Assalamu'alaikum wr. wb. -----Original Message----- From: Solihin [mailto:[EMAIL PROTECTED] PRINSIP PRINSIP MENGKAJI AGAMA
Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang! (a.s. wrote) Mas gimana kalo kalimatnya di rubah, untuk tahapan awal dalam menuntut agama bermodal semangat adalah sudah cukup baik, tinggal..bla-bla-bla..dst. Dewasa ini banyak sekali 'jalan' yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar. Melalui berbagai cara mereka berusaha meraih pengikut sebanyak-banyaknya. Lihatlah sekeliling kita. Ada yang menawarkan jalan dengan memenej qalbunya, ada yang mengajak untuk ikut hura-huranya politik, ada yang menyeru umat untuk segera mendirikan Khilafah Islamiyah, ada pula yang berkelana dari daerah satu ke daerah lain mengajak manusia ramai-ramai ke masjid. (a.s. wrote) Kalo semua itu dirangkul dan ada dalam SATU KESATUAN yang besar, dengan tetap mengedepankan AKHLAK, POSITIVE THINGKING, sambil terus belajar sehingga bisa sedikit demi sedikt mengetahui mana yang syar'i mana yang tidak menurut Mas Solihin kira-kira baik apa tidak mas? Namun lihat pula sekeliling kita. Kondisi umat Islam masih begini-begini saja. Kebodohan dan ketidakberdayaan masih menyelimuti. Bahkan sepertinya makin bertambah parah. Adakah yang salah dari tindakan mereka? Ya, bila melihat kondisi umat yang semakin jatuh dalam kegelapan, sudah pasti ada yang salah. Mengapa mereka tidak mengajak umat untuk kembali mempelajari agamanya saja? Mengapa mereka justru menyibukkan umat dengan sesuatu yang berujung kesia-siaan? (a.s. wrote) Banyak lho mas yang sudah menuliskan yang anda tulis itu, dalam tataran konsep yang masih sangat-sangat global tsb, tetapi ketika harus menerapkan dalam kehidupan yang aktual ini, semuanya pada menthok. Mas Solihin, sebenarnya AGAMA itu untuk HIDUP, atau HIDUP untuk berAGAMA? Padahal kata Alloh segala sesuatu itu tidak sia-sia, sejatinya yang kita lakukan itu sekecil apapun tidak sia-sia, artinya akan mendapatkan balasan, tinggal ya itu benar apa tidak, enak apa tidak, pahala apa siksa dst dst kan gitu ya mas. Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai pewaris Nabi selalu berusaha mengamalkan apa yang diwasiatkan Rasulullah untuk mengajak umat kembali mempelajari agamanya. Dalam berbagai hal, Ahlussunnah tidak akan pernah keluar dari jalan yang telah digariskan oleh Nabi ?. Lebih-lebih dalam mengambil dan memahami agama di mana hal itu merupakan sesuatu yang sangat asasi pada kehidupan. Inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan umat. (a.s. wrote) Mas, apakah Ahlussunnah wal Jama'ah sekarang ini dimiliki oleh salah satu kelompok/ organisasi/harokah/partai/kumpulan sekelompok orang. dll atau bagaimana? Oleh karenanya Ibnu Taimiyyah berkata: "Setiap pendapat yang dikatakan hanya oleh seseorang yang hidup di masa ini dan tidak pernah dikatakan oleh seorangpun yang terdahulu, maka itu salah." Imam Ahmad mengatakan: "Jangan sampai engkau mengeluarkan sebuah pendapat dalam sebuah masalah yang engkau tidak punya pendahulu padanya." (Majmu' Fatawa: 21/291) (a.s. wrote) Ini juga harus jelas mas, apakah yang diaktakan Ibnu Taimiyyah itu dalam hal: Aqidah, Ibadah, atau Mu'amalah, kan tidak ada yang bisa menjelaskan dengan pasti saat ini lha beliau sendiri kan sudah tidak ada. Darimana kita bisa tahu dengan pasti bahwa yang dikatakn beliau itu pasti maksudnya begini, begitu. Silahkan di jlentrehken Mas Solihin. Wassalamu'alaikum wr. wb. a.s. _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
