Wa'alaikum salam wr wb,

Memang Allah memerintahkan manusia untuk berpikir.
Tapi itu bukan berarti untuk melanggar firman Allah,
misalnya mengatakan semua agama sama benarnya, ini
bertentangan dengan ayat Al Qur'an:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah
hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang
telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang
ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat
hisab-Nya.” [Ali Imran:19]

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi.” [Ali Imron:85]

Atau menyebarkan paham halal nikah beda agama, ini
bertentangan dengan Al Qur'an:

"Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan
perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik;
dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan
oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik,
dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang
mukmin" [An Nuur:3]

"Hai orang-orang yang beriman, apabila datang
berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman,
maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih
mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu
telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman
maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada
(suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada
halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir
itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah
kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka
bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila
kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu
tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan
perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta
mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka
meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah
hukum Allah yang ditetapkanNya di antara kamu. Dan
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." [Al
Mumtahanah:10]

Merubah hukum waris, dsb.

Sengaja melanggar/mengingkari Allah/firman Allah yang
ada di Al Qur'an, berarti dia telah kafir.

Wassalam

--- "A. Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalammu'alaikum wr wb,
> 
> Judul tulisan "Penundukan Ajaran Agama di bawah
> Kendali Akal" yang dimuat 
> dalam milis [EMAIL PROTECTED]
> yang dinisbatkan kepada pemikiran cak Nur apakah
> tidak terlalu politis 
> daripada ilmiah?
> Sebab apabila kita ikuti perkembangan pemikiran cak
> Nur semenjak di Gontor, 
> IAIN Jakarta dan McGill Univ hingga ke Paramadina,
> pada hemat saya tidak 
> demikian kenyataannya.
> 
> Jalur pemikiran cak Nur sejak mula adalah usaha
> dalam menembus "kamar 
> dingin" pondok pesantren yang mengambil model
> pendidikan Timur-Tengah 
> sebagai blue print di Indonesia. Betapa dinginnya
> kamar tsb dapat kita lihat 
> dalam kejumudan pemikiran ummat Islam Indonesia dan
> keterbelakangan budaya 
> serta ekonomi yang menjadi kerangka bangunan
> masyarakat Muslim Indonesia.
> Kedinginan yang cenderung membeku tsb telah dipasang
> di kepala ummat Muslim 
> Indonesia bagaikan topeng baja sehingga ummat Muslim
> Indonesia tampak
> seperti saudara kembar Louise IVX yang dipenjarakan
> dalam sebuah penjara 
> bawah tanah menurut dongeng seorang penulis Perancis
> yang terkenal. Cak Nur
> dan teman-teman lainnya yang pada waktu awal Orba
> aktif dalam HMI dan 
> "Lingkaran Diskusi Limited Group" yang dipimpin oleh
> Dr. Mukti Ali TIDAK 
> BERTUJUAN menundukkan Al-Dinu Al-Islam di bawah
> kendali Akal, bahkan 
> sesungguhnya adalah hendak MEMPERGUNAKAN AKAL SEHAT
> dan bukan fanatisme yang 
> mengandalkan "take it for granted" sebagai peralatan
> memahami Al-Dinu 
> Al-Islam atas dasar firman-firman Allah swt yang
> telah diwahyukan (Cobalah
> kaji dengan baik-baik semua pemikiran teman-teman
> tadi).
> 
> Al-Quranu Al-Karim dengan tegas MEWAJIBKAN manusia
> mempergunakan 
> akal-fikiran, hati dan peralatan penginderaan untuk
> digunakan memahami 
> ayatullah, tanda kemahakuasaan Allah swt yang
> tersebar di alam semesta
> seisinya. Ini berarti manusia harus melakukan
> penyelidikan terhadap 
> bagaimana unta dilahirkan, manusia diciptakan, angin
> dihembuskan, 
> gunung-gunung dipancangkan dsb dsb. Dan apabila
> telah faham maka akan dapat 
> secara sadar dan sukarela BERISLAM kepada Allah swt
> saja. Dapatkah kita 
> mengerti ini semua hanya dengan mempergunakan
> FANATISME terhadap Al-Dinu
> Al-Islam sebagai satu-satunya Al-Din yang diridzhoi
> Allah swt sebagaimana 
> yang telah terjadi selama hampir limabelas abad ini?
> Rasulullah Muhammad saw 
> semasa kanak-kanaknya tidak dapat mengerti mengapa
> para kakek, paman, 
> saudara-saudara sepupunya mengabdi berhala-berhala
> yang digantungkan di 
> dinding Ka'bah atau ditaruh di sekitarnya. Apa
> sebabnya? Karena beliau
> sekalipun masih dalam masa kanak-kanak sudah mampu
> mempergunakan 
> akal-fikiran dan seluruh perlengkapan penginderaan
> serta hati sucinya untuk 
> dengan sadar dan sukarela mengenal kepalsuan
> ilah-ilah yang diabdi itu dan
> MENCARI ilah yang pantas diabdinya. Beliau TIDAK
> menyandarkan diri kepada 
> fanatisme tradisi sukunya yang sudah berabad-abad
> melaksanakan pengabdian 
> kepada berhala. Dan penyelewengan dari TRADISI
> nenek-moyang bagi masyarakat 
> nomad Timur-Tengah pada waktu itu tidak dapat
> ditolerer. Jadi resiko yang 
> beliau ambil sungguh tak terbayangkan bagi seorang
> bocah, ini berkat beliau 
> berfikir dan mempergunakan akalnya.
> 
> Cak Nur dalam menempuh karier keilmuan dalam
> hidupnya memang mengetengahkan 
> beberapa pemikiran yang pada hemat saya cenderung
> menerima beberapa gagasan 
> teologis dan sosial-politik kebudayaan Barat (yang
> dicerminkan di dalam 
> pandangan filsafat Yunani), sebagaimana yang menjadi
> kontroversi pemikiran 
> di Indonesia dewasa ini. Kebudayaan Barat dan
> realisasinya dalam masyarakat 
> Barat telah menyebabkan beberapa pemikir Muslimin
> seperti cak Nur menyangka 
> bahwa idea-idea Al-Quranu Al-Kariim tentang
> masyarakat Muslim telah 
> DILAKSANAKAN di Barat. Sangkaan demikian ini hanya
> sebagian dari kenyataan 
> yang dapat kita tanggap yang ada di Barat (Allah swt
> berfirman agar kita 
> meyakini adanya realitas GHOIB atau bahasa modernnya
> "ketiadaan informasi").
> Sebab bimbingan pokok ideologi pembangunan
> masyarakat Barat BUKAN ideologi 
> Al-Dinu Al-Islam dan BUKAN Al-Quranu Al-Kariim. Dan
> IDEOLOGI pembimbing 
> inilah yang akan menentukan AHIRAT (hari depan) dari
> realitas DUNYA (saat 
> ini) yang telah dicapai (ingat do'a yang selalu kita
> ucapkan Robbana aatina 
> fii DUNYA hasanatan wa fii al-AHIROTI hasanatan wa
> qiina 'adzabanaar). 
> Gejala munculnya ISLIB dan pemikir Muslimin seperti
> cak Nur dll serta 
> kecenderungan dalam tubuh masyarakat Muslimin
> Indonesia dewasa ini adalah 
> pengulangan kejadian sejarah semasa kesadaran
> nasional Indonsia yang baru 
> tumbuh bergulat melawan belenggu kolonialisme
> Belanda di mana beberapa tokoh 
> Muslimin Indonesia pada zaman penjajahan Belanda
> dahulu menyangka bahwa 
> Sosialisme dan Komunisme merupakan usaha realisasi
> ide-idea Al-Dinu Al-Islam
> dalam jajaran keadilan sosial dan kesetaraan
> politik. Sehingga banyak 
> anggota Syarekat Islam (SI) bergabung ke dalam
> Partai Komunis Hindia (PKI) 
> dan ISDV (Indiesche Sociaal Democratische
> Vereneging).
> 
> Usaha penyegaran kembali pemikiran kaum Muslimin
> untuk mengembangkan 
> wawasannya menerobos lembaran-lembaran buku-buku
> pelajaran yang disusun di
> abad-abad lalu bagi masyarakat yang jauh letaknya
> secara geografis dengan 
> kepulauan Indonesia sebagai suatu fakta sejarah
> (KEHENDAK ALLAH SWT) adalah 
> urgen dan penting demi kemaslahatan masyarakat dan
> ummat Muslimin Indonesia 
> dan usaha ini telah menghasilkan pemikir-pemikir
> sekaliber cak Nurcholis
> Majid PhD, Dr Mukti Ali, Prof Dawam Raharjo dll
> (maafkan yang tak 
> tersebutkan saking banyaknya). Marilah kita semua
> bersyukur kepada Allah swt
> yang telah berkehendak MENGUBAH pemahaman kaum
> Muslimin Indonesia terhadap 
> Al-Din yang dipeluknya kearah yang DIKEHENDAKINYA
> dalam firman-firman 
> Al-Quranu Al-Kariim. Kesadaran untuk mempergunakan
> AKAL, FIKIRAN, HATI dan
> SELURUH PERALATAN PENGINDERAAN guna memahami
> ayat-ayat Allah swt yang telah 
> diwahyukan kepada langit dan bumi serta seluruh
> isinya merupakan permulaan 
> dari perjalanan demi merealisasi idaman kaum
> Muslimin Indonesia membangun 
> Masyarakat Adil dan Makmur, Aman dan Sentausa di
> bumi Indonesia yang
> dirizhoi Allah swt, TUHAN YANG MAHA ESA.
> 
> Wassalam,
> A.M
> > _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke