Kalau melihat Fatwa MUI di bawah ini, Ahmadiyah adalah JAMAAH DI LUAR ISLAM.
Jika dinyatakan sebagai jamaah di luar ISLAM, maka sebaiknya MUI tidak
usah mengurusi JAMAAH DI LUAR ISLAM tersebut.
Ini Logika saya lho.....
Atau saya yang kuper bahwa di MUI memang ada ULAMA NON ISLAM?
Mohon pencerahannya
Wassalam soedardjo
KEPUTUSAN
MUSYAWARAH NASIONAL KE II
MAJELIS ULAMA SE INDONESIA
NOMOR : 05/Kep/Munas II/MUI/1980
TENTANG
FATWA
Bismillahirohmanirrahim
Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se Indonesia yang
berlangsung pada tanggal 11 s/d 17 Rajab 1400 H bertepatan
dengan tanggal 26 Mei s/d 1 Juni 1980 di Jakarta, setelah:
Menimbang : Bahwa sesuai dengan salah satu fungsi Majelis
Ulama Indonesia yaitu memberi fatwa dan nasihat mengenai masalah keagamaan
dan kemasyarakatan kepada pemerintah dan umat Islam umumnya, perlu
mengeluarkan fatwa beberapa persoalan yang terjadi dalam masyarakat.
Mengingat : 1. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah
2. Kaidah-kaidah dalam agama Islam.
Mendengar : 1. Amanat Presiden Soeharto pada acara
Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se-Indonesia. 2. Pidato Iftitah
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia pada Musyawarah Nasional ke II Majelis
Ulama se-Indonesia. 3. Prasaran KH. M Syukri Ghozali tentang Fatwa Majelis
Ulama Indonesia pada Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se-
Indonesia.
Memperhatikan : 1. Laporan Komisi II Musyawarah Nasional ke II
Majelis Ulama se-Indonesia tentang fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia.
2. Usul-usul dan saran-saran peserta Musyawarah Nasional ke II Majelis
Ulama se Indonesia
Dengan bertawakal kepada Allah SWT
MEMUTUSKAN :
Menetapkan fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia beberapa persoalan
keagamaan dan kemasyarakatan sebagai berikut:
Jamaah Ahmadiyah
1. Sesuai dengan data dan fatwa yang ditemukan dalam 9 buah buku tentang
Ahmadiyah, maka Majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah
jamaah diluar Islam, sesat dan menyesatkan.
2. Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah, hendaknya Majelis Ulama Indonesia
selalu berhubungan dengan pemerintah.
Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 17 Rajab 1400 H
1 Juni 1980 M
Ketua ttd
Prof. DR. HAMKA Pimpinan Sidang
Sekretaris, ttd
Drs. H. Kafrawi, MA.
KETUA DEWAN PERTIMBANGAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA
ttd
H. ALAMSYAH RATU PERWIRANEGARA
Menteri Agama RI
EDITORIAL Kamis, 04 Agustus 2005 (http://www.media-indonesia.com/)
Fatwa di Tengah Problem Bangsa
FATWA Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Musyawarah Nasional, Kamis
(28/7), pekan silam masih terus menyulut perdebatan. Seperti galibnya
sebuah keputusan, ada yang pro dan kontra. Ada yang mendukung, tapi tidak
sedikit yang mempertanyakan beberapa butir dari 11 poin fatwa itu.
Butir-butir fatwa yang dianggap mempunyai potensi meresahkan masyarakat
antara lain pengharaman terhadap liberalisme, sekularisme, pluralisme, dan
doa bersama antarberbagai pemeluk agama. MUI juga menegaskan kembali
terhadap fatwa sebelumnya (1980), Ahmadiyah sebagai aliran sesat.
Kita menghormati keputusan MUI. Kita percaya produktivitas MUI--terutama
Komisi Fatwa-nya--yang tinggi pastilah bukan keluar tanpa dasar. Ia
merupakan jawaban dari pertanyaan dan fenomena yang terjadi di masyarakat,
lewat kajian yang tidak main-main. Mereka yang berada di lembaga itu juga
bukan orang sembarangan. Beberapa di antaranya ialah profesor, Doktor.
Kita juga memahami fatwa itu bagian dari tanggung jawabnya sebagai ulama
terhadap umatnya. Namun, di tengah umat yang beragam tingkat pemahaman
keagamaannya, kita khawatir beberapa butir fatwa itu ditafsirkan sebagai
kebenaran absolut. Dan, sebagai kebenaran mutlak, biasanya ada para
pemeluknya yang tidak membuka ruang untuk 'kebenaran' yang lain. Pandangan
seperti ini sering kali memosisikan 'pihak yang tidak benar' adalah bukan
'kita'. Ia 'musuh'.
Karena itu, dilihat dari perspektif kebangsaan, beberapa tokoh
berpendapat, fatwa MUI kali ini mundur. Sebab, untuk kepentingan
perdamaian, kini justru tengah muncul spirit mencari kesamaan
ajaran-ajaran agama daripada mencari perbedaan-perbedaannya.
Telah lama pula kita yakini, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
adalah kristalisasi dari spirit pluralisme itu. Inilah yang merekatkan
kita sejak lama. Spirit inilah yang pernah mengagumkan dunia di masa
silam. Kita (bangsa Indonesia) menjadi contoh penerapan toleransi
beragama.
Kini di tengah spirit nasionalisme yang memudar dan deraan berbagai
persoalan (bangsa), butir-butir fatwa itu menjadi terasa kurang bijak. Ia
kurang memiliki sensitivitas terhadap problem kebangsaan. Sebab, spirit
pluralisme dan praktik doa bersama antarumat beragama, justru kebajikan
umat untuk perdamaian.
Bukankah ketika dunia marak dihujani teror bom, ada semacam syak wasangka
di antara kita? Doa bersama adalah ikrar, kita (seluruh umat beragama)
sama-sama cinta damai dan menolak kekerasan!
> Soal keyakinan memang gak bisa untuk dipaksakan, tapi yang perlu
> dikhawatirkan adalah orang seperti gus dur itu, dibilang ulama tapi koq
> seperti itu gak pernah menentramkan hati umat, dibilang teknokrat udah
> terbukti ngurus negara gak becus!!!!. Untuk permasalahan seperti ahmadiyah
> ini saya kira kita perlu meluruskan, kalau mereka mengakui adanya rasul
> setelah Nabi Muhammad dan aqidahnya tidak sesuai dengan ajaran Al Quran
> dan
> Sunah berarti mereka bukan islam.
>
> ----- Original Message -----
> From: "Riko" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, August 03, 2005 1:44 PM
> Subject: FW: [is-lam] Gus Dur: .... Abaikan Fatwa Haram Ahmadiyah !!
>
>
> Papa Choky saya rasa anda mencoba untuk bijaksana -
> cuma enggak tahu arahnya. Maaf bila saya salah , pembicaraan -
> Anda menurut saya sangat kritis dan sangat berbahaya, jadi saran -
> saya cobalah berfikir sebelum berucap apalagi menulis yang di saampaikan
> ke
> orang lain.
>
> -----Original Message-----
> From: Hermanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, August 03, 2005 1:38 PM
> To: Milis is-lam
> Subject: RE: [is-lam] Gus Dur: .... Abaikan Fatwa Haram Ahmadiyah !!
>
>
> Papa Choky wrote:
> Jadi menurut saya, yah sama saja Ahmadiyah dengan agama selain Islam.
>
> manto:
> Setuju.
>
> Papa Choky wrote:
> jadi mengapa kita malah mendiskreditkan Ahmadiyah
>
> manto:
> lho...*#&[EMAIL PROTECTED]&#%
> tulisan sampean koq nggak nyambung dengan tulisan diatasnya *&[EMAIL
> PROTECTED]
> Bingun ech.. bingung aku....
> wong, Ahmadiyah mengaku Islam koq....
> Jadi yach harus dikasih tahu bahwa dia adalah sesat....
> kalo laennya (Katholik, Budha, etc) itu namanya Kafir (bukan Islam).
>
> Papa Choky wrote:
> Masalah Ahmadiyah mengakui keberadaan Nabi Muhammad SAW dan keberadaan
> nabi
> sesudahnya itu (seperti juga Agama Bahai di Iran) biarkan saja, karena
> setiap agama punya sejarah sendiri-sendiri.
> Seperti kita mengakui ada Nabi Isa dan ada nabi sesudahnya, yaitu Muhammad
> SAW, sementara Kristen dan Katholik tidak mengakui keberadaan Nabi
> Muhammad
> dalam ajaran realita sekarang ini.
> Nah kita mendingan ngasih mereka pencerahan, bila mereka gak mau yah
> biarkan
> sajah, setidaknya kita sudah mengingatkan, Khan sudah bukan rahasia lagi
> kalau yang namanya hidayah hanya dari Allah SWT semata.
>
> Manto:
> Sebaiknya antum harus membedakan antara Kafir dan Sesat.
> Itu akan membedakan kita dalam menanganinya.
> Kalau kafir udah bukan urusan kita lagi.
> Tetapi sesat itu adalah duri didalam daging.
> Harus diluruskan atau bahkan dibuang.
> Kecuali kalo mereka mengatakan bahwa mereka bukan Islam (kafir).
>
> gimana Mas Choky????
>
>
> -----Original Message-----
> From: Papa Choky [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, August 03, 2005 1:11 PM
> To: 'Milis is-lam'
> Subject: RE: [is-lam] Gus Dur: .... Abaikan Fatwa Haram Ahmadiyah !!
>
>
> Hem,,,,
> Buat saya,,,,
> Mengapa Katholik, Kristen, Budha, Hindu, Bahkan Kong Hu Chu tidak terlalu
> dipermasalahkan,,,
> Lalu mengapa Ahmadiyah dipermasalahkan,,,
> Adalah wajar bila MUI megeluarkan Fatwa bahwa Ahmadiyah haram, sebagaimana
> agama yang lain tentu juga haram untuk umat muslim.
>
> Jadi menurut saya, yah sama saja Ahmadiyah dengan agama selain Islam, jadi
> kita sebagai umat Islam tetap harus menjadi rahmat bagi lingkungannya
> termasuk untuk Ahmadiyah, jadi jangan hanya baik sama Katholik ajah,
> Kristen
> ajah, Budha ajah, Hindu Ajah, atau Kong Hu Chu ajah kita jadi mengapa kita
> malah mendiskreditkan Ahmadiyah,,,
>
> Masalah Ahmadiyah mengakui keberadaan Nabi Muhammad SAW dan keberadaan
> nabi
> sesudahnya itu (seperti juga Agama Bahai di Iran) biarkan saja, karena
> setiap agama punya sejarah sendiri-sendiri.
> Seperti kita mengakui ada Nabi Isa dan ada nabi sesudahnya, yaitu Muhammad
> SAW, sementara Kristen dan Katholik tidak mengakui keberadaan Nabi
> Muhammad
> dalam ajaran realita sekarang ini.
> Nah kita mendingan ngasih mereka pencerahan, bila mereka gak mau yah
> biarkan
> sajah, setidaknya kita sudah mengingatkan, Khan sudah bukan rahasia lagi
> kalau yang namanya hidayah hanya dari Allah SWT semata.
>
> Iman Sudjudi
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of A_Dharmawan
> Sent: 29 Juli 2005 17:55
> To: Milis is-lam
> Subject: [is-lam] Gus Dur: .... Abaikan Fatwa Haram Ahmadiyah !!
>
> He..he.. Gus Dur koq di lawaaan...!!
>
> /ad
> --------------------------------------------------------------
>
> Gus Dur Imbau Masyarakat Abaikan Fatwa Haram Ahmadiyah
> Iqbal Fadil - detikcom
>
> Jakarta - Bukan Gus Dur namanya kalau tidak kontroversial. Gus Dur
> mengimbau
> masyarakat tidak menghiraukan fatwa haram MUI soal aliran Ahmadiyah.
>
> "Saya minta masyarakat menunggu pendapat Mahkamah Agung," kata Gus Dur
> dalam
> jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat
> (29/7/2005).
>
> Pemilik nama lengkap Abdurrahman Wahid ini meminta MA segera menggelar
> sidang mengenai Ahmadiyah. Permintaan itu dituangkan dalam surat yang
> dilayangkan ke Ketua MA Bagir Manan. "Suratnya sudah dikirim karena sudah
> jelas kita negara nasional bukan Islam," tegas mantan presiden ini.
>
> Gus Dur bersama sejumlah pemuka agama lain membentuk Aliansi Masyarakat
> Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Tampak turut serta dalam
> forum ini Dawam Rahardjo, Djohan Effendy, Ulil Abshar Abdala, Anand
> Khrisna,
> Jati Kusuma (kepercayaan), Pendeta Wenata Sahidin (PGI), Romo Edi (KWI),
> YH
> Lamardi (Jamaah Ahmadiyah Indonesia).
>
> Jati Kusuma menambahkan, berkeyakinan adalah hak dasar manusia. "Lembaga
> itu
> adalah buatan manusia. Jadi bisa sering terjebak kepentingan pribadi,
> kelompok dan politik," tandasnya.
>
> Sementara, anggota jemaah Ahmadiyah, YH Lmardi mengaku tidak bisa berbuat
> apa-apa lagi. "Kami dalam keadaan limbung. Kami hanya bisa diam sekarang,"
> keluhnya.
>
> Aliansi ini menuntut MUI segera mencabut fatwa mengenai Ahmadiyah. "Kami
> menuntut MUI mengeluarkan fatwa haram terhadap kelompok yang menggunakan
> kekerasan atas nama agama," kata koordinator aliansi, Ulil Abshar.
>
> Selain itu, negara dituntut untuk menjamin kebebasan dan keamanan dalam
> melaksanakan agama. "Kita menuntut pemerintah memberi perhatian pada
> kelompok Islam yang kerap kali menggunakan kekerasan dalam menangani
> perbedaan," desak tokoh Jaringan Islam Liberat (JIL) ini.
>
> Pihaknya juga menuntut Departemen Agama menggelar dialog terbuka untuk
> mengatasi masalah ini. Forum itu diusulkan untuk dihadiri perwakilan dari
> Muhammadiyah, NU, MUI dan Jemaah Ahmadiyah Indonesia serta kelompok lain
> seperti pembela HAM. (ton)
>
>
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of AFR
> Sent: Friday, July 29, 2005 10:49 AM
> To: Milis is-lam
> Subject: Re: [is-lam] Ahmadiyah : Meluruskan Maksud --c|
>
> kekerasan itu jalan yg paling tidak disukai SEMUA ORG
> ketika hendak perbaiki diri/lingkungan walau itu tlh
> berjalan sesuai 'prosedur' alaminya (kalau nggak mau
> dibilang sdh ngikut sunatullah).
>
> sblm kekerasan sdhlah ada ingatan-ingatan dulu
> berbagai cara lembut, tembusan pd aparat apkh itu MUI,
> kepolisian atw warga setempat. sbgmana org nyumet
> petasan 'nggak seni' kalau ujug-ujug diledakkan dari
> dekat kecuali mau celaka sendiri. sundut sumbunya
> dulu, lalu bbrp saat meledak & org dengar gelegarnya
> dgn riang.
>
> itulah ayat kejadian. pasti ada sebab-sebabnya shg
> menarik disimak & bisa dimaklumi kenapanya. jgn temans
> muslim itu asbun nggak suka kekerasan sementara
> dirinya kurang info apa terjadi sblm kekerasan.
> ---
>
> bagi temans yg nge-fans Gymnastyar, ulama yg dikenal
> lembut bahasanya, saya ingin tanya (brgkali tahu)
>
> 1. apa sikapnya ttg ahmadiyah? [dugaan -> dia pantang]
> 2. dgn kelembutan bhsnya, apa pernah kasih nasehat dlm
> ceramahnya?
>
> itulah tanggung jawab ulama di masanya. tak seharusnya
> memilih topik 'enak telinga' saja. ada resiko salah &
> disalahkan bila tahu kemunkaran tapi diam saja.
>
> mari temans,
> kita beljar bersama berpikir realistis hadapi. suasana
> keras itu buruk, tapi tak selamanya buruk kalau utk
> hadapi kemunkaran. maaf saya keras tanggapi sikap
> temans yg mungkin blm tahu sesuatu.
>
>
> salam,
> Fahru
>
>
> ---
> Outgoing mail is certified Virus Free.
> Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
> Version: 6.0.859 / Virus Database: 585 - Release Date: 2/14/2005
>
>
>
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam