kalau "othak-athik mathuk" model begini gimana ??
biar rame milisnya.....
Metode Pendekatan Satu Kutub dalam Mengkaji Ayat Qawliyah dan Ayat
Kawniyah.
Sumber informasi: ayat qawliyah (Al Quran) dan ayat kawniyah (alam syahadah).
Sikap: skeptis terhadap hasil pemikiran manusia
Langkah-langkah:
1. Iqra bismi Rabbik, artinya: bacalah atas nama Maha Pengaturmu (96:1); yang
dibaca atau diobservasi adalah sumber informasi: ayat qawliyah dan ayat
kawniyah;
2. Penafsiran dengan memperhatikan ayat qawliyah dan ayat kawniyah, yang
outputnya tafsir hasil buah pikiran manusia;
3. Ujicoba tafsir diperhadapkan pada ayat qawliyah serta hadits shahih dan ayat
kawniyah atau salah satu di antara keduanya, yang outputnya pengungkapan
sunnatuLlah yang spesifik.
Sesuai dengan judul di atas maka mu'jizat Al Quran akan ditunjukkan dengan
Metode Pendekatan Satu Kutub (MPSK) yang akan diaplikasikan dalam mengkaji
sumber informasi ayat qawliyah, yaitu ayat (11 s/d 30) dari surah al
Muddatstsir. Supaya jelas, yang berikut ini ini dituliskan arti paket ayat (11
s/d 30) dari surah al Muddatstsir.
(11)Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang telah Kuciptakan sendiri.
(12)Dan Aku jadikan baginya harta yang banyak.
(13)Dan anak-anak yang selalu bersamanya.
(14)Dan kulapangkan baginya selapang-lapangnya.
(15)Kemudian ia ingin sekali agar Aku menambahnya.
(16)Sekali-kali tidak, karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami.
(17)Aku membebaninya dengan mendaki yang memayahkan.
(18)Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan.
(19)Maka celakalah ia bagaimana menetapkan.
(20)Kemudian celakalah dia bagaimana menetapkan.
(21)Kemudian memperhatikan.
(22)Sesudah itu dia bermasam muka dan merengut.
(23)Lalu dia berpaling dan menyombongkan diri.
(24)Lalu dia berkata: Ini tidak lain dari sihir yang dipelajari.
(25)Ini tidak lain dari perkataan basyar.
(26)Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.
(27)Tahukah kamu apakah Saqar itu.
(28)Tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
(29)Sengatan bagi basyar.
(30)Padanya sembilan belas.
Sebagaimana yang ditafsirkan orang pada umumnya, yang dimaksud dengan sembilan
belas dalam ayat 30 adalah jumlah malaikat penjaga neraka Saqar, yaitu dengan
menunjuk kepada ayat 31, yang artinya: Kami tidak adakan penjaga neraka itu
melainkan malaikat-malaikat dan Kami tidak adakan bilangan mereka melainkan
untuk fitnah ba gi orang-orang kafir.
Bertolak dari sikap ragu terhadap penafsiran manusia, diragukan bahwa ayat
30 menunjuk kepada ayat 31, oleh karena: Pertama, ayat (11 : 30) merupakan satu
paket, artinya antara ayat 30 dengan ayat 31 tidak diturunkan bersama-sama
dalam satu waktu, melainkan dalam waktu yang berbeda, karena diantarai oleh
turunnya ayat-ayat yang lain. Kedua, neraka dalam ayat 31 menunjuk kepada neraka
pada umumnya, sedangkan ayat 26 hanya menunjuk kepada neraka yang khusus yaitu
Saqar. Ketiga angka 19 tidak menunjuk substansi tertentu, 19 adalah murni
bilangan, jadi terbuka untuk menunjuk substansi apa saja.
Untuk itu sesuai dengan MPSK ditempuhlah langkah-langkah yang dimulai dengan
observasi. Adapun observasi ini harus dimulai dari Asbabun Nuzul. Gunanya ialah
untuk mendapatkan "Kalimat Topik" dari paket ayat yang diturunkan itu. Menurut
Ibnu Jurair dan Ibnu Abdil A'la, sebuah riwayat yang berasal dari Ikrimah
sebagai berikut:
"Pada suatu waktu Al Walid ibn Al Mughirah datang kepada Nabi Muhammad SAW, maka
Nabipun membaca beberapa ayat Al Quran. Rupanya bunyi atau isi ayat itu dapat
menguasai pikiran Al Walid. Ketika Abu Jahil mendapat kabar bahwa Al Walid mulai
terpengaruh, segera ia menemui Al Walid. Lalu ia berkata: 'Kini keluarga
persukuanmu tengah mengumpulkan harta bantuan untuk-mu.' 'Untuk apa itu?' jawab
Al Walid. 'Memang untuk diberikan kepadamu, sebab engkau telah mendekati
Muhammad, karena hendak mengharapkan hartanya.'
Demikianlah provokator Abu Jahil mengejek-ejek Al Walid untuk membangkitkan jiwa
angkuh Al Walid, sebab Abu Jahil kenal betul bahwa Al Walid ini sangat bangga
dengan kekayaannya. Mendengar ejekan itu Al Walidpun berkata: 'Orang Quraisykan
tahu bahwa akulah yang terkaya di antara mereka.' 'Oh, kalau begitu,' kata
Abu Jahil selanjutnya, 'cobalah terangkan kepada kaum-kaummu itu bahwa engkau
membantah dan membenci Muhammad.' Al Walid menjawab: 'Apakah gerangan yang aku
ucapkan tentang Muhammad? Tak seorang juga di antara kaum (orang Quraisy) ini
yang lebih pandai dari aku tentang syair, nyanyi ataupun kalimat jampi-jampi.'
Kata Abu Jahil pula: 'Kaummu tidak akan senang, kalau engkau tidak membuat satu
kata ejekan tentang Muhammad itu.' 'Kalau begitu biarlah aku pikirkan
sebentar,' jawab Al Walid. Sehabis berpikir ia berkata: 'Yang dikatakan
Muhammad itu tak lain dari sihir yang diterimanya dari orang lain. Itu tidak
lain hanya ucapan manusia belaka.' Tak lama kemudian, Allah menurunkan ayat 11
sampai dengan ayat 30 surah al Muddatstsir."
Dari Asbabun Nuzul tersebut dapatlah kita simpulkan bahwa kalimat topik dalam
paket ayat (11 s/d 30) adalah ayat 24 dan 25. Lalu dia berkata: Ini tidak lain
dari sihir yang dipelajari. Ini tidak lain dari perkataan basyar. Kata basyar
ini tidak diterjemahkan, sebab kita akan mengungkapkan ma'nanya dengan cara
mempergunakan Al Quran sebagai kamus (prinsip ayat menjelaskan ayat).
Langkah selanjutnya adalah observasi tentang arti basyar. Observasi ini
berlandaskan pada prinsip ayat menjelaskan ayat seperti dikemukakan di atas.
Adapun ayat-ayat yang mengandung kata basyar adalah seperti berikut:
-1-Maryam berkata Ya Tuhanku,betapa mungkin aku mempunyai anak,padahal aku belum
pernah disentuh basyar (3:47).
-2-Tidak wajar bagi basyar yang Allah berikan kepadanya kitab hikmah dan
kenabian (3:79).
-3-Berkata orang-orang Yahudi dan Nasrani, kami adalah anak-anak Allah dan
kekasih-kekasihNya. Katakan: Mengapa Allah menyiksamu karena dosa-dosamu? Namun
kamu adalah basyar di antara ciptaanNya (5:18).
-4-Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di
kala mereka berkata: Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada basyar (6:91).
-5-Berkata para pemimpin orang-orang kafir di antara kaumnya: Tidak kami lihat
kau melainkan sebagai basyar seperti kami (11:27).
-6-Tatkala (perempuan-perempuan) itu melihatnya, mereka mengaguminya dan mereka
mengiris tangannya dan berkata: Maha Sempurna Allah, ini bukanlah basyar, ini
tak lain dari malaikat yang mulia (12:31).
-7-Mereka berkata: Kamu tidak lain dari basyar seperti kami(14:10).
-8-Rasul-rasul mereka berkata: Kami tidak lain hanyalah basyar seperti kamu
(14:11).
-9-Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat: Sesungguhnya aku akan
menciptakan basyar dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk
(15:28).
-10-Berkata (Iblis): Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada basyar dari tanah
liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk (15:33).
-11-Dan sesungguhnya Kami mengetahui mereka berkata: Sesungguhnya (Al Quran) itu
diajarkan oleh basyar kepadanya (16:103).
-12-Katakanlah: Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya basyar yang menjadi
Rasul (17:93).
-13-Mereka berkata: Apakah Allah mengutus basyar menjadi Rasul (17:94).
-14-Katakanlah: Sesungguhnya aku ini basyar yang diwahyukan kepadaku: Bahwa
sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa (18:110).
-15-Dan Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, menjelma di hadapannya
(dalam bentuk) basyar yang sempurna (19:17).
-16-(Maryam) berkata: Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang
tidak pernah ada basyar yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina(19:20).
-17-Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat basyar
(19:26).
-18-Yaitu mereka yang zalim berkata: Apakah ini tidak lain dari basyar seperti
kamu (21:3).
-19-Dan Kami tidak jadikan abadi bagi basyar sebelum kamu (21:34).
-20-Maka berkata para pemuka orang kafir di antara kaumnya: Tidaklah ini kecuali
basyar seperti kamu (23:24).
-21-Tidaklah ini melainkan basyar seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu
makan, dan minum dari apa yang kamu minum (23:33).
-22-Dan sesungguhnya jika kamu taat kepada basyar yang seperti kamu,
sesungguhnya bila demikian, kamu benar-benar akan rugi (23:34).
-23-Maka kata mereka: Apakah (patut) kita percaya kepada dua basyar yang seperti
kita, padahal kaum kedua mereka itu menghambakan diri kepada kita (23:47).
-24-Dan Dialah Yang menciptakan basyar dari air dan dijadikanNya keturunan dan
keluarga besar dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa (25:54).
-25-Tidaklah kamu melainkan basyar seperti kami (26:154).
-26-Tidaklah kamu melainkan basyar seperti kami. (26:186)
-27-Dan di antara ayat-ayatNya: Yaitu diciptakanNya kamu dari tanah, kemudian
tiba-tiba kamu (menjadi) basyar yang berkembang biak (30:20).
-28-Mereka berkata: Kamu tidak lain dari basyar seperti kami (36:15).
-29-Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat: Sesung guhnya Aku akan
menjadikan basyar dari tanah (38:71).
-30-Katakanlah: Sesungguhnya saya hanyalah basyar seperti kamu diwahyukan
kepadaku bahwa Tuhan kamu, Tuhan Yang Esa (41:6).
-31-Dan tidaklah bagi basyar bahwa Allah berkata dengannya kecuali dengan
perantaraan wahyu, atau di belakang tabir, atau dengan mengutus seorang utusan,
lalu diwahyukan kepadanya dengan seizinNya (42:51).
-32-Maka mereka berkata: Apakah basyar di antara kita (54:24).
-33-Maka mereka berkata: Apakah basyar yang memberi petunjuk kepada kami(64:6).
-34-Ini tidak lain dari perkataan basyar (74:25).
-35-Lawwaahah bagi basyar (74:29).
-36-Dan tidaklah itu melainkan peringatan bagi basyar (74:31).
-37-Peringatan bagi basyar (74:36).
Dari ke-37 ayat yang mengandung kata basyar, 4 di antaranya dalam surah al
Muddatstsir. Selain surah al Muddatstsir, 29 (no.urut 35 dalam daftar Di
atas), ke-36 ayat yang lain kata basyar jelas-jelas berarti ciptaan Allah yang
masih hidup di atas muka bumi ini. Hanya manusia yang sudah mati saja
yang akan menghuni neraka Saqar. Dari hasil observasi jelaslah bahwa menurut
pengertian yang diberikan oleh Al Quran sendiri yang digunakan sebagai kamus,
kata basyar berarti makhluk manusia yang berdarah daging yang makan dan minum,
berkembang biak, mempunyai keturunan dan berkeluarga yang masih hidup di atas
muka bumi ini.
Mari kita fokuskan kepada ayat-ayat ini:
(26)Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.
(27)Tahukah kamu apakah Saqar itu.
(28)Tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
(29)Sengatan bagi basyar.
(30)Padanya sembilan belas.
Karena hanya orang mati saja yang akan dimasukkan Allah ke dalam neraka Saqar,
maka hanya ayat (27), dan ayat (28) saja yang merupakan penjelasan terhadap ayat
(26).
Maka pertanyaan yang timbul adalah: sengatan bagi basyar itu berupa apa?
Perhatikanlah Firman Allah: Innaa Nahnu Nazalnaa dzDZikra waInnaa Lahu-
Lahaafizhuwn (S. AlHiJr, 15:9), artinya: Sesungguhnya telah Kami turunkan Al
Dzikr (Al Quran) dan seungguhnya Kami memeliharanya. Cara Allah memelihara Al
Quran salah satunya ialah: 'Alayhaa Tis'ata 'Asyar, Padanya sembilan belas.
Allah SWT memberikan kepada kita alat kontrol berupa sistem keterkaitan
matematis angka 19, disingkat dengan "sistem-kontrol angka 19". Yang dikontrol
adalah jumlah bilangan dalam Surah, ayat, bahkan huruf. Jadi sengatan bagi
basyar bermakna siapa saja basyar yang mencoba untuk mengatakan bahwa Al Quran
itu karangan manusia seperti ucapan Al Walid ibn Al Mughirah yang menjadi topik
paket ayat (11-30), yaitu ayat (24,25), atau mengganggu kemurnian Al Quran, maka
kepadanya diberi sengatan dengan "sistem-kontrol angka 19", 'Alayhaa Tis'ata
'Asyar.
Yang ditunjuk oleh nya, Haa dalam 'Alayhaa Tis'ata 'Asyar adalah muannats
(gender perempuan), sehingga semua kitab-kitab tafsir mengatakan bahwa yang
ditunjuk itu adalah neraka Saqar (neraka termasuk jenis kata gender perempuan).
Seperti dikemukakan sebelumnya, bertolak dari sikap ragu terhadap penafsiran
manusia, diragukan bahwa ayat 30 menunjuk kepada ayat 31. Akan diulang lagi
keberatan kita seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu:
Pertama, ayat (11 s/d 30) merupakan satu paket, artinya antara ayat 30 dengan
ayat 31 tidak diturunkan bersama-sama dalam satu waktu, melainkan dalam waktu
yang berbeda, karena diantarai oleh turunnya ayat-ayat yang lain.
Kedua, neraka dalam ayat 31 menunjuk kepada neraka pada umumnya, sedangkan ayat
26 hanya menunjuk kepada neraka yang khusus yaitu Saqar. Setelah diadakan
observasi mengenai Asbabun Nuzul paket ayat (11 - 30) dan menghasilkan
kesimpulan bahwa kalimat topik adalah ucapan Al Walid yang dipateri Allah SWT
dalam kedua ayat dalam surah alMuddatstsir, 25 dan 26,
Ketiga, angka 19 tidak menunjuk substansi tertentu, 19 adalah murni bilangan,
jadi terbuka untuk menunjuk substansi apa saja, maka kita tambah lagi dua
keberatan.
Keempat, setelah mengadakan pelacakan makna kata basyar dengan Al Quran yang
dijadikan kamus, kata basyar jelas-jelas berarti ciptaan Allah yang masih hidup
di atas muka bumi ini. Hanya manusia yang sudah mati saja yang akan
menghuni neraka Saqar. Jadi basyar tidak disengat oleh neraka Saqar, maka hanya
ayat (27), dan ayat (28) saja yang merupakan penjelasan terhadap ayat (26).
Kelima, jika ayat 'AlayHaa Tis'ata 'Asyar, padanya sembilan belas, menunjuk pada
neraka Saqar, maka tuduhan Al Walid bahwa Al Quran adalah sihir yang dipelajari
dan itu adalah ucapan manusia, tidaklah terjawab sama sekali. Namun apabila ayat
'AlayHa- Tis'ata 'Asyar menunjuk pada Al Quran sebagai jawaban tuduhan Al Walid,
ada pula keberatannya, oleh karena yang ditunjuk oleh nya,Haa adalah muannats
(gender perempuan), sedangkan Al Quran adalah dari jenis kata mudzakkar (gender
laki-laki), sehingga semestinya alayHi, bukan alayHa.
Dalam qaidah bahasa Arab jenis kata muannats menunjukkan sebahagian dari
keseluruhan, sedangkan jenis kata mudzakkar menunjukkan keseluruhan. Seperti
misalnya kata jenis mudzakkar Malak menunjukkan secara keseluruhan makhluq Allah
yang diciptakan dari cahaya, sedangkan kata jenis muannats Mala-ikah menunjukkan
sebagian dari makhluq Malak tersebut. [Dalam kosa kata bahasa Indonesia malaikat
diadopsi dari Malak dan Mala-ikah]. Maka Haa dalam 'alayHaa hanya menunjuk
kepada sebahagian isi Al Quran, artinya tidak keseluruhan Al Quran itu
mengandung angka 19, hanya beberapa ayat dalam beberapa Surah saja.
Kesimpulannya, ayat 'AlayHaa Tis'ata 'Asyar, artinya padanya sembilan belas,
adalah jawaban atas tuduhan Al Walid yang mengatakan bahwa Al Quran itu tidak
lain dari sihir yang dipelajari dan tidak lain dari perkataan basyar.
Alhasil, penafsiran di atas itu sangat berbeda dengan penafsiran yang umum.
Bahwa angka 19 itu bukan jumlah Malaikat (sebagian dari Malak) penjaga neraka,
melainkan angka 19 itu ada di dalam sebagian dari isi Al Quran. Maka menurut
MPSK, penafsiran tentang angka 19 itu harus diuji-coba.
Uji-Coba Angka 19 dalam Al Quran
1. Kalimah Basmalah; terdiri atas huruf-huruf: (1)Ba, (2)Sin, (3)Mim, (4)Alif,
(5)Lam, (6)Lam, (7)Ha, (8)Alif, (9)Lam, (10)Ra, (11)ha, (12)Mim, (13)Nun,
(14)Alif, (15)Lam, (16)Ra, (17)ha, (18)Ya, (19)Mim, jumlahnya 19. Dalam kalimah
Basmalah ini kelihatan betul bahwa apa yang disebut dengan ejaan Utsmani adalah
atas petunjuk dari Allah SWT, yaitu ada dua huruf Alif yang dicopot keluar dari
sistem kalimah Basmalah. Alif yang pertama Dicopot dari sistem Ba, Sin, Mim,
sebab bukankah kata ini berasal dari bi + ismun? Sehingga seharusnya dituliskan
Ba, Alif, Sin, Mim, seperti dalam ayat iqra bismi rabbika dalam surah AL'ALQ
(kita akan bertemu lagi nanti surah AL'ALQ ini). Alif yang kedua dicopot dari
arRahma-n, sebab bukankah bunyi ma- Itu harus dipanjangkan dengan alif? Sehingga
semestinya dituliskan Alif, Lam, Ra, ha, Mim, Alif, Nun. Maka demikianlah,
padanya 19, kita lihat bahwa nya, Haa menunjuk pada kalimah Basmalah yang
semestinya terdiri atas 21 huruf, tetapi berkurang menjadi tinggal 19 huruf,
karena dicopot dua buah Alifnya.
2. Jumlah surah 114, ini adalah kelipatan 19, yaitu 6 x 19.
3. Jumlah kalimah Basmalah juga 114. Walaupun Surah atTawbah (ke-9) tidak
dimulai dengan kalimah Basmalah, namun karena dalam surah anNamal (ke-27) ada
dua kalimah Basmalah yaitu pada permulaan surah dan dalam ayat 40 yakni surat
dari Nabi Sulaiman AS kepada Ratu Bilqis, maka jumlah kalimah Basmalah tetap
114. (Kita akan bertemu lagi nanti hubungan antara Surah ke-9 dengan Surah ke-27
ini dalam butir ke-11)
4. Ayat-ayat yang mula-mula turun yaitu ayat 1 s/d 5 dari surah AL'ALQ (dibaca
al 'alaq). Kelima ayat tersebut termasuk sangat penting, sebab itu merupakan SK
pengangkatan Muhammad yang Basyar menjadi Nabi dan Rasul Allah. Jumlah kata dan
huruf seperti termaktub dalam tabel di bawah:
ayat jumlah kata jumlah huruf
1 5 18
2 4 14
3 3 14
4 3 13
5 4 17
jumlah 19 Jumlah 76 = 4 x 19
Jadi jumlah huruf 76 = 4 x 19, dan jumlah kata 19. Di sini kita dapat saksikan
pula bagaimana 'Alayhaa Tis'ata 'Asyar, padanya 19, bahwa nya, Haa menunjuk pada
SK pengangkatan Nabi Muhammad RasululLlah SAW, yaitu pada dua hal terjadinya
angka 19. Pertama, Ba, Alif, Sin, Mim dalam bismi rabbika tidak dicopot Alifnya,
tidak seperti Ba, Sin, Mim dalam kalimah Basmalah yang dicopot Alifnya dalam S.
Al Fatihah (1:1). Kedua, kata insaan bunyi saa dipanjangkan, namun dituliskan
menurut ejaan 'Utsmani dengan Alif, Nun, Sin, Nun, yang berarti di sini terjadi
pula pencopotan huruf Alif. Andaikata terjadi pencopotan Alif pada ayat 1 dari
surah AL'ALQ seperti pada kalimah Basmalah dan huruf Alif tidak dicopot dari
kata insaan, maka rusaklah setting sistem kelipatan 19 dalam SK pengangkatan
Nabi Muhammad RasululLlah SAW, artinya jumlah hurufnya tidak lagi 76, sehingga
tidak habis dibagi 19. Sebenarnya kalau disimak lebih jauh, sistem keterkaitan
matematis angka 19 ini bertujuan pula agar Al Quran itu sampai kepada ejaann
yapun harus otentik, tidak boleh mengubah jumlah huruf. Demi untuk keotentikan
Al Quran sampai kepada ejaannya, pencetak Al Quran di Indonesia dan di mana saja
di dunia ini, hal ejaan ini patut menjadi perhatian serius, yaitu harus memakai
sistem ejaan Utsmani seperti Al Quran yang dihadiahkan oleh Raja Fahd kepada
para Jemaah haji. Dalam Al Quran hadiah dari Raja Fahd yang memakai ejaan
Utsmani itu insaan dituliskan Alif, Nun, Sin, Nun, tidak seperti dalam Al Quran
cetakan Indonesia yang menuliskan Alif, Nun, Sin, Alif, Nun, yang tidak mencopot
Alifnya.
Perlu pula diperjelas di sini tentang hal belum adanya titik-titik pada
huruf-huruf di zaman Nabi Muhammad SAW, sehingga bunyi ba, ta, tsa dll. diitulis
sama karena tanpa titik. Namun penambahan titik-titik itu di kemudian hari yang
bertujuan untuk dapat membedakan bunyi ba, ta, tsa tersebut, sama sekali tidak
merusak sistem, karena jumlah hurufnya tidak terganggu. Demikian pula pembubuhan
tanda baca kemudian hari sehingga huruf-huruf Al Quran tidak gundul lagi, yang
bertujuan untuk memudahkan membaca Al Quran, juga tidak merusak sistem, karena
jumlah hurufnya juga tidak terganggu.
5. Jumlah ayat dan huruf dalam surah AL'ALQ ; jumlah ayat 19 dan jumlah huruf:
285 = 15 x 19. Sekali lagi ditekankan, andaikata terjadi pencopotan Alif pada
ayat 1 dari surah AL'ALQ seperti pada kalimah Basmalah dan huruf Alif tidak
dicopot dari kata insaan, maka rusaklah setting sistem kelipatan 19 dalam surah
AL'ALQ secara keseluruhan.
6. Kedudukan surah AL'ALQ dalam Al Quran; surah ini menempati posisi nomor urut
ke-19 dari belakang dalam Al Quran.
7. Jumlah kata-kata yang membentuk kalimah Basmalah, yaitu Ismun sebanyak 19,
Allah sebanyak 2698 = 142 x 19, arRahman sebanyak 57 = 3 x 19, dan arRahiym
sebanyak 95 = 5 x 19.
8. Jumlah ayat dalam Al Quran; terdapat perbedaan. Itu tidak berarti ada ayat
yang hilang atau bertambah. Perbedaannya terletak dalam hal sistem pemberian
nomor ayat. Ada yang memberikan nomor tersendiri bagi kalimah Basmalah seperti
pada surah AlFatihah. Ada yang memasukkan kalimah Basmalah dalam nomor ayat
berikutnya, jadi bergabung menjadi satu ayat. Ada yang memberi nomor-nomor
tersendiri pada potongan huruf-huruf gabungan pembuka alMuqaththa'aat. Ada pula
yang menggabungkan huruf-huruf alMuqaththa'aat itu ke dalam ayat berikutnya
menjadi satu nomor. Ada pula ayat yang panjang yang menjadikannya dua nomor ada
pula yang menjadikannya satu nomor saja. Dengan sistem pemberian nomor ayat yang
berbeda itu, maka hasilnya seperti berikut: 6004, 6204, 6212, 6218, 6219, 6225,
6226, 6227, 6266, 6666. Jika kita ambil patokan sistem kelipatan 19, jumlah yang
sah adalah 6004 = 316 x 19.
9. Sistem alMuqaththa'aat;
AlMuqaththa'aat potongan-potongan (dari Qaf, Tha, 'Ain, qatha'a, memotong)
huruf-huruf yang terdapat dalam pembukaan surah-surah sesudah kalimah Basmalah.
Banyak penafsiran mengenai alMuqaththa'aat ini. Dalam uji-coba angka 19 ini akan
kita saksikan bahwa sesungguhnya alMuqaththa'a-t itu merupakan kode matematis.
Ada 29 surah yang dibuka dengan Al Muqatta'at menyusul kalimah Basmalah.
Surah-surah itu adalah surah ke- 2, 3, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26,
27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, 68. Kombinasi
huruf-huruf alMuqaththa'a-t itu ada 14 buah, yaitu:
1.Alif-Lam-Mim (2,3,29,30,31,32)
2.Alif-Lam-Ra (10,11,12,14,15)
3.Alif-Lam-Mim-Ra (13)
4.Alif-Lam-Mim-Shad (7)
5.ha,Mim (40,41,43,44,45,46)
6.'Ain,Sin,Qaf ha,Mim (42)
7. Tha,Sin (27)
8.Tha-Sin-Mim (26,28)
9.Kef-Ha-Ya-'Ain-Shad (19)
10.Ya-Sin (36)
11.Tha-Ha (20)
12.Shad (38)
13.Qaf (50)
14.Nun (68)
Huruf yang membentuk alMuqaththa'aat 14 buah: (1)Alif, (2)Lam, (3)Mim, (4)Ra,
(5)Kef, (6)ha, (7)Ya, (8)'Ain, (9)Shad, (10)Tha, (11)Sin, (12)Qaf, (13)Nun, (14)
Ha. Kalau 29 buah surah yang mengandung alMuqaththa'aat, ditambahkan dengan 14
buah kombinasi alMuqaththa'aat, ditambahkan lagi dengan 14 buah huruf yang
membentuk alMuqaththa'aat, maka akan diperoleh: 29 + 14 + 14 = 57 = 3 x 19. Jadi
paling tidak alMuqaththa'aat itu merupakan suatu kode matematis yang mengikat
komponen-komponen: jumlah surah, jumlah kombinasi huruf dan jumlah huruf menjadi
satu sistem, yaitu sistem keterkaitan matematis kelipatan 19.
Setelah dilacak dapat diungkapkan qaidah seperti berikut: Kode matematis
alMuqaththa'aat yang membuka Surah setelah Basmalah memberikan isyarat bahwa
jumlah huruf atau huruf-huruf yang dinyatakan oleh alMuqaththa'aat dalam Surah
itu adalah kelipatan 19. Jumlah huruf yang dinyatakan oleh huruf atau
huruf-huruf alMuqaththa'aat persekutuan dalam beberapa Surah, adalah kelipatan
19. Di bawah ini dikemukakan contoh-contohnya.
9.1 Satu huruf dalam satu surah;
Contoh: jumlah huruf Qaf dalam surah Qaf sebanyak 57 = 3 x 19. Di sini kita
dapat saksikan pula bagaimana padanya 19, bahwa nya, Haa menunjuk pada ayat 13
surah Qaf. Orang-orang yang ingkar kepada Nabi Luth AS pada ayat-ayat lain dalam
Al Quran mendapat predikat Qawmu Luwth. Dalam ayat 13 surah Qaf orang-orang yang
ingkar kepada Nabi Luth AS disebut Ikhwaanu Luwth. Andaikata dalam surah Qaf ini
juga dipergunakan istilah Qawmu Luwth, maka akan kelebihan satu huruf Qaf dalam
surah Qaf ini, dan akan menjadi 58, sehingga tidak habis dibagi 19.
9.2 Satu huruf persekutuan dalam beberapa surah;
Contoh: Huruf Shad persekutuan dalam ketiga surah alA'raaf, Maryam dan Shad:
Nama Surah Jumlah huruf Shad
alA'raaf 98
Maryam 26
Shad 28
Jumlah 152 = 8 x 19.
9.3 Beberapa huruf dalam satu surah;
Contoh: Kombinasi huruf-huruf Alif, Lam, Mim, Shad dalam surah alA'raaf:
Huruf Jumlah
Alif 2572
Lam 1523
Mim 1165
Shad 98
Jumlah 5358 = 282 x 19
Di sini kita dapat saksikan pula bagaimana padanya 19, bahwa nya, Haa menunjuk
pada kata Bashthatan dalam ayat 69 surah alA'raaf. Pada waktu Jibril datang
kepada Nabi Muhammad SAW membawa ayat tersebut, Jibril menginstuksikan kepada
Nabi Muhammad SAW agar menyuruh tulis Bashthatan dengan huruf Shad walaupun
sebenarnya barus dibaca dengan bunyi sin, dan untuk itu harus dibubuhkan huruf
Sin kecil di atas huruf Shad. Kata yang sama artinya dituliskan dengan Sin pada
Basthatan dalam surah alBaqarah ayat 247, karena memang harus dibaca kata itu
dengan bunyi Sin. Andaikata dalam surah alA'raaf, 69 dituliskan dengan
Basthatan, maka akan rusaklah sistem kelipatan 19 dalam kombinasi huruf-huruf
Alif, Lam, Mim, Shad dalam surah alA'raaf itu. AlhamduliLlah dalam semua Al
Quran cetakan Indonesia tidak ada yang lalai, semuanya membubuhkan huruf Sin
kecil di atas huruf Shad pada kata Bashthatan dalam ayat 69 surah alA'raaf.
9.4 Beberapa huruf persekutuan dalam beberapa surah;
Contoh: Dalam contoh di bawah dikemukakan delapan buah surah yang mempunyai
alMuqaththa'aat persekutuan Alif-Lam-Mim. Adapun surah alRa'd yang dibuka dengan
alMuqatta'at Alif-Lam-Mim-Ra termasuk juga dalam keluarga Alif-Lam-Mim. Demikian
pula surah alA'raaf juga termasuk dalam keluarga persekutuan Alif-Lam-Mim, oleh
karena surah alA'raaf dibuka dengan Alif-Lam-Mim-Shad. Dalam Tabel Alif, Lam,
Mim bawah ini diperlihatkan perhitungan jumlah huruf-huruf Alif, Lam, Mim dalam
ke delapan surah yang diikat oleh alMuqaththa'at Alif-Lam-Mim tersebut.
Tabel Alif, Lam, Mim
No. Nama Jumlah huruf
Surah Surah Mim Lam Alif Alif,Lam,Mim
2 alBaqarah 2195 3204 4592 9991
3 Ali 'Imraan 1251 1885 2578 5714
7 alA'raaf 1165 1523 2572 5260
13 alRa'd 260 479 625 1364
29 al'Ankabuwt 347 554 784 1685
30 alRuwm 318 396 545 1259
31 Luqmaan 177 298 348 823
32 alSajadah 158 154 268 580
Jumlah 5871 8493 12312 26676 = 1404 x 19
Catatan: Umumnya dalam masjid-masjid kita lihat tulisan azan atau dalam
tulisan-tulisan, bahkan dalam Terjemahan/Tafsir Al Quran oleh A.Hasan dituliskan
dengan ejaan alShalaat tidak mengikuti ejaan 'Utsmani alShalawt. Selayaknya dari
segi adab menulis patutlah bahasa Al Quran dituliskan pula menurut ejaan
'Utsmani. Jadi kalau menuliskan azan di masjid-masjid, atau dalam
tulisan-tulisan, apa-pula dalam tafsir, tidak sepantasnya dituliskan dengan
ejaan alShalaat. Adapun rahasia yang terkandung dalam ejaan alShalawt, tidak
dengan ejaan alShalaat, karena dengan ejaan ini rusaklah sistem keterkaitan
matematis kelipatan 19 dalam Tabel Alif,Lam,Mim di atas itu, yakni akan
kelebihan huruf Alif.
Contoh-rontoh lain sistem keterikatan matematis kelipatan 19:
10. Surah ke-27 ayat: 30 ada bacaan Basmalah', kalau bilangan surat dan ayatnya
dijumlahkan, yaitu 27 + 30 = 57 (atau 3 x 19).
11. Surah ke-9 tidak dibuka dengan Basmalah, sedangkan Surah ke-27 mempunyai dua
Basmalah yaitu pada permulaan Surah dan dalam ayat 30 (lihat butir 10). Ada
hubungan yang menarik antara Surah ke-9 dan ke-27. Apabila bilangan surat-surat
dijumlahkan mulai dari Surah ke-9 s/d ke-27, (9+10+11+12+...+24+25+26+27) maka
hasilnya adalah 342 = 18 x 19.
12. Seperti telah dijelaskan pada butir ke-4, wahyu pertama (Surah ke-96 ayat :
1-5 ) terdiri dari 19 kata (atau 1 x 19) dan 76 huruf = 4 x 19, maka wahyu kedua
(Surah ke-68, S.ALQLM, ayat : 1-9 ) terdiri dari 38 kata = 2 x 19.
13. Wahyu ketiga (Surah ke-73, S.ALMZML, ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kata = 3
x 19
14. Surah terakhir yaitu S. ALNSHR (Surah ke-110) terdiri dari 19 kata, dan ayat
pertama terdiri dari 19 huruf. (Adapun ayat terakhir ialah ayat 3 S.ALMAaDt
(Surah ke-5).
15. Wahyu yang pertama kali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19, yaitu
S. ALAKHLASH (Surah ke-112).
16. Kata WLYTLThf adalah pertengahan AlQuran, terletak dalam ayat 19.
Kesimpulan Uji-Coba
1. Ternyata data yang diungkap dari uji-coba di atas mendukung penafsiran bahwa
angka 19 menunjuk pada kalimat topik, seperti yang diucapkan oleh Al Walid, dan
bukan pada jumlah malaikat penjaga neraka Saqar. Artinya penafsiran angka 19
yang ditujukan pada kalimat topik didukung oleh data hasil uji-coba.
2. Penafsiran yang didukung oleh data hasil uji-coba di atas itu, mengungkapkan
pula salah satu mu'jizat Al Quran dari segi keterkaitan matematis angka 19, yang
dapat disaksikan orang banyak dengan latar belakang pengetahuan yang sangat
minim; yaitu hanya dengan mengenal tulisan Arab. Mu'jizat Al Quran yang lain
baru dapat dilihat, dirasakan, diresapkan, diapresiasi dengan persyaratan latar
belakang pengetahun yang banyak, seperti misalnya harus faham bahasa Al Quran,
mengerti balaghah, filsafat, mendalami isinya dll.
3. Dari segi ilmu probabilitas, Rasyad Khalifa telah menghitungnya, yaitu 1 di
antara 626 septilion , 626 dengan 24 angka nol dibelakangnya, 626 000 000 000
000 000 000 000 000. Jadi menurut ilmu probabilitas ini di antara 626 septilion
manusia di permukaan bumi ini hanya ada satu orang yang dapat menyusun Al Quran
dengan sistem keterkaitan matematis angka 19 tersebut. Dan ini mustahil terjadi,
oleh karena jumlah manusia yang mungkin dapat hidup di permukaan bumi ini mulai
dari sejak manusia pertama hingga manusia tidak mungkin dapat hidup lagi, sangat
jauh di bawah angka 626 septilion itu. Jadi tidak mungkin Al Quran itu karangan
manusia.
4. Paket ayat 11 sampai dengan 30 dalam surah alMuddatstsir itu mengandung satu
permasalahan yang mesti dijawab, yaitu kalimat topik tuduhan Al Walid bahwa Al
Quran itu karangan manusia. Penafsiran angka 19 dengan jumlah penjaga neraka
Saqar, tidak menyelesaikan masalah, tidak menyambut gayung Al Walid. Penafsiran
angka 19 yang didukung oleh data uji-coba di atas itu,
menjawab tuduhan Al Walid itu: "Hai Al Walid dan semua orang yang sependirian
sejak zaman RasuluLlah SAW sampai sekarang dan yang akan datang! Apabila anda
mengatakan bahwa Al Quran itu karangan Muhammad, maka inilah jawabannya:
Lihatlah sistem keterkaitan matematis angka 19 dalam Al Quran. Lihatlah hasil
kalkulasi Rasyad Khalifa probabilitas 1 di antara 626 septilion itu. Artinya
tidak ada seorangpun juga yang dapat mengarang seperti Al Quran itu. Al Quran
bukan karangan manusia, Al Quran adalah wahyu yang diturunkan Allah SAW kepada
Nabi Muhammad RasuluLlah SAW, baik secara langsung maupun secara tidak langsung
melalui Malaikat Jibril AS."
Catatan: H.R. Gibb sering dikutip pendapatnya oleh para muballigh dan
penulis-penulis Muslim: Islam is indeed much more than a system of theology. It
is a complete civilization. Ucapan itu dikutip oleh karena adanya kata complete.
Padahal kalau kita mau sedikit jeli, kata civilization itu mengandung racun.
Islam digolongkan dalam civilization , peradaban, artinya Islam itu bersumber
dari akar historis, artinya Islam itu dari otak Muhammad, bukan bersumber pada
yang non-historis yaitu wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Alhasil
Al Walid dan Gibb satu golongan. Jadi eloknya tidak usahlah kita mengutip
kata-kata orang, sebelum menyimak betul ucapannya, apakah bersih dari substansi
yang bertentangan dengan aqidah. Untuk menunjukkan Islam itu sempurna, kita
kemukakan saja ajaran dari Al Quran dan Sunnah Rasul, ajaran Islam secara
keseluruhan.
5. Dari hasil uji-coba di atas itu, kelihatan sangat penting dan serius mengenai
ejaan. Artinya sistem keterkaitan matematis angka 19 itu sesungguhnya bertujuan
untuk menjaga agar ejaan dalam menuliskan Al Quran itu bukan hanya dalam hal
kalimat, kata dan isinya saja, melainkan sampai kepada ejaannya. Sistem
kelipatan 19 adalah alat kontrol keotentikan Al Quran sampai kepada sistem ejaan
'Utsmani (alRasm al'Utsmaany). WaLlahu A'lamu bi alShawaab.
Assalamu'alaikum,
Mbok ya jangan mudah percaya olah "othak-athik mathuk" model begini.
Hanya orang yang mengaku dirinya muslim tapi nggak pernah buka
Qur'an yang percaya hal demikian.
Dengan sedikit usaha, cari info di Qur'an, atau kaau males search di
Google, akan tahu jawabannya, kalau tulisan tersebut bohong!
utk itulah fungsi milis.. kalo ada yg gak bener ya tinggal dibenerin dong
Wassalam,
Nur
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam