Wa'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh,

Setuju pak AM, ilmu itu sampai kepada kita manusia adalah dengan belajar (hadits
innamal ilmu bit ta'allum). Dan ilmu manusia dibandingkan ilmu Allah itu ibarat
setetes air dari lautan. Berarti masih banyak yang belum terkaji - unexplored
land.

Pengen mengutip kisah Nabi Musa yang penuh hikmah. Betapa ketika keluar
pernyataan bahwa beliau 'alaihis salam yang paling berilmu, maka Allah
menunjukkan kepada hambanya yang lain (Khidir) yang diberikan ilmu yang belum
dikuasakan kepada beliau. Dan di akhir pertemuannya, seekor burung terbang lalu
hinggap pada tepi perahu itu dan mematuk ke laut. Khidhir lalu berwejang: *Ilmu
kita jika dibandingkan dengan ilmu Allah adalah seperti patukan seekor burung
pipit tersebut pada laut itu*.

Mari kita selami terus samudra tersebut.

Barokallahu lakum,

= Wizh =




Please respond to Milis is-lam <[email protected]>

To:   [email protected]
cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)

Subject:  [is-lam] Re: is-lam Digest, Vol 14, Issue 24



Assalammu'alaikum wr wb,

Saya menyambut ajakan pak "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]> (Message:
1).

Komentar:

Marilah kita bersama-sama meramaikan lagi diskusi di ISNET ini, sebab ini
sangat diperlukan oleh saudara-saudara, anak-turun, dan keluarga kita, kaum
Muslimin. Belajar Al-Dinu al-Islam itu bukan hanya bagi yang belum mengerti
saja namun juga bagi yang sudah bertitel Lc atau Drs, S Ag Islam, Ing, MSc,
PhD, MBA, Profesor, Docent, Emmiritus Lecturer dll ataupun yang mengaku
mendapat "karomah" menjadi "kyai" atau 'ulama masih perlu belajar. Tanpa
belajar manusia Muslim tidak akan dapat memenuhi tugas mengabdi hanya kepada
Allah swt dan tugas mewakili Allah swt di bumi. Dan Allah swt selalu
mengajar hamba-hambanya tanpa henti-hentinya dan biasanya kita enggan
menerima pelajaran-NYA. Kita sudah puas dengan titel dan keahlian
menghafalkan Al-Quran ataupun hadits. Dan kita merasa sudah dipuncak
pemahaman Al-Dinu al-Islam. Semua ini adalah illusi dan fantasi kita dari
hasil kita kadang-kadang membuka Al-Quran dan melakukan sholat-sholat sunnah
apabila banyak orang berada di sekitar kita dan kita mendapatkan pujian.

Di dalam praktek hidup keseharian kita di tengah keluarga dan masyarakat,
kita masih terus berkeluh kesah, merasa tidak tenang, selalu hawatir dan
selalu memperbandingkan harta yang kita miliki dengan para tetangga kita.
Apa yang belum saya miliki? Selanjutnya kita berjuang atas nama Tuhan untuk
memperoleh "hak-hak" yang belum kita peroleh, tetapi manusia lainnya sudah
memilikinya, dengan tanpa mengindahkan jalan yang mana yang kita tempuh,
jalan lurus yang telah ditetapkan Allah swt atau jalan lain?

Kesemuanya ini adalah cerminan atas masih bodohnya diri kita dalam memahami
dan mengerti Al-Dinu al-Islam! Dan bahkan mungkin kita telah keliru, salah,
dalam memahami dan mengerti apa sih Al-Dinu al-Islam itu? Memang sudah
jutaan buku, makalah, analisa, pemikiran dll yang ditulis oleh para 'alim
dan 'ulama Muslimin maupun non-Muslim mengenai Al-Dinu al-Islam, sesudah
rasulullah Muhammad saw wafat, namun adakah semua hasil intelektual para
"ahli Islam" tersebut telah mampu mempersatukan ummat Muslimin yang pernah
bersatu dalam suatu komunitas Muslim pada suatu kurun waktu yang kemudian
berpecah belah? Benarkah ijma' para 'alim dan 'ulama Muslim telah mampu
membentuk suatu teori ke-Islam-an yang menghasilkan suatu masyarakat Muslim
dan ummat Muslimin yang digambarkan oleh firman-firman Allah swt yang
diwahyukan sebagai "jannah" atau bahasa Indonesianya surga, di mana hanya
kata "Salam" saja sebagai sapaan dan "Alhamdulillahirobbil 'alamiin" sebagai
ungkapan berterimaksih?

Masih banyak lagi pertanyaan yang kini masih belum muncul dari sudut-sudut
kejumudan berfikir kita yang tertindih oleh apologeticism yang terus menerus
disucikan oleh para pendeta Muslim yang ketakutan kehilangan pengaruh,
kedudukan masyarakat dan kekayaan ekonomi. Namun bagaimanapun belajar,
belajar dan terus belajar tentang Al-Dinu al-Islam bukanlah suatu aib bagi
diri pribadi dan samasekali tidak bertentangan dengan wahyu Qurani dan wahyu
Kauni maupun sunnah dan hadits rasulullah Muhammad saw.

Marilah kita belajar membaca wahyu Qurani dan wahyu Kauni yang tersebar
dalam kehidupan keseharian kita demi melaksanakan tugas sebagai Muslim,
holifatulloh dan ummat rasulullah Muhammad saw.

Allohumma solii wa salim'ala Muhammadin wa 'alaa aaliihii wa ashohbihi
ajma'iin. Semoga dapat mendorong semangat belajar kita bersama.
Wassalam,
A.M


> Message: 1
> Date: Fri, 20 Jan 2006 16:16:59 +0700
> From: "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [is-lam] RE: [Hikmah] Yuk  kita bikin menarik
> To: "Milis hikmah" <[EMAIL PROTECTED]>, "Milis is-lam"
> <[email protected]>
> Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain; charset=Windows-1252
>
>
> Jazakalloh khoiron katsiiro atas penjelasannya.
>
> Ana dan anta sama-sama belajar, tiap manusia gak
> slamanya bener gak slamanya salah, tiap manusa gak lebih
> terus gak kurang terus. Mudah-mudahan generasi berikutnya
> gak pada 'phobi' sama Islam tapi justru semangat mempelajari
> dan mendalami Islam kemudian diamalkan sesuai dengan keinginan
> Allah dan Rosul-Nya ya mas, yah.. mastatho'tum lah.
>
> Tak ada gading yang tak retak, mohon maaf bila ada kata-kata
> yang kurang berkenan.
>
> Hadanallohu wa iyyakum ajma'in.
>
> Wassalam.
> a.s.



_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke