Assalammu'alaikum wr wb,

Saya menyambut ajakan pak "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]> (Message: 1).

Komentar:

Marilah kita bersama-sama meramaikan lagi diskusi di ISNET ini, sebab ini sangat diperlukan oleh saudara-saudara, anak-turun, dan keluarga kita, kaum Muslimin. Belajar Al-Dinu al-Islam itu bukan hanya bagi yang belum mengerti saja namun juga bagi yang sudah bertitel Lc atau Drs, S Ag Islam, Ing, MSc, PhD, MBA, Profesor, Docent, Emmiritus Lecturer dll ataupun yang mengaku mendapat "karomah" menjadi "kyai" atau 'ulama masih perlu belajar. Tanpa belajar manusia Muslim tidak akan dapat memenuhi tugas mengabdi hanya kepada Allah swt dan tugas mewakili Allah swt di bumi. Dan Allah swt selalu mengajar hamba-hambanya tanpa henti-hentinya dan biasanya kita enggan menerima pelajaran-NYA. Kita sudah puas dengan titel dan keahlian menghafalkan Al-Quran ataupun hadits. Dan kita merasa sudah dipuncak pemahaman Al-Dinu al-Islam. Semua ini adalah illusi dan fantasi kita dari hasil kita kadang-kadang membuka Al-Quran dan melakukan sholat-sholat sunnah apabila banyak orang berada di sekitar kita dan kita mendapatkan pujian.

Di dalam praktek hidup keseharian kita di tengah keluarga dan masyarakat, kita masih terus berkeluh kesah, merasa tidak tenang, selalu hawatir dan selalu memperbandingkan harta yang kita miliki dengan para tetangga kita. Apa yang belum saya miliki? Selanjutnya kita berjuang atas nama Tuhan untuk memperoleh "hak-hak" yang belum kita peroleh, tetapi manusia lainnya sudah memilikinya, dengan tanpa mengindahkan jalan yang mana yang kita tempuh, jalan lurus yang telah ditetapkan Allah swt atau jalan lain?

Kesemuanya ini adalah cerminan atas masih bodohnya diri kita dalam memahami dan mengerti Al-Dinu al-Islam! Dan bahkan mungkin kita telah keliru, salah, dalam memahami dan mengerti apa sih Al-Dinu al-Islam itu? Memang sudah jutaan buku, makalah, analisa, pemikiran dll yang ditulis oleh para 'alim dan 'ulama Muslimin maupun non-Muslim mengenai Al-Dinu al-Islam, sesudah rasulullah Muhammad saw wafat, namun adakah semua hasil intelektual para "ahli Islam" tersebut telah mampu mempersatukan ummat Muslimin yang pernah bersatu dalam suatu komunitas Muslim pada suatu kurun waktu yang kemudian berpecah belah? Benarkah ijma' para 'alim dan 'ulama Muslim telah mampu membentuk suatu teori ke-Islam-an yang menghasilkan suatu masyarakat Muslim dan ummat Muslimin yang digambarkan oleh firman-firman Allah swt yang diwahyukan sebagai "jannah" atau bahasa Indonesianya surga, di mana hanya kata "Salam" saja sebagai sapaan dan "Alhamdulillahirobbil 'alamiin" sebagai ungkapan berterimaksih?

Masih banyak lagi pertanyaan yang kini masih belum muncul dari sudut-sudut kejumudan berfikir kita yang tertindih oleh apologeticism yang terus menerus disucikan oleh para pendeta Muslim yang ketakutan kehilangan pengaruh, kedudukan masyarakat dan kekayaan ekonomi. Namun bagaimanapun belajar, belajar dan terus belajar tentang Al-Dinu al-Islam bukanlah suatu aib bagi diri pribadi dan samasekali tidak bertentangan dengan wahyu Qurani dan wahyu Kauni maupun sunnah dan hadits rasulullah Muhammad saw.

Marilah kita belajar membaca wahyu Qurani dan wahyu Kauni yang tersebar dalam kehidupan keseharian kita demi melaksanakan tugas sebagai Muslim, holifatulloh dan ummat rasulullah Muhammad saw.

Allohumma solii wa salim'ala Muhammadin wa 'alaa aaliihii wa ashohbihi ajma'iin. Semoga dapat mendorong semangat belajar kita bersama.
Wassalam,
A.M


Message: 1
Date: Fri, 20 Jan 2006 16:16:59 +0700
From: "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] RE: [Hikmah] Yuk  kita bikin menarik
To: "Milis hikmah" <[EMAIL PROTECTED]>, "Milis is-lam"
<[email protected]>
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset=Windows-1252


Jazakalloh khoiron katsiiro atas penjelasannya.

Ana dan anta sama-sama belajar, tiap manusia gak
slamanya bener gak slamanya salah, tiap manusa gak lebih
terus gak kurang terus. Mudah-mudahan generasi berikutnya
gak pada 'phobi' sama Islam tapi justru semangat mempelajari
dan mendalami Islam kemudian diamalkan sesuai dengan keinginan
Allah dan Rosul-Nya ya mas, yah.. mastatho'tum lah.

Tak ada gading yang tak retak, mohon maaf bila ada kata-kata
yang kurang berkenan.

Hadanallohu wa iyyakum ajma'in.

Wassalam.
a.s.





------------------------------

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


End of is-lam Digest, Vol 14, Issue 24
**************************************



_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke