kalau sampeyan tempatkan pro-/kontra- dari sudut
kerelatifan penafsiran thd aturan/tuntuan agama yg
tiap org bisa berbeda semu/nyata, itu sdh terjadi
sejak jaman nabi-nabi dulu dan bukan sekarang saja.
kenapa itu terjadi? apa dalilnya?

a'udzubillahi min asyaithaani rajiim

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah
hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang
telah diberi Al-Kitab kecuali SESUDAH DATANG
PENGETAHUAN kepada mereka, karena kedengkian (yang
ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat
hisab-Nya. (ali-'Imran:19)*
---

saya melihat JIL itu lahir dr kecemburuan (dengki)
sbgian muslim thd kaum kafir. bgmana org kafir bisa
kuasai dunia dgn ipteknya? bgmana muslim terpuruk?
motif awalnya bagus, maunya muslim itu maju spt
mereka, tapi mereka terlalu byk mencontoh perilaku &
pola pikir kafirin hingga byk lupakan Islam itu
sendiri. 

ulama itu pewaris para nabi. sepintar apa ulama, TIDAK
ADA yg bisa dijadikan rujukan mutlak dlm terangkan
agama, apalagi menghukumi. namun mereka tetap
searah-setujuan dan konsisten dgn TIDAK ADA sedikit
pun nasehat/harapan/bimbingan pd ummat awam yg
melenceng dari rujukan Qur'ani. 

itulah ciri ulama Islam & ciri warisan ilmunya.
---

soal ilmu saya tak punya byk. modal cuma bicara dgn
rujukan yg tahu dari baca, dengar, alami dlsbgnya. tak
ada murid, tak ada guru disini, yg ada siapa yg mau
sampaikan & siapa mau baca, buat dirinya sendiri. 


salam,
Fahru

*) tengok sedikit dibawah.

--- Djoko Luknanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Howdy,
> 
> > From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:is-lam-
> > [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of AFR
> > Sent: 31 Agustus 2005 8:50
> > 
> > kecuali sdkt mengkritisi saja, jgn org salah manut
> pd
> > siapa yg tak patut. ketika org sdh tahu siapa
> mesti
> > ditinggalkan dgn sebab alasan sesederhana mungkin
> > namun masuk akal yg mudah & sederhana juga,
> keputusan
> > utk pro- atw kontra- hanya pd diri sendiri. semua
> > pasti konsekuensinya.
> 
> Kalau pendapat saya, misalkan seperti ini: Saya
> tidak
> anti Fahru, namun kadang saya bisa setuju Fahru dan
> bisa tidak setuju;
> tergantung pendapat yang dikemukakan Fahru saat itu.
> Jadi yang saya
> setuju-i dan tidak-nya itu adalah pendapat --bukan--
> orangnya.
> 
> Seperti contohnya Cak Nur, mungkin saja saya tidak
> selalu setuju kpd
> setiap pendapatnya, artinya ada yang setuju dan ada
> yang tidak setuju.
> Dalam artian yang seperti ini saya bukan berarti
> anti- atau tidak
> terhadap Cak Nur, namun pada pendapatnya.
> 
> Demikian pula terhadap Qardhawi, saya bisa setuju
> pada pendapat beliau
> mengenai suatu hal, namun dilain masalah mungkin
> saya bisa jadi ragu.

Fahru:
mungkin saya ngerti maksud antum agr anti-/pro- itu
sebatas pendapat BUKAN pd personalnya. sikap itu bagus
spjg biang beda itu tetap pd rujukan aturan yg baku.
tapi ketika keluar sejauh-jauhnya, terlebih lagi
disamapikan dgn ngeyel, ya mau-nggak-mau mesti ke
orgnya. kenapa?

pendapat itu sifatnya mati. jk suatu pendapat itu
salah, tak cocok, tak relevan, tak masuk nalar bisa
ditinggalkan. selesai urusan! tapi penggagas pendapat
salah itu hidup. dia/mereka akn berusaha menghidupkan
pendapat yg salah itu agr byk org yg turut salah. ini
yg berbahaya. 

memang sunatullahnya begitu, brgkali?! 

apa mau dituntut anak-cucu semata-mata tak
mewanti-wanti pd turuan kita pd mereka yg salah?
mungkin bagus batas benci sederhana pd personal adlh
black list: sekali tercoreng muka, seumur hidup tak
akan percaya.  kecuali jika mereka insyaf & bertaubat.

> Lagipula kita nanti yang mempertanggungjawabkan
> semua tindakan kita
> masing-masing dihadapan Allah swt. Dan setiap orang
> sudah bisa menilai
> sendiri-sendiri, karena kita sudah dewasa semua,
> jadi bisa menentukan
> mana yang baik dan mana yang tidak. 
> 
> Kadang-kadang kita terperosok tidak saja
> menyekutukan Tuhan, bahkan
> lebih dari itu mengganggap diri sendiri, kaumnya,
> ustadznya sebagai
> penafsir tunggal dari sabda Allah swt.,
> sampai-sampai bahkan mungkin
> bisa jadi ustadz mereka dianggap seperti Tuhan:-)
> Can do no wrong.
> 
> Yang mutlak 'kan al-Quran-nya, penafsirannya sangat
> tergantung
> penafsirnya.
> 
> PS: Mas Fahru saya kalau soal agama, with all my
> heart saya admit saya
>     bukan apa-apanya Mas Fahru, jadi anggap saja
> pendapat saya di atas
>     sebagai angin lalu, tidak usah terlalu
> diperhatikan:-), dalam 
>     masalah agama saya akan selalu menempatkan diri
> sebagai murid saja.
>     Salam untuk semuanya.
> 
> Howgh!
> --                    Djoko Luknanto, Jack la Motta,
> Luke Skywalker 
>              " ... the more you travel the less you
> know" - Beatles
> 
> 
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 



                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke