HAJI ISRAIL Bismillaah, Ar-Rahmaan,
Ar-Rahiim. Haji Israil sesungguhnya adalah dua kata yang berbeda tetapi memiliki makna yang hampir bersamaan. Saya suka memilihnya sebagai judul tulisan ini, karena di dalam pendengaran telinga kita memiliki arti-konotasi yang berlawanan, yang tentu akan menjadi menarik untuk dibahas. Kata kita, tak mungkin orang israil menjadi haji, karena orang israil memusuhi ajaran Nabi Muhammad. Benarkah ? Israil adalah dua kata yang berbeda juga. Isra adalah bahasa Arab yang berarti berpindah atau pergi. il adalah kata bahasa Ibrani yang bermakna Allah azza wa jalla. Jadi Israil adalah orang yang berpindah (berhijrah menuju) kepada Allah azza wa jalla. Akan tetapi Israil, menurut sebagian ahli tafsir seperti Al-Jauzi dan Ibnu Katsir, adalah nama lain dari Nabi Yacub. Haji untuk kata benda adalah orang yang
melaksanakan haji. Haji dalam kata kerja bermakna orang yang memenuhi perintah
tuhan mereka dengan cara merekonstruksi dirinya dalam sikap, perilaku dan
perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh keluarga Nabi Ibrahmi di masa
lampau. Nah, maka jangan heran bila di masa-masa ke depan akan
semakin banyak kita jumpai orang-orang Israil yang melaksanakan haji di bulan
haji bersama-sama kita umat Islam lainnya. Mengapa ? Karena mereka sudah kembali
kepada perjanjian dengan tuhan mereka, yaitu Allah, mereka menjadi muslim yang
sejati bersama-sama kita yang akan dengan senanghati dan ikhlas menjadi muslim
yang mukhlisiin. As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa
barakatuh. Medan, 2 Desember
2005. Es-em.
|
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
