| Bisa dikatakan, dari 20 lebih judul buku yang
telah diterbitkannya, buku ini adalah karya terbesar Adian Husaini. Dengan
format perwajahan yang menarik dan “excellent”, buku ini dengan mudah
menarik minat pembaca.
Judul: “Wajah
Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi
Sekular-Liberal” Penulis : Adian Husaini Penerbit: Gema
Insani Press Tahun : 2005 Hal: 426 Harga: Rp 77.900
(hardcover)
“Isinya luar
biasa,” kata Ir. Munawar, mantan aktivis mahasiswa ITS yang pernah aktif
sebagai wartawan Majalah Gamma dan kini bekerja di sebuah kantor
konsultan. Munawar mengaku menyarankan teman-temannya untuk membeli buku
ini.
Tidak hanya dari
kalangan kampus yang ‘terpikat’ dengan buku terbaru dari Adian ini. Tokoh
ulama Betawi, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii, setelah membacanya,
kemudian memborong 20 buku untuk dibagikan kepada para tokoh dan ulama di
Jakarta. Menurut Kyai Rosyid, mereka perlu membaca buku ini. Buku ini
sangat bermanfaat untuk memahami akar permasalahan yang dihadapi umat
Islam Indonesia dewasa ini, khususnya yang sedang disekulerkan dan
diliberalkan secara habis-habisan.
Respon seperti ini
memang tidak seperti biasanya. Secara ilmiah, buku Adian ini terbilang
cukup berat, sarat dengan data-data ilmiah, baik data sejarah maupun data
aktual, yang mendukung analisanya. Tetapi, seperti biasanya, penulis mampu
menyajikannya dengan gaya bahasa yang mengalir dan populer. Tidak
berlebihan, jika cendekiawan muda yang juga wakil Rektor di Universitas
Paramadinamulya, Dr. Yudi Latief, memuji karya Adian ini.
“Adian Husaini adalah
sedikit dari pemikir muda Islam yang memahami oksidentalisme secara luas,
dengan keberaniannya untuk mengambil posisi pemikiran yang tidak populer
di tengah arus-utama cendekiawan Muslim yang cenderung membenarkan
paham-paham yang kuat, meski belum tentu benar,” tulis Yudhi Latief,
alumnus Australian National University, pada sampul belakang buku
ini.
Senada dengan Dr. Yudhi
Latief, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, guru besar di Universiti Kebangsaan
Malaysia, juga menyebut buku Adian ini termasuk buku langka. Menurut Wan
Mohd Nor, yang juga alumnus Chicago University, di wilayah Melayu, hampir
tidak terdapat karya asli yang menayangkan begitu banyak fakta dari
pelbagai sumber yang serius dan populer, seperti dilakukan oleh Adian
dalam buku ini.
Buku Adian ini
merangkum ide-idenya selama puluhan tahun tentang Barat, sekularisme,
liberalisme, Yahudi, Kristen, dan sebagainya, yang telah ditekuninya
selama puluhan tahun. Menurut Adian, sejak di bangku SMP dia sudah
tertarik membaca tulisan-tulisan yang kritis terhadap gagasan-gagasan
sekularisasi, melalui majalah Panji Masyarakat pimpinan Prof. Hamka.
Buku ini utamanya
ditujukan kepada kalangan cendekiawan dan akademisi Islam di kampus-kampus
Islam, yang sedang “terpesona” dan “terhegemoni” oleh pemikiran
Barat dalam studi Islam (Islamic Studies).
Menurut penulis,
setelah mengujungi berbagai perguruan tinggi Islam dalam dua tahun
terakhir, ada fenomena yang mencengangkan; sesuatu yang kira-kira 10 tahun
lalu, tidak terbayangkan oleh banyak cendekiawan Muslim Indonesia. Di
beberapa perguruan tinggi dan pondok pesantren, paham pluralisme
agama, metode hermeneutika dalam studi al-Quran, liberalisme moral, dan
sebagainya sudah menyebar, laksana virus atau “penyakit menular” yang
ganas.
Paham-paham dan
pemikiran yang membongkar asas-asas Islam, bahkan yang terang-terangan
melecehkan Islam, mendapatkan sokongan luas di kalangan dosen dan
mahasiswa perguruan tinggi Islam.
Melalui bukunya ini,
Adian berusaha menyadarkan, bahwa “peradaban Barat” yang dijadikan
sandaran kaum sekular-liberal, tidaklah seindah yang mereka bayangkan.
Namun, Adian menekankan pentingnya bersikap jujur dan fair terhadap Barat,
dan tidak bersikap apriori. Banyak hal yang bisa diambil dari peradaban
Barat yang kini menguasai umat manusia. Tetapi, banyak juga, khususnya
yang berkaitan dengan pandangan hidup (worldview), yang tidak
dapat diterima.
Untuk lebih jelasnya,
silakan membaca buku “luar biasa” yang secara resmi akan diluncurkan
dan dibedah di Senayan pada 1 Juli nanti.
|