pengalaman Hartono Ahmad Jaiz penulis > buku Aliran dan Paham > Sesat di Indonesia dapat menjelaskan hal ini. > > "Ketika saya bersama Haryadi (mantan anggota > Jemaat > Ahmadiyah), Farid Okbah (Da'i dari Al-Irsyad), dan > Abu Yazid (dari > Persis) masuk ke kampus Mubarok Parung Bogor saat > Thahir Ahmad ada di > sana, dengan maksud ingin bertamu mengunjungi salah > seorang teman Ahmad > Haryadi, kami justru ditangkap. Ketika pihak > keamanan Ahmadiyah sedang > mengusut teman-teman saya yang bertamu tapi > ditangkap ini, saya > berbincang-bincang dengan sebagian dari mereka. > Ketika > itu, saya tanyakan, kenapa Dawam Rahardjo datang ke > London mengundang > Thahir Ahmad ke Indonesia? > > Dijawab, karena Ahmadiyah membiayai Dawam > Rahardjo." > > Pantaslah, di saat ada desakan dari umat Islam > sekitar > kampus Mubarok Pusat Ahmadiyah agar Ahmadiyah dan > kampusnya dibubarkan, > maka Dawam Rahardjo menjadi "pahlawan" kesiangan. > Dawam mengecam MUI, > FPI, dan LPPI. Masih kurang puas, Dawam pun menulis > di Koran Indo Pos, > berjudul Teror Terhadap Ahmadiyah.Dawam tampak > gusar, dengan dalih HAM > (Hak asasi manusia) maka dia tudingkan telunjuknya > yang sudah menua > renta itu dengan berteriak bahwa FPI (Front Pembela > Islam) dan LPPI > (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) berada di > balik teror itu. > > Sebagaimana diketahui, setelah terjadi pengepungan > massa > umat Islam terhadap Pusat Ahmadiyah di Kampus > Mubarok di Parung Bogor > Jawa Barat ba'da Jum'at 15 Juli 2005 (8 Jumadil > Akhir 1426 H), berakhir > dengan keputusan Pemda Bogor untuk menutup pusat > aliran sesat Ahmadiyah > itu, dan orang-orang Ahmadiyah di dalamnya > dievakuasi dengan 4 bus dan 4 > truk polisi. > > Munas ke-2 MUI tahun 1980 memfatwakan bahwa > Ahmadiyah > adalah di luar Islam, sesat menyesatkan. Diperkuat > pula oleh adanya > surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan haji > Departemen Agama, agar > ulama menjelaskan sesatnya Ahmadiyah. > > Ahmadiyah Qadian menyusup dan datang ke Indonesia > sejak > 1925 -sedangkan Ahmadiyah Lahore hadir empat tahun > kemudian (1929) - > semula digandeng oleh Muhammadiyah karena dianggap > sebagai pembaharu. > Namun di tahun 1930-an Muhammadiyah baru menyadari > bahwa Ahmadiyah itu > bukan pembaharu, maka Muhammadiyah pun tidak lagi > menjadikan Ahmadiyah > sebagai kawan. > > Meskipun sudah sejak tahun 1930 pimpinan > Muhammadiyah > melalui pidato resminya menyatakan bahwa Ahmadiyah > yang selama ini > dijadikan teman ternyata bukan teman, namun sampai > tahun 2000 masih ada > petinggi Muhammadiyah, yaitu Dawam Rahardjo, yang > mengatas-namakan > Muhammadiyah mengundang Thahir Ahmad (Khalifah IV > Ahmadiyah di London) > untuk hadir ke Indonesia di masa Presiden > Abdurrahman Wahid. > > Kedatangan penerus nabi palsu yang diundang oleh > orang > yang juga memalsu atas nama Muhammadiyah itu > disambut pula oleh bekas > Ketua Muhammadiyah yang saat itu sedang menjabat > sebagai Ketua MPR, > Amien Rais. Bahkan, Thahir Ahmad dan Amien Rais > sempat berangkulan di > Gedung DPR/MPR. Sementara itu yang memalsu atas nama > Muhammadiyah, Dawam > Rahardjo, mengalungkan bunga kepada penerus nabi > palsu Thahir Ahmad di > Bandara Cengkareng. Semua itu kemudian disiarkan > oleh media Ahmadiyah. > > Peristiwa itu mengundang komentar seorang pakar > dari > Pakistan, Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani, penulis > buku Keyakinan > Al-Qadiani, yang dengan sengaja hadir ke Indonesia > dan berpidato di > Masjid Al-Azhar Jakarta. Pakar dari Pakistan ini > memprotes keras, dan > menuntut agar Dawam Rahardjo diadukan ke pengadilan, > karena telah > mengatas-namakan Muhammadiyah, mengundang penerus > nabi palsu ke > Indonesia. > > Dalam hal membela aliran sesat Ahmadiyah ini, > kalangan > muda Muhammadiyah pun tak mau ketinggalan kereta. > Mereka tergopoh-gopoh > mengadakan konperensi pers di kantor Pusat > Muhammadiyah untuk membela > Ahmadiyah. Sukidi, yang memang kadernya Dawam > Rahardjo dan aktivis JIMM > (Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah), mengambil > kesempatan untuk > membela Ahmadiyah. > > Kematian yang Menjijikkan > Hartono Ahmad jaiz pernah bertanya kepada Dr. > Hasan bin > Mahmud Audah, mantan orang kepercayaan Khalifah > Ahmadiyah ke-4 Thahir > Ahmad, yang sudah kembali ke Islam. "Apakah benar, > nabinya orang > Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India 15 > Februari 1835 dan > mati pada 26 Mei 1906, itu matinya di kakus (WC)?" > > Kemudian Dr. Hasan bin Mahmud Audah pun > menjawab,"Ha..., > ha..., haa... itu tidak benar. Mirza Ghulam Ahmad > tidak bisa ke WC. Dia > meninggal di tempat tidur. Tetapi berminggu-minggu > sebelum matinya dia > berak dan kencing di situ. Jadi tempat tidurnya > sangat kotor seperti WC. > Karena sakitnya itu, sampai-sampai dalam sehari dia > kencing seratus > kali. Makanya, tanyakanlah kepada orang Ahmadiyah, > maukah kamu mati > seperti nabimu?" > > Dr Hasan bin Mahmud Audah adalah mantan Muballigh > Ahmadiyah dulunya dekat dengan Thahir Ahmad > (Khalifah Ahmadiyah) yang > mukim di London. Pertanyaan di atas diajukan Hartono > Ahmad Jaiz seusai > berlangsungnya Seminar Nasional tentang Kesesatan > Ahmadiyah dan > Bahayanya yang diselenggarakan LPPI di Masjid > Istiqlal Jakarta, Ahad 11 > Agustus 2002. > > Selain masalah kematiannya yang menjijikkan, Mirza > Ghulam Ahmad menurut Audah punya dua penyakit: > jasmani dan akal. Sakit > jasmaninya sudah jelas, berminggu-minggu menjelang > matinya tak bisa > beranjak dari tempat tidur, hingga kencing dan berak > di tempat tidurnya. > > Adapun sakit akalnya, Mirza Ghulam Ahmad mengaku > menjadi > Maryam, lalu karena Allah meniupkan ruh kepadanya, > maka lahirlah Nabi > Isa. Dan yang dimaksud dengan Nabi Isa itu tak lain > adalah diri Mirza > Ghulam Ahmad itu sendiri. "Apakah tidak sakit akal > itu namanya," ujar Dr > Hasan Audah yang dulunya mempercayai Mirza Ghulam > Ahmad, sehingga sempat > membeli sertifikatkuburan surga di Rabwa. > > Ahmadiyah Jago Berbohong > Tentang propaganda bohong, Ahmadiyah adalah > jagonya. > Hartono Ahmad Jaiz menyampaikan pengalamannya: > "Propagandis Ahmadiyah di > depan saya dan 1200 hadirin di Masjid Al-Irsyad > Purwokerto, April 2002, > masih bisa ngibul (berbohong) dengan mengatakan > bahwa banyak raja-raja > di Afrika yang masuk 'Islam', yaitu masuk Jemaat > Ahmadiyah. Hingga > seakan-akan orang Ahmadiyah bangga dan berjasa > kepada Islam karena bisa > 'mengislamkan' raja-raja di Afrika." > > Ketika hal itu dikemukakan Hartono kepada Dr Hasan > Audah, kontan mantan petinggi Ahmadiyah ini kembali > tertawa dan berkata: > "Itu bohong besar. Di Afrika, kepala-kepala dusun > (desa) memang disebut > raja. Jadi hanya tingkat kepala dusun, bukan berarti > raja yang > sebenarnya. Nah itulah yang dijadikan propaganda. > Ahmadiyah memang penuh > kebohongan dan propaganda," tegasnya. > > Kalau disimak, keterangan Dr Hasan Audah itu bisa > dicocokkan dengan aneka ajaran Ahmadiyah, bahkan > slogan-slogannya. > Kebohongan memang ada di mana-mana. Di kitab > sucinya, Tadzkirah, di > sertifikat kuburan surga, bahkan di > spanduk-spanduknya pun penuh > kebohongan. > > Satu contoh kecil, spanduk yang dipasang di > berbagai > tempat dalam lingkungan Al-Mubarok, sarang Ahmadiyah > di Parung Bogor > Jawa Barat, waktu kedatangan Khalifah Ahmadiyah > Thahir Ahmad, Juni-Juli > 2000, masa pemerintahan Gus Dur, adalah slogan Semua > Dicintai, Tiada > yang Dibenci. Tetapi itu slogan bohong. Buktinya, > ketika Ahmad Haryadi > mantan propagandis Ahmadiyah bersama Hartono Ahmad > Jaiz, Farid Okbah > da'i Al-Irsyad, dan Abu Yazid pemuda > Persis(Persatuan Islam) dari Bekasi > Jawa Barat masuk ke sarang Ahmadiyah di Parung saat > ada upacara > besar-besaran mendatangkan Khalifah Ahmadiyah IV > Thahir Ahmad dari > London itu, tiba-tiba seorang tua bekas teman > Haryadi membentaknya, > "Bagaimana kamu bisa masuk ke sini?!" > > Ahmad Haryadi menjawab, "Itu kan ada spanduk, > Semua > Dicintai, Tiada yang Dibenci." > > "Tidak bisa! Dicintai itu kalau kamu cinta kami. > Kamu > kan tidak cinta kami!" Ujar lelaki Ahmadiyah > keras-keras. > > Belum berlanjut perdebatan antara mantan dan > aktivis > Ahmadiyah itu tahu-tahu Ahmad Haryadi dan > kawan-kawan ditangkap oleh > kepala keamanan Ahmadiyahyang membawa 25 pemuda > keamanan Ahmadiyah malam > itu. > > Slogan Semua Dicintai, Tiada yang Dibenci itu > menurut Dr > Hasan Audah, pertama kali diucapkan oleh khalifah > sebelum Thahir Ahmad. > Kata-kata itu adalah perkataan yang bertentangan > dengan > Islam. Karena Islam bersikap Asyidaau 'alal kuffar > ruhamaau bainahum > (bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan > saling berkasih sayang > sesama Muslim). > > Bohong dan bertentangan dengan Islam itulah inti > ajaran > Ahmadiyah. Karenanabinya, Mirza Ghulam Ahmad, adalah > seorang pembohong > dan pembuat ajaran yang bertentangan dengan Islam. > > Pengakuan Palsu Bertahap > Mirza Ghulam Ahmad menyampaikan beberapa pengakuan > palsu > secara bertahap. > > Pertama, ia mengaku sebagai mujaddid (pembaru). > > Kemudian ia mengaku sebagai nabi yang tidak > membawa > syari'at. > > Kemudian ia mengaku sebagai nabi dan rasul > membawa > syari'at, menerima wahyu seperti Al-Qur'an dan > menerapkannya kepada > dirinya. > > Setelah itu ia mengikuti cara-cara kebatinan > dan > zindiq (kufur) dalam ungkapan-ungkapannya. Ia > mengikuti cara-cara Baha'i > dalam mengaburkan ucapannya. > > Kemudian ia mulai meniru mu'jizat penutup para > nabi, > Nabi Muhammad saw. > > Lalu menjadikan masjidnya sebagai Masjid > Al-Aqsha, > dan desanya sebagai Makkah Al-Masih. > > Ia jadikan Lahore sebagai Madinah, dan menara > masjidnya diberi nama menara Al-Masih. > > Ia membangun pemakaman yang diberi nama > pemakaman > al-jannah, semua yang dimakamkan di sana adalah ahli > syurga. (Syaikh > Muhammad Yusuf Al-Banuri, ahli Hadits di Karachi > Pakistan, dalam kata > pengantar buku Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani, > Keyakinan Al-Qadiani, > LPPI, 2002, hal xxii). > > > Cukuplah jelas apa yang ditegaskan Nabi > Muhammadsaw: > "Kiamat tidak akan tiba sebelum dibangkikannyat para > Dajjal pendusta > yang jumlahnya hampir tiga puluh orang. Setiap > mereka mendakwakan bahwa > dirinya adalah Rasul Allah." (HR Al-Bukhari dan > Muslim). > > Ahmadiyah Mengkafirkan Muslimin > Seorang Muslim yang tidak percaya akan da'wah > pengakuan > Ghulam Ahmad sebagai "nabi" dan "rasul", maka orang > Muslim itu > dikafirkan oleh Mirza Ghulam Ahmad dengan aneka > ucapannya dan ucapan > pengikutnya. Bahkan ucapan yang dinisbatkan kepada > Allah swt dalam Kitab > Tadzkirah Wahyu Muqoddas, wahyu suci yang dianggap > dari Allah kepada > Mirza Ghulam Ahmad: > > 1.Sayaquulul 'aduwwulasta mursalan. Musuh akan > berkata, kamu bukanlah (orang yang) diutus (oleh > Allah). (Tadzkirah, > halaman 402). Lalu perkataan Mirza Ghulam Ahmad: > Seseorang yang tidak beriman kepadaku, ia tidak > beriman > kepada Allah dan Rasul-Nya. (Haqiqat ul-Wahyi, hal. > 163). > > "Sikap orang yang sampai da'wahku kepadanya > tapi ia > tak mau beriman kepadaku, maka ia kafir. (S.k. > al-Fazal, 15 Januari > 1935). > > Basyiruddin, adik Mirza Ghulam Ahmad, berkisah: > "Di > Lucknow, seseorang menemuiku dan bertanya: "Seperti > tersiar di kalangan > orang ramai, betulkah anda mengafirkan kaum Muslimin > yang tidak menganut > agama Ahmadiyah?" Kujawab: "Tak syak lagi, kami > memang telah mengafirkan > kalian!" Mendengar jawabanku, orang tadi terkejut > dan tercengang > keheranan." (Anwar Khilafat, h. 92). > > Ucapannya lagi: "Barangsiapa mengingkari Ghulam > Ahmad > sebagai 'nabi' dan 'rasul' Allah, sesungguhnya ia > telah kufur kepada > nash Quran. Kami mengafirkan kaum Muslimin karena > mereka membeda-bedakan > para rasul, mempercayai sebagian dan mengingkari > sebagian lainnya. Jadi, > mereka itu kuffar!" (S.k. al-Fazal, 26 Juni 1922). > > Katanya lagi: "Setiap orang yang tidak beriman > kepada > Ghulam Ahmad, maka dia kafir, keluar dari agama > walaupun dia Muslim, > walaupun ia sama sekali belum mendengar nama Ghulam > Ahmad". (Ainah > Shadaqat, h. 35). > > Dan Basyir Ahmad meningkahi ucapan abang > kandungnya: > "..... Setiap orang yang beriman kepada Muhammad > tapi tidak beriman > kepada Ghulam Ahmad, dia kafir, kafir, tak diragukan > lagi kekafirannya". > (Review of Religions,No. 35; Vol. XIV, h. 110). > > > Lebih Berbahaya dari Bandar Narkoba > Mirza Ghulan Ahmad, selain mengaku nabi, di > samping > bohong, ia menulis buku dan selebaran untuk > mendukung Penjajah Inggris, > dan menghapus jihad sampai sebanyak 50 lemari. > > Pantaslah kalau Rabithah Alam Islami (Liga Dunia > Islam) > yang berpusat di Makkah tahun 1394 H menghukumi > aliran Ahmadiyah itu > kafir, bukan Islam, dan tak boleh berhaji ke Makkah. > Karena memang > syarat-syarat sebagai dajjal pendusta dalam diri > Mirza pendiri Ahmadiyah > ini telah nyata. Tinggal penguasa di negeri-negeri > Islam menghadapinya, > dengan mencontoh Abu Bakar ra yang telah mengerahkan > 10.000 tentara > untuk memerangi nabi palsu, Musailamah Al-Kadzdzab, > hingga tewas. > > Karena nabi palsunya, Mirza Ghulam Ahmad, telah > mati > dengan dihinakan oleh Allah Swt, maka penguasa kini > tinggal melarang > ajarannya, membekukan asset-asset pendukungnya, dan > membubarkan > aktivitasnya. Penguasa adalah pelindung, sebagaimana > berkewajiban > melindungi masyarakat dari perusakan jasmani > misalnya narkoba, perusakan > mental misalnya judi, maka perusakan aqidah, > penodaan, dan pemalsuan > yang dilakukan Ahmadiyah mesti dihentikan, dilarang > dan diberantas > tuntas. > > Membiarkannya, berarti membiarkan kriminalitas > meruyak > di masyarakat, bahkan bisa diartikan mendukung > rusaknya masyarakat. > Padahal sudah ada contohnya, negeri jiran, Malaysia > telah melarang > Ahmadiyah sejak 1975. Sedang MUI (Majelis Ulama > Indonesai) pun telah > memfatwakan sesatnya Ahmadiyah sejak 1980. Forum > Ukhuwah Islamiyah > terdiri dari sejumlah Ormas Islam telah mengajukan > suratke kejaksaan > Agung untuk dilarangnya aliran sesat Ahmadiyah, > September > 1994.Permohonan yang sama juga dilakukan oleh LPPI > pada tahun 1994. > Larangan Ahmadiyah oleh beberapa Kejaksaan Negeri > (Subang 1976, Selong > Lombok Timur 1983, Sungai Penuh 1989, dan Tarakan > 1989) serta larangan > Ahmadiyah oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara 1984. > Jaksa Agung masih > menunggu apa lagi? (Abu Qori) > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > >
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
