----- Original Message ----- From: "Djoko Luknanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Yellow Submarine" <[EMAIL PROTECTED]>; "Octopus Garden" <[EMAIL PROTECTED]>; "Chicken Shack" <[email protected]> Sent: Tuesday, August 30, 2005 1:20 PM Subject: [is-lam] Mengingat Cak Nur
> Howdy, > > Beberapa catatan tentang Cak Nur. Enjoy! > > Dari: > http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=5505 > http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=5506 > http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=187011 > http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=187010 > > Howgh! > -- Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker > "Nobody knows you when you're down and out" - Derek and the Dominos -- > > > http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=5505 > Selasa, 30 Agt 2005, > Wasiat Terakhir Cak Nur > > > Oleh Utomo Dananjaya * > Enam hari sebelum berangkat berobat ke China, Cak Nur menulis surat kepada > teman-teman pendukung Yayasan Wakaf Paramadina. Surat itu berupa usul > pengadaan usaha penyegaran yayasan dan peremajaan para pendukung > keorganisasiannya. > > Untuk sebagian orang, surat itu dianggap sebagai wasiat terakhir yang > menggetarkan hati, yang menerima surat tersebut dan melihat kondisi > kesehatan Cak Nur di China dan kemudian di Singapura. > > Apa yang dimaksud Cak Nur dengan penyegaran rupanya dapat dibaca pada > lampiran surat tersebut berjudul: Wawasan Paramadina dan Saran-Saran > Penyegaran Keorganisasian Lebih Lanjut. > > Tentang wawasan Yayasan Wakaf Paramadina, Cak Nur menjelaskan bahwa yayasan > merupakan lembaga yang dimaksudkan untuk mengemban dan mendorong kebebasan > wacana, baik terbuka maupun tertutup, tanpa menjadi partisan eksklusif untuk > suatu pendapat dari wacana bebas tersebut. Alasan Cak Nur bahwa kebebasan > adalah hak dan anugerah primordial atau primeval dari Sang Maha Pencipta, > sebagaimana dilambangkan dalam cerita kosmis ketika Tuhan mempersilakan Adam > dan Hawa masuk ke dalam surga (QS, 2: 35). > > Dalam pidato peresmian Kampus Universitas Paramadina dan setiap membuka > pra-training mahasiswa baru, Cak Nur selalu menjelaskan bahwa Universitas > Paramadina menyelenggarakan pendidikan dengan semboyan berdasar pada kitab > dan hikmah seperti tercantum dalam QS 4: 113. Dalam proses pembelajaran, > dosen dan mahasiswa memerlukan semangat kebebasan untuk punya keberanian > menerobos batas. > > Cak Nur sering mengungkapkan, hikmah atau ilmu adalah temuan para cerdik > pandai dan menjadi kekayaan peradaban kemanusiaan. Sebuah temuan adalah > terobosan dari temuan sebelumnya. Demikianlah terobosan demi terobosan > diciptakan menjadi etos cendekiawan. Terobosan hanya mungkin terjadi oleh > keberanian menembus batas. > > Universitas Paramadina yang baru lahir delapan tahun lalu diharapkan > membangun budaya penemuan ilmiah. Universitas memuliakan penelitian dan > discovery. Mahasiswa dan dosen bukan hanya belajar, tetapi juga melakukan > penelitian, dan diharapkan mencapai prestasi ilmiah tertinggi. > > Inilah yang dirumuskan sebagai universitas yang menawarkan pilihan atau > alternatif. Yang dimaksud adalah budaya universitas berbeda dari budaya > konvensional universitas di Indonesia. Hal ini dititipkan sebagai tantangan > kepada sivitas akademika Universtas Paramadina. Kepada pimpinan dan dosen > pesan ini diarahkan. Bahkan, kepada mahasiswa yang menjadi salah satu faktor > untuk membangun budaya baru akademis. > > Dengan kebebasan positif itu, kata Cak Nur, manusia akan berkesempatan > berkenalan dengan berbagai pendapat. Manusia dipujikan Allah untuk > mendengarkan dan memperhatikan berbagai pendapat itu, kemudian memilih mana > yang terbaik. "Maka berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang > mendengarkan pendapat, kemudian mengikuti yang terbaik di antaranya. Mereka > itulah orang-orang yang diberi petunjuk Allah, dan mereka itulah orang-orang > yang berpengertian mendalam." (QS 39: 18). > > Firman inilah yang menjadi dasar pandangan pluralisme yang dalam pengertian > Cak Nur adalah mengakui perbedaan dan kesediaan bergaul secara beradab, > dengan mau mendengar, menghormati pendapat orang lain, walaupun tidak > sependapat. > > *** > > Dalam sebuah diskusi seorang cendekiawan muda mengritik Cak Nur berdasarkan > pendapat seorang ahli. Cak Nur memuji cendekiawan muda itu sebagai orang > yang punya disiplin ilmiah dengan mendasarkan pendapatnya pada pandangan > seorang ahli. Kemudian, Cak Nur menyampaikan pendapatnya sendiri. > > Cendekiawan muda ini sesumbar bahwa dia telah menundukkan Cak Nur > dengan pendapatnya. Begitu pluralisnya, dalam arti sopan dan santunnya Cak > Nur sehingga cendekiawan ini merasa Cak Nur telah menerima keyakinannya. > > Begitulah pluralisme diejawantahkan dalam pergaulan. Lawan yang tidak > sependapat pun merasa menghormati pendapatnya, bahkan merasa pendapatnya > diterima Cak Nur. "Inilah makna pluralisme," kata Cak Nur. > > Karena prinsip kebebasan itu, Paramadina bukanlah perkumpulan sektarian, > yang secara eksklusif mendukung pendapat tertentu. Lebih-lebih Paramadina > bukanlah gerakan kultus. Paramadina mendorong orang untuk dengan bebas > mengembangkan dan mendengar pendapat. Kemudian, setiap orang bebas pula > memilih yang terbaik di antaranya dengan bertanggung jawab dan tulus > mengikuti suara hati nurani. > > Tanggung jawab setiap orang di akhirat adalah bersifat pribadi mutlak, tanpa > ada jual-beli, persahabatan (kullah) ataupun perantara (syafaah). (lihat: QS > 2: 254). > *** > > Cak Nur meninggal dunia ketika orang takut kebebasan dan keberagaman > (liberal dan pluralisme). Pesan Cak Nur kepada teman-teman pendukung > Paramadina bisa juga menjadi seruan, sekaligus penjelasan bahwa paham > kebebasan dan pluralisme adalah hak dan anugerah primordial dari Sang Maha > Pencipta. > > Seorang Nurcholish Madjid, jejak pendapatnya selalu segar dan relevan. Bukan > dan tak perlu diterima sebagai yang paling benar, tetapi patut direnungkan, > dipertimbangkan untuk menjadi pilihan hati nurani. Semoga menjadi amal soleh > yang diterima Allah. > > *. Utomo Dananjaya, pengajar pada Universitas Paramadina di Jakarta, dikenal > sebagai teman dekat Cak Nur saat mencetuskan Gerakan Pemikiran Keislaman > pada 1970. > > > > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
