Pak Teddy,

Maafkan saya barangkali ungkapan saya di postingan sebelumnya terlalu kasar buat
bapak. Mudah-mudahan Allah memaafkan kebodohan saya. Pak Teddy, Allah melarang
kita menghinakan diri kita, jadi barangkali saya tidak kalah bodohnya dalam
memahami obyek pembicaraan kita.

QS. Ar Rahman adalah surah yang agung (tidak berarti surah-surah yang lain kalah
agung) yang menjabarkan Sifat Ar Rahman Allah. Dalam surah ini disebutkan
nikmat-nikmat yang dilimpahkan Allah, termasuk langit dan bumi dan segala
isinya, yang merupakan kasih sayang Allah. Maka setiap disebutkan suatu nikmat,
selalu diikuti *Fa bi ayyi aalaa-i robbikuma tukadzdziban ?* (Maka atas nikmat
Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan ?).

Salah satu nikmat Allah, tanda kasih sayang Allah, tanda cintaNya atau atsar
dari sifat Ar Rahman, ialah Allah Rabb pencipta dan pemelihara tempat terbit
matahari (timur) dan tempat terbenam matahari (barat). Robbul masyriqoini wa
robbul maghribaini. (ayat ke 17). Padahal kemanapun kita menghadap disitulah
*wajah Allah*, karena Allah Rabb timur (masyriq) dan barat (maghrib) seperti
diungkapkan dalam surah Al Baqoroh ayat 115. Disini terdapat hubungan antara
cinta dengan *wajah*.

Selanjutnya bisa diperhatikan ayat yang menjadi inti pembicaraan, yakni ayat
26-27 : Kullu man 'alaiha faanin (ayat 26). Setiap yang diatasnya (bumi) akan
binasa. Wa yabqo wajhi robbika Dzul Jalaali wal Ikrom (ayat 27). Dan tetap kekal
wajah Rabbmu Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

Sudah kita bahas hubungan antara cinta dengan wajah. Maka tetap kekal Ar Rahman
meskipun segala selainNya binasa.

Nah dalam adat manusia, sebutan Allah terkadang disebutkan / diibaratkan dengan
gelar yang dipakai manusia dengan sifat yang sesuai dengan yang dibahas. Misal
di Inggris Allah dipanggil dengan *Lord*, karena Allah diaati secara mutlak dan
menjadi tempat berserah hidup, sesuai suasana ketaatan rakyat terhadap para
bangsawan tuan tanah dalam tradisi feodalisme. Di dalam kultur Jawa / Sunda,
Allah dipanggil sebagai Gusti Pangeran. Dikalangan manusia pangeran adalah yang
memiliki kebesaran dan kemuliaan pribadi berbeda dengan rakyat kebanyakan.
Tentu saja sebutan-sebutan ini bila dikaitkan dengan Allah perlu dipahami tanpa
tasybih, disucikan dari pengertian-pengertian yang menyerupakan dengan
pengertian mahluk.

Nah itu kaitannya Dzul Jalaali wal Ikrom dengan Pangeran.

Barangkali itulah kisah Sang Pangeran Cinta. Ar Rahman yang tetap kekal meskipun
segala selainNya binasa.

Wallahu 'alam.

= Wizh =





Please respond to Milis is-lam <[email protected]>

To:   "Milis is-lam" <[email protected]>
Subject:  Re: [is-lam] Lagu Dewa Menyesatkan


Berikut ini syair versi Bahasa Inggrisnya.

Mungkin saya terlalu bodoh untuk memahami makna lagu tersebut.

Bisakah anda menolong saya untuk menunjukkan ayat dalam Ar Arohman yang
dibahasa ulangkan dalam lagu ini



The Prince of Love
Song: Ahmad Dhani
Lyrics: Ahmad Dhani, Faiz M.

Second after second, each following the next. as the minutes fly past.
The days keep slipping by. month after month as well.
The constant cycle of age after age. This life, too, is bound to end in
death.

Time will annihilate everything on earth. but not my love for You,
Because I'm the Divine Prince of Love.

Night after night yields to dawn. as morning turns to midday.
Passing years dissolve into the flow of centuries. all that is young must
grow old.
The seasons are constantly changing. This life, too, is bound to end in
death.

Nothing in this world is eternal. nothing everlasting.

Time will annihilate everything on earth. but not my love for You,
Because I'm the Divine Prince of Love.

----- Original Message -----
From: "IPD Wiska Susetio" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Milis is-lam" <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 22, 2006 2:55 PM
Subject: Re: [is-lam] Lagu Dewa Menyesatkan


>
>
>
> Mas Teddy kalau hendak mengkritik sebaiknya obyek yang dikritik diteliti
> terlebih dahulu dengan tuntas, baru dikomentari.
>
> Coba posisikan kalau itu ungkapan dari Sang Pencipta, bukan milik si
penyanyi.
> Si penyanyi / penyair seolah-olah hanya melafalkan ulang saja.
> Jadi di awal syair coba tambahkan kalimat yang dibuang / disembunyikan
yakni
> (Seakan-akan Allah berfirman :)
>
> Jadi dengarkannya seperti ini :
>
> (Seakan-akan Allah berfirman :)
> ......
> semua itu pasti akan musnah
> kecuali cintaKu padamu
> karena Aku
> Sang Pangeran Cinta
> .....
>
> Di sini sepertinya sang seniman sedang berusaha membahasakan ulang QS. Ar
> Rahman.
>
> Wallahu 'alam.
>
> = Wizh =
>
>
>
> Please respond to Milis is-lam <[email protected]>
>
> To:   "Milis is-lam" <[email protected]>
> cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)
>
> Subject:  Re: [is-lam] Lagu Dewa Menyesatkan
>
>
>
> Saya sependapat ada lagu dewa yang menyesatkan pada album "laskar cinta"
> Secara tidak sengaja saya mendengar lagu "pangeran cinta" milik dewa
> dinyanyikan oleh pengamen.
> Syairnya diantaranya :
>
> semua itu pasti akan musnah
> kecuali cintaku padamu
> karena aku
> sang pangeran cinta
>
> Yang dimaksud dengan "semua itu" adalah alam semesta ini seperti yang
> diungkapkan pada awal lagu tersebut, sayang saya tidak hapal seluruh syair
> lagu tsb karena bukan fans dewa.
>
> ----- Original Message -----
> From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "Milis is-lam" <[email protected]>
> Sent: Wednesday, February 22, 2006 1:06 PM
> Subject: Re: [is-lam] Lagu Dewa Menyesatkan
>
>
> > Wa'alaikum salam wr wb,
> > Jika memang bermaksud mengatakan:
> > "Aku ini adalah milikMu"
> >
> > Tulis saja seperti di atas. Sebab makna:
> > "Aku ini adalah diriMu" / Aku ini adalah Allah
> > Sangat berbeda. Itu adalah perkataan Fir'aun!
> >
> > Allah saja bisa berkomunikasi dengan manusia lewat
> > bahasa Arab yang mudah dipahami dengan Al Qur'an. Nabi
> > juga berkomunikasi dengan manusia lewat hadits2nya.
> >
> > Nah mengapa Ahmad Dhani tidak bisa?
> >
> > Wassalam
> >
> > --- IPD Wiska Susetio <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> >
> > >
> > >
> > >
> > > Wa'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh.
> > >
> > > Kang Nizami sudah tabayyun dengan Kang Ahmad Dhani ?
> > > Barangkali perlu untuk
> > > menghindari salah paham.
> > >
> > > Bahasa seniman biasanya adalah bahasa sastra. Bahasa
> > > sastra menggunakan
> > > ungkapan-ungkapan yang tidak bisa diartikan secara
> > > harfiah, langsung. Selain itu
> > > ungkapan-ungkapan sastra biasa menggunakan ungkapan
> > > yang sekilas terdengar
> > > provokatif, agar bisa menyentak perhatian
> > > pembacanya.
> > >
> > > Bagaimana kalau lirik tersebut tersebut memiliki
> > > kata yang dibuang - yang lazim
> > > dalam penulisan puisi. Barangkali lengkapnya begini
> > > dengan kata tambahan di
> > > dalam kurung :
> > >
> > > AKU INI..ADALAH DIRI (MILIK) MU
> > > CINTA INI ADALAH CINTA (MILIK) MU
> > > AKU INI ADALAH DIRI (MILIK) MU
> > > JIWA INI ADALAH JIWA (MILIK) MU
> > >
> > > Mestinya memang penafsiran yang benar ini
> > > disampaikan agar tidak membingungkan
> > > khalayak yang awam. Tapi hal ini bisa mengurangi
> > > kenikmatan pembaca yang lain
> > > yang apresiasi Ilmu Tauhid nya tingkat mahir.
> > > Barangkali ini dilema seorang
> > > seniman, antara dipahami publik tapi tidak menyentak
> > > dengan tidak dipahami
> > > publik tapi heboh sehingga populer.
> > >
> > > Kesalahan Al Hallaj dan Syaikh Siti Jenar ialah
> > > menyatakan  ungkapan-ungkapan
> > > sastra seperti itu dihadapan khalayak yang belum
> > > mampu memahaminya sehingga
> > > salah paham. Mestinya Wahdatusy syuhud jadi wahdatul
> > > wujud. Barangkali mas Ahmad
> > > Dhani sendiri mesti lebih hati-hati lagi kedepannya.
> > >
> > > Adapun ungkapan *tidak ada seorang pun yang berhak
> > > menyatakan agamanya benar*
> > > tidak bertentangan dengan tauhid. Seorang muwahhid
> > > tidak menerima klaim
> > > kebenaran orang-orang non muslim karena klaim itu
> > > berasal dari manusia. Seorang
> > > muwahhid HANYA menerima dienul qoyyim Al Islam
> > > karena ALLAH LAH yang menetapkan
> > > demikian, penetapan ini bukan berasal dari manusia.
> > >
> > > Wallahu 'alam, sekadar brain storming kalau-kalau
> > > diri saya yang salah paham.
> > > Untuk lebih jelasnya perlu tabayyun kepada sang
> > > seniman itu sendiri.
> > >
> > > = Wizh =
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Please respond to Milis is-lam
> > > <[email protected]>
> > >
> > > To:   is-lam <[email protected]>
> > > cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)
> > >
> > > Subject:  [is-lam] Lagu Dewa Menyesatkan
> > >
> > >
> > >
> > > Assalamu'alaikum wr wb,
> > >
> > > Setelah heboh dengan ustad Wahfiuddin dan juga FPI
> > > dalam kasus penginjakan kaligrafi Allah yang jadi
> > > logo
> > > Album Dewa, ternyata setelah saya simak syair lagu
> > > Dewa juga menyesatkan.
> > >
> > > Sebagai contoh syair lagu Satu:
> > >
> > > SATU
> > >
> > > AKU INI..ADALAH DIRIMU
> > > CINTA INI>
> > >


----------------------------------------------------------------------------
----



�ADALAH CINTAMU
> > AKU INI> >
> > �ADALAH DIRIMU
> > JIWA INI> >
> > �ADALAH JIWAMU
> >
> > Di situ Dewa berkata, Aku ini adalah DiriMu (Allah).
> > Ini persis seperti paham Wihdatul Wujud yang
> > menyatakan bersatunya manusia dengan Allah.
> >
> > Karena paham itu 2 orang sufi, Al Hallaj dan Syekh
> > Siti Jenar difatwa sesat dan dihukum mati oleh para
> > ulama.
> >
> > Sesungguhnya surat Al Ikhlas yang menyatakan Allah
> > itu
> > Satu dan tidak ada satu pun yang setara denganNya
> > cukup bagi kita. Demikian pula dengan dzikir "La
> > ilaaha illallah wahdahu la syarika lahu". Tidak ada
> > Tuhan selain Allah, Dia Satu, dan tak ada sekutu
> > baginya.
> >
> > Selain itu Allah berfirman: "Tidaklah diciptakan jin
> > dan manusia kecuali untuk menyembah Allah"
> >
> > Nah jika 1000 orang seperti Ahmad Dhani, Al Hallaj,
> > dsb mengaku sebagai Allah, tentu akan ada 1000
> > Allah.
> >
> > Bagaimana manusia bisa menyembah Allah jika dia
> > sendiri merasa menjadi "Allah"? Nama "Dewa" sendiri
> > yang merupakan sesembahan agama lain menyiratkan
> > kesombongan. Semoga ummat Islam tidak terbuai
> > melantunkan lagu yang mengandung kesesatan tersebut.
> >
> > Selain itu ucapan Ahmad Dhani yang berkata bahwa
> > tidak
> > ada seorang pun yang berhak menyatakan agamanya
> > benar
> > sudah merusak aqidah Islam dan bertentangan dengan
> > ayat berikut:
> >
> > > >
> > �Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah
> > hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang
> > telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
> > pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang
> > ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir
> > terhadap
> > ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat
> > hisab-Nya.> >
> > � [Ali Imran:19]
> >
> > > >
> > �Barangsiapa mencari agama selain agama Islam,
> maka
> > sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
> > daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
> > yang rugi.> >
> > � [Ali Imran:85]
> >
> > Dari lagunya terkesan seolah-olah Ahmad Dhani
> > menganggap ajaran Islam penuh dengan kebencian
> > sehingga dia perlu mengajarkan tentang cinta. Ahmad
> > Dhani perlu mempelajari penindasan bangsa Palestina
> > yang dilakukan oleh Israel atau pun penindasan
> > bangsa
> > Iraq dan Afghanistan oleh AS.
> >
> > Saran saya lebih baik Ahmad Dhani mempelajari Islam
> > dengan baik. Kan ada ustad Arifin Ilham. Kemudian
> > mengajari istrinya bagaimana cara berpakaian yang
> > Islami dan berperilaku Islami.
> >
> > Wassalamu'alaikum wr wb




----------------------------------------------------------------------------
----


> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam




_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke