Wa'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh. Kang Nizami sudah tabayyun dengan Kang Ahmad Dhani ? Barangkali perlu untuk menghindari salah paham. Bahasa seniman biasanya adalah bahasa sastra. Bahasa sastra menggunakan ungkapan-ungkapan yang tidak bisa diartikan secara harfiah, langsung. Selain itu ungkapan-ungkapan sastra biasa menggunakan ungkapan yang sekilas terdengar provokatif, agar bisa menyentak perhatian pembacanya. Bagaimana kalau lirik tersebut tersebut memiliki kata yang dibuang - yang lazim dalam penulisan puisi. Barangkali lengkapnya begini dengan kata tambahan di dalam kurung : AKU INI..ADALAH DIRI (MILIK) MU CINTA INI ADALAH CINTA (MILIK) MU AKU INI ADALAH DIRI (MILIK) MU JIWA INI ADALAH JIWA (MILIK) MU Mestinya memang penafsiran yang benar ini disampaikan agar tidak membingungkan khalayak yang awam. Tapi hal ini bisa mengurangi kenikmatan pembaca yang lain yang apresiasi Ilmu Tauhid nya tingkat mahir. Barangkali ini dilema seorang seniman, antara dipahami publik tapi tidak menyentak dengan tidak dipahami publik tapi heboh sehingga populer. Kesalahan Al Hallaj dan Syaikh Siti Jenar ialah menyatakan ungkapan-ungkapan sastra seperti itu dihadapan khalayak yang belum mampu memahaminya sehingga salah paham. Mestinya Wahdatusy syuhud jadi wahdatul wujud. Barangkali mas Ahmad Dhani sendiri mesti lebih hati-hati lagi kedepannya. Adapun ungkapan *tidak ada seorang pun yang berhak menyatakan agamanya benar* tidak bertentangan dengan tauhid. Seorang muwahhid tidak menerima klaim kebenaran orang-orang non muslim karena klaim itu berasal dari manusia. Seorang muwahhid HANYA menerima dienul qoyyim Al Islam karena ALLAH LAH yang menetapkan demikian, penetapan ini bukan berasal dari manusia. Wallahu 'alam, sekadar brain storming kalau-kalau diri saya yang salah paham. Untuk lebih jelasnya perlu tabayyun kepada sang seniman itu sendiri. = Wizh = Please respond to Milis is-lam <[email protected]> To: is-lam <[email protected]> cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) Subject: [is-lam] Lagu Dewa Menyesatkan Assalamu'alaikum wr wb, Setelah heboh dengan ustad Wahfiuddin dan juga FPI dalam kasus penginjakan kaligrafi Allah yang jadi logo Album Dewa, ternyata setelah saya simak syair lagu Dewa juga menyesatkan. Sebagai contoh syair lagu Satu: SATU AKU INI..ADALAH DIRIMU CINTA INI
àADALAH CINTAMU AKU INI
àADALAH DIRIMU JIWA INI
àADALAH JIWAMU Di situ Dewa berkata, Aku ini adalah DiriMu (Allah). Ini persis seperti paham Wihdatul Wujud yang menyatakan bersatunya manusia dengan Allah. Karena paham itu 2 orang sufi, Al Hallaj dan Syekh Siti Jenar difatwa sesat dan dihukum mati oleh para ulama. Sesungguhnya surat Al Ikhlas yang menyatakan Allah itu Satu dan tidak ada satu pun yang setara denganNya cukup bagi kita. Demikian pula dengan dzikir "La ilaaha illallah wahdahu la syarika lahu". Tidak ada Tuhan selain Allah, Dia Satu, dan tak ada sekutu baginya. Selain itu Allah berfirman: "Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Allah" Nah jika 1000 orang seperti Ahmad Dhani, Al Hallaj, dsb mengaku sebagai Allah, tentu akan ada 1000 Allah. Bagaimana manusia bisa menyembah Allah jika dia sendiri merasa menjadi "Allah"? Nama "Dewa" sendiri yang merupakan sesembahan agama lain menyiratkan kesombongan. Semoga ummat Islam tidak terbuai melantunkan lagu yang mengandung kesesatan tersebut. Selain itu ucapan Ahmad Dhani yang berkata bahwa tidak ada seorang pun yang berhak menyatakan agamanya benar sudah merusak aqidah Islam dan bertentangan dengan ayat berikut:
ôSesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
ö [Ali Imran:19]
ôBarangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
ö [Ali Imran:85] Dari lagunya terkesan seolah-olah Ahmad Dhani menganggap ajaran Islam penuh dengan kebencian sehingga dia perlu mengajarkan tentang cinta. Ahmad Dhani perlu mempelajari penindasan bangsa Palestina yang dilakukan oleh Israel atau pun penindasan bangsa Iraq dan Afghanistan oleh AS. Saran saya lebih baik Ahmad Dhani mempelajari Islam dengan baik. Kan ada ustad Arifin Ilham. Kemudian mengajari istrinya bagaimana cara berpakaian yang Islami dan berperilaku Islami. Wassalamu'alaikum wr wb
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
