salam utk semua temans sblmnya dimana saat & stlh
shaum hening banget milist ini. dan kini gaung kembali
... ;-)
---

menghukumi org itu susah-susah gampang, apakah si
Fulan itu kafir, munafik, mu'min, musyrik dlsbgnya.
tapi yg pasti adanya semua sebutan itu berkenaan dgn
sikap & perilaku apakah bersesuaian/tidak dgn agama. 

kalau mau di-short agk umum, julukan plg berat resiko
itu syrik, yaitu sikap/perilaku ssorg yg bisa
ditafsirkan sbg pensekutuan Allah SWT dgn sesuatu yg
lain. walau sedemikian sederhana definisinya namun sgt
prinsip shg tak ada satupun amalan manusia atw sgt
sedikit sekali manusia terbebas dari unsur kesyirikan
kecuali atas maghfirahNya.

kedua adlh kufur, yaitu tertutupnya jiwa ssorg dr
hidayah. munafik adlh bagian dr sifat kufur itu
sendiri. dan sebutan mu'min itu lbh pantas bagi org yg
dikaruniai jiwa terbuka utk mau terima nasehat baik &
amalkannya. tentu nasehat dimaksud adlh yg miliki
acuan jelas (Qur'an & hadist).

tiap julukan itu membawa konsekuensi. kalau kafir &
musyrik, sdh tak perlu dibahas, kiranya semua sdh tahu
tapi bagi muslim (yg kebnayakan org macam kita-kita
inilah)

seorg yg tlh bersyahadat tapi enggan shalat, tdk bisa
dikatakan mu'min semata-mata karena jiwanya kufur
(tertutup, ingkar) thd hidayah, petunjuk, nasehat atw
wasiat org2 shaleh sblmnya bahwa shalat itu manfaat
buat sendiri. 

demikian enggan zakat, utk bersihkan haq hartanya &
jiwanya dr kikir. keengganan itu adlh kekafirannya akn
syari'at zakat walau ini shalat dgn sangat patuh,
tertib & khusyu'.

ada juga muslim gak shalat/zakat/shaum tapi buaiknya
dg ttga nggak ketulungan. hisab amalannya ya sebatas
yg bukan 3 hal itu. sebrpa besar porsi pahala &
manfaat amalannya kelak di yaumil akhir? Allah SWT
sendiri yg ganjar. mu'min hanya tahu org perilaku spt
itu adlh kufur dan dikenai KEWAJIBAN
mengajak/mengingatkan.

dan adlh haq Allah SWT kalau Dia mem-bagaidebu-kan
hingga mudah lenyap dihembus semua nilai amalan baik
sseorg ini karena haq-Nya utk disembah diingkari.
bukan soal kenapa Allah SWT 'butuh' disembah sebab
walau tak satupun manusia patuh, Dia tetap sbg
diriNya: maha perkasa (al-Jabaar) & maha mulia
keadaanNya (al-Maajid). 

tapi relakah ssorg ta'at aturanNya ATAU akan dipaksa
oleh keadaan yg amat sulit tanpa ada yg dpt membantu?
mustahil org hidup dunia selalu ceria walau sanggup
bayar sejuta pelawak yg utk hibur dirinya setiap saat
... ;-)
---

seruan "sembahlah Allah SWT", itu buanyak sekali dlm
Qur'an. dr yg ditujukan pd manusia misalnya
[al-Baqarah:21] hingga org beriman. cara penyembahan
kaum mu'min mesti ada ruku' & sujud (KECUALI bg yg
'uzur), dan ini utk bedakan cara muslim dgn non-.

a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,

Hai orang-orang yang beriman, RUKU'-lah kamu,
SUJUD-lah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah
kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
(al-Hajj:77)*



salam,
Fahru
--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hukum Orang yang Meninggalkan Sholat
> 
> Pembicaraan tentang hukum orang yang meninggalkan
> sholat tidak keluar dari dua permasalahan.
> 
> Pertama, para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang
> meninggalkan sholat dalam keadaan mengingkari dan
> menentang akan kewajibannya adalah kafir dan keluar
> dari agama Islam.
> 
> Kedua, perselisihan para ulama terjadi pada hukum
> orang yang meninggalkan sholat karena bermalas-malas
> dan menyibukkan diri dengan selainnya tanpa memiliki
> udzur, tetapi masih meyakini tentang kewajibannya
> (sholat).
> 
> Maka dalam hal ini, sebagian ulama ada yang
> mengkafirkannya, di antaranya Imam Ahmad, Ibnul
> Mubarok, dan yang lainnya. Demikian pula sebelumnya
> dari kalangan para sahabat seperti Umar ibnul
> Khoththob, Abu Hurairoh, Ibnu Mas'ud, dan yang
> lainnya. Berdalil dengan hadits Jabir, "Pembeda
> antara
> seseorang dengan kekafiran ialah meninggalkan
> sholat."
> (HR Muslim) dan berdalil juga dengan atsar Abdullah
> ibnu Syaqiq, ia berkata, "Mereka para sahabat tidak
> melihat satu amalan pun yang apabila ditinggalkannya
> menyebabkan kafir selain amalan sholat."
> 
> Adapun pendapat yang lainnya, tidak mengkafirkannya,
> akan tetapi menghukuminya dengan fasiq. Dan ini
> pendapat jumhur salaf dan khalaf, di antaranya Imam
> Malik, Asy Syafi'i, dan Abu Hanifah. Berdalil dengan
> ayat, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
> syirik dan mengampuni dosa selainnya bagi yang
> dikehendaki-Nya." 
> Dan berdalil dengan hadits-hadits, di antaranya
> hadits
> yang dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Al
> Jaami',
> bahwa Allah mewajibkan atas hambanya sholat lima
> waktu, barangsiapa yang melaksanakannya maka Allah
> memiliki janji untuknya yakni akan dimasukkan ke
> dalam
> jannah dan jika sebaliknya maka Allah tidak memiliki
> janji untuknya. Jika Dia (Allah) berkehendak akan
> mengadzabnya, dan jika Dia berkehendak akan
> memasukkannya ke dalam jannah.
> 
> Jumhur ulama mentafsirkan pernyataan "kufur" yang
> terdapat dalam hadits-hadits tentang orang-orang
> yang
> meninggalkan sholat adalah kufur amali yang tidak
> mengeluarkan pelakunya dari agama selama dia
> meninggalkannya karena bermalas-malas dan bukan
> karena
> menentang hukum wajibnya.
> Wal 'ilmu indallah. 
>
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=128
> 
> Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis
> Ekonomi Nasional
> Kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in
> one click.
> http://farechase.yahoo.com
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 





        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke