AWAS TSUNAMI 2 AKAN SEGERA MELANDA INDONESIA ! Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim
Ketika berada di Masjid An-Nabawi Al-Munawarah As-Sharif, saya bertemu dengan beberapa jemaah dari Surabaya, Jogyakarta dan Jakarta, yaitu ketika jeda di antara Magrib dan Isha. Seorang di antara mereka menanyakan tentang kejadian bencana Tsunami di Aceh. Dia mengatakan dan bertanya : "Aceh adalah Serambi Mekkah, yang penduduknya adalah muslim yang taat dan tentu memiliki keimanan yang baik. Mengapa Aceh yang sedemikian itu dilaknat oleh Allah melalui pemusnahan dengan bencana Tsunami ?" Saya tahu ini adalah pertanyaan umum bagi bangsa Indonesia yang berada di luar Aceh, yang tidak memiliki informasi yang memadai tentang keadaan Aceh sesungguhnya. Setelah saya selidiki, rupanya pertanyaan yang diajukan kepada saya tersebut pernah ditanyakan oleh Non Muslim kepadanya bahkan dengan tambahan penekanan dan olok-olok yang beredar di kalangan non muslim tentang umat Islam di Aceh : "Lihat orang Islam telah dilaknat oleh Tuhan mereka". Wah, wah, ternyata bencana tsunami tersebut telah menebarkan berbagai macam pandangan terhadap Aceh yang sedang bergiat menerapkan syari'at Islam sebagai Daerah Otonomi Khusus. Ingat Waktu Dhuha Dan Tahajud ! "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga) Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi". (QS 7:96-99). Saudaraku yang kusayangi karena Allah ... Ayat ini sunggah sangat luar biasa dan harus difahami secara khusus. Ayat ini seolah sedang menceritakan tentang negeri Aceh dulunya, yang rakyatnya beriman dan bertakwa kepada Allah, sehingga Allah melimpahkan kepada negeri Aceh, berbagai barokah dari langit dan bumi. Sayang, dengan berjalannya waktu, mereka mulai larut ke dalam kemaksiatan (mendustakan nikmat Allah, tidak bersyukur, dll) dan kefasikan (berbagai perbuatan dosa dilakukan dengan sangat enteng), sehingga dengan enteng juga Allah menimpakan siksaan kepada mereka di waktu dhuha. Harus selalu kita ingat dan menjadi dzikir kita, bahwa Rasul Allah mengajarkan kepada kita untuk sedapat mungkin melaksanakan shalat pada waktu duha dan shalat tahajud pada sepertiga malam terakhir, yaitu untuk memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat, karena pada waktu-waktu tersebut adalah waktu-waktu khusus bagi Allah untuk menimpakan siksa kepada umat manusia, seperti yang sudah diceritakan-Nya di dalam Al-Qur'an terhadap kaum Tsamud, kaun A'ad, dan lain sebagainya. Peringatan Sebelum Kejadian Bencana Tsunami Di Aceh. Di waktu duha yang tenang, tiba-tiba dengan seketika tanpa dapat disadari, banyak Saudara kita telah disapu oleh badai tsunami atas perintah Allah. Begitulah keadaan Negeri Aceh, pada tanggal 26 Desember 2004 sekitar waktu duha, jam 07:52 WIB, yang dulu pernah jaya dengan kerajaan Islam, namun dalam tahun-tahun belakang selalu diguncang berbagai keburukan akhlak manusia. Pada saat terakhir, tidak banyak beda antara yang memimpin dengan yang dipimpin. Kezaliman dan kefasikan melanda negeri itu. Yang pintar memintari yang bodoh, sehingga banyak orang tak tahu menahu, tanpa sadar telah berbuat dosa. Sesungguhnya, jauh-jauh hari, Allah telah memberikan berbagai peringatan dengan kejadian-kejadian yang tak pernah terjadi sebelumnya di sana, tetapi tak ada satu pun yang memahaminya. Bukankah negeri Aceh itu dahulunya aman dan tenteram, hidup dengan rizki yang melimpah ruah ? Sayangnya, sebagaian besar penduduknya tidak bersyukur kepada Allah. Jibril pernah menceritakan kejadian seumpama ini kepada Rasul Allah pilihan : ".Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan...". (QS 2:155) "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat". (QS. 16:112). "Masya Allah, la hawla wa la quwata ila bi Allah". (Allah berbuat sesuka hati-Nya. Hal itu tidak akan terjadi kecuali dengan kekuatan Allah). Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Ketakutan telah menyelimuti hampir seluruh rakyat Aceh. Kelaparan telah melanda negeri Aceh, terutama di pedesaan terpencil. Buah-buah dan hasil bumi (pertanian dan perkebunan) tidak dapat dipetik oleh pemiliknya karena perasaan takut yang sedemikian rupa, sehingga mereka menjadi kekurangan harta bahkan jiwa-jiwa mereka pun sering melayang. Informasi ini sangat tertutup dan tak pernah dipublikasikan ke luar Aceh selama berlangsungnya konflik bersenjata di Aceh. Tak ada Saudara di luar Aceh yang bisa membantu, karena memang mereka tidak mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Kalaupun ada yang akan membantu, tentu saja bantuan itu akan sulit sampai ke alamatnya karena gangguan keamanan yang sangat parah. Benar-benar suatu cobaan yang berat. Ini adalah rangkaian peringatan-peringatan yang telah disampaikan oleh Allah kepada seluruh penghuni negeri Aceh. Peringatan ini memang menggunakan bahasa tingkat sangat tinggi, sehingga tak ada yang bisa memahami hingga berlalunya batas masa peringatan dan memasuki batas "menimpakan siksa", yang datang di waktu dhuha yang sungguh sangat mengerikan itu. Mencegah Azab Dan Siksa Semacam Tsunami Sesungguhnya bencana Tsunami itu bisa dicegah dengan cara bertaubat. Namun hal itu tidak pernah terjadi, karena tidak ada yang memahami "Kapan harus bertaubat" dari perbuatan maksiat dan fasik yang dilakukan oleh pemimpin dan rakyat negeri Aceh. Hal itu pernah diceritakan di dalam Al-Qur'an, yaitu tentang bencana yang akan menimpa negeri kaum Nabi Yunus. Karena perasaan marah yang sangat dalam disebabkan kaumnya yang tidak mendengar seruannya, sedangkan Nabi Yunus mengetahui siksa bencana apa yang akan segera ditimpakan Allah kepada negerinya, Nabi Yunus lari meninggalkan kaumnya dengan menyeberangi lautan, yang kemudian menyebabkan Nabi Yunus ditelan ikan dan dipenjarakan oleh Allah di dalam perut ikan karena lari dari tanggung jawab kepada umatnya. Namun ketika awan hitam yang berputar-putar sudah membubung dilangit, pertanda akan ditimpakan azab siksa, dengan serta merta kaum Nabi yang sedang marah itu bertaubat dan memohon ampun yang sesungguhnya kepada Allah, sehingga Allah membatalkan siksaan kepada mereka. Akan tetapi Nabi Yunus enggan kembali ke kaumnya yang tak jadi ditimpa bencana karena menyangka dirinya yang salah dan berkata bohong mengenai bencana yang disampaikannya kepada kaumnya. Azab dan siksa Allah yang akan ditimpakan kepada suatu kaum atau negeri yang telah melakukan berbagai kemaksiatan dan kefasikan tentu saja masih dapat dicegah dengan cara bertaubat, yaitu taubat yang sesungguhnya. Allah Menghendaki Kesucian Aceh. Saudaraku semua ... Sungguh, Allah itu Maha Suci, maka Dia selalu menyukai kesucian. Ketika negeri dan rakyat Aceh benar-benar menghendaki suatu kesucian dengan akan menerapkan "Syari'at Islam" sebagai dasar hukum di Aceh, Allah yang Maha Mengetahui, langsung saja menerapkan sunnah-Nya : "Syari'at Islam tidak akan bisa diterapkan, kecuali di negeri yang suci juga". Maka, negeri Aceh harus disucikan dari segala kekotoran kemaksiatan dan kefasikan, termasuk semua bentuk fisik yang berasal dari dosa kemaksiatan dan kefasikan itu. Bencana Tsunami dengan apapun yang telah diporakporandakannya, adalah pelaksanaan sebuah kehendak Allah untuk mensucikan Aceh dalam mempersiapkan Aceh menjadi sebuah negeri yang akan menjadi contoh diberlakukannya "Syari'at Islam" di Nusantara ini. Waktunya sudah dekat, marilah kita semua bersiap menyambut kedatangannya. Azab Tsunami 2 Bakal Melanda Indonesia ? Saudaraku, tak usah merasa takut dan ngeri dengan pertanyaan ini, karena hal itu memang benar-benar bisa terjadi untuk seluruh Indonesia. Bukankah kita ini adalah orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Selama kita tetap ingat kepada semua pesan Allah kepada kita, baik yang disuruh maupun yang dilarangnya, maka tak akan ada kekhawatiran dan kesedihan di dalam diri kita. ". orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". (QS 13:28) Meskipun, katakanlah bahwa jumlah orang yang tetap berzikir kepada Allah di Indonesia ini sangat sedikit dan orang-orang berzikir itu berada di tengah-tengah manusia yang bermaksiat dan melakukan kefasikan, sedangkan Allah akan mengazab mereka, kita semua harus tetap teguh yakin, pastilah Allah akan menyelamatkan hamba-Nya yang telah ingat dan berserah diri kepada-Nya dengan cara yang sangat rahasia. Maka kepada hamba-hamba tersebut, Allah telah memberikan perintah-Nya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ["Ma'ruf": segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan "Munkar" ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya]; merekalah orang-orang yang beruntung". (QS 3:104) Ayat ini adalah sebuah petunjuk kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Ini adalah sebuah tugas untuk mencegah terjadinya "tsunami 2, 3, 4 dst" di Indonesia. Sudah berlangsung lama, peringatan-peringatan Allah tentang "kelaparan, ketakutan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan telah mewabah" di Indonesia. Tentu saja, peringatan-peringatan itu akan sampai pada batas waktunya. Dan bila batas waktu peringatan telah habis, maka kita akan segera memasuki masa siksaan, azab dan pemusnahan. Ini kejadiannya bisa seperti tsunami atau bahkan lebih dahsyat lagi. Apakah kita masih merasa aman dengan azab dan siksaan Allah yang datangnya di waktu dhuha, ketika kita sedang asyik bermain-main atau di malam hari, ketika kita sedang enak-enaknya tidur ? Ingatlah, tidak akan ada tempat yang aman di Indonesia ini dari azab Allah kecuali masuk ke dalam perlindungan-Nya, yang hanya dapat dicapai dengan Taubat yang sesungguhnya. Hai Rakyat Indonesia, Mari Bertaubat ! Apakah engkau seorang rakyat, ingat (dzikir) dan berhati-hatilah, jangan sampai engkau dimanfaat-kan dan dibodohi orang-orang jahat di sekitarmu sehingga engkau melupakan pesan-pesan Allah. Jika sudah terjadi, segeralah bangkit untuk bertaubat sekarang juga. Jika tidak mau, tunggulah nanti malam atau besok pagi, bencana itu akan segera datang dan menyapu diri kita semua. JIka engkau adalah seorang pemimpin rakyat, maka jika rakyatmu masih bodoh dan terbelakang, kemudian engkau manfaatkan tanpa sepenge-tahuan mereka sehingga mereka melakukan dosa-dosa, pastilah akibatnya akan menimpa kalian semua, ya rakyat, ya engkau sendiri. Kita semua akan diazab oleh Allah dengan azab yang sangat pedih, yang datangnya tidak kita sangka-sangka. Marilah kita mengikuti langkah-langah yang telah ditempuh oleh kaumnya Nabi Yunus itu: (1) Menyadari semua kesalahan dan dosa kita. (2) Memohon ampunan Allah atas segala dosa yang telah kita perbuah. (3) Bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi lagi dengan alasan apapun. (Barang yang kita curi, kita kembalikan. Bila membunuh, mohon maaf kepada kerabatnya. Dan lain sebagainya sebagai bukti taubat kita). Sebagian Negeri Banda Aceh dan Negeri Molaboh di Nanggroe Aceh Darrusalaam (semoga nama baru ini akan menjadi cermin kehidupan sebagai negeri jalan keselamatan) boleh dikatakan lenyap, karena sudah rata dengan tanah. Kelak tentu akan ada penghuni baru di negeri-negeri itu. Jika penduduk baru itu juga berbuat kezaliman dan kefasikan, Allah sudah menjanjikan azab yang sama. Begitu juga, terhadap negeri-negeri yang alhamdulillah saat ini masih diberikan kesempatan untuk belajar dari kejadian di Nanggroe Aceh Darrussalam dan Sumatera Utara itu, bila melupakan tugas-tugas mereka dari Allah sebagai Khalifah-Nya di bumi untuk menebarkan keselamatan, kasih dan sayang kepada seluruh makhluk, niscaya ramalan-ramalan para Ahli Geosifika, bahwa bencana dahsyat yang sama masih bisa terjadi, akan segera menimpa mereka juga. "Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik". (QS. 7:100-102) Saudaraku semua ... Setelah selama ini kita berpecah belah, masing-masing membusungkan dada dan berkelahi di jalan-jalan, kini saatnya kita menyatukan diri kembali. Aceh, dan Sumatera Utara dan semua negeri di Nusantara ini adalah bagian negeri Indonesia yang aman dan sejahtera. Mari kita bahu membahu, membersihkan puing-puing kehancuran negeri ini dari mayat-mayat dan dari segala macam sampah, hingga seluruh negeri itu menjadi bersih, suci dan rapi kembali. Kita ulurkan bantuan untuk mereka yang tersisa selamat dan juga untuk mereka yang bekerja siang malam di sana. Mereka perlu makanan dan minuman dan obat-obatan, juga pakaian untuk pekerjaan yang sangat berat itu. Setelah itu, mari kita semua bertaubat dan bertekat untuk memperbaiki diri dan saling kokoh mengokohkan di antara kita. Jangan bicara "suku dan agama saya", tetapi mari berbicara "kita semua adalah saudara dalam mengabdi kepada Allah", maka Allah pasti akan menolong kita dan menyayangi dan mengasihi kita tanpa batas. Hanya kepada Allah kita mengabdikan diri kita dan hanya kepada-Nya juga kita mengharapkan pertolongan. "Ya, Allah, ya tuhan kami, hanya kepada-Mu kami semua mengabdi dan hanya kepada-Mu juga kami semua memohon pertolongan. Maka tolonglah kami semua agar tetap mampu dan dengan senang hati berjalan di jalan-Mu yang benar dan lurus, yang menyebabkan Engkau melimpahkan kepada kami semua kebaikan dan kenikmatan hidup di bumi dan di akhirat kelak. Dan jangan Engkau sesatkan kami sehingga menjadi orang-orang yang zalim dan fasik, seperti orang-orang zalim dan fasik yang telah Engkau binasakan itu. Ya Allah, Ya Rabbana, mudahkahlah bagi kami untuk bertaubat dari segala kesalahan kami sehingga kami tidak akan mengulangi lagi dan senantiasa memperoleh bimbingan dari-Mu untuk selalu memberikan yang terbaik dalam melayani dan mengabdi kepada-Mu. Ya, Allah, ya tuhan kami, ampuni dan maafkanlah jika kami terlalu berlebihan dalam beribadah dan memohon kepada-Mu". Mohon maaf, jika e-mail ini agak keras, namun Allah telah menguatkan saya untuk menyampaikan hal ini agar menjadi peringatan bagi kita semua. Ini adalah bagian dari dzikir kita hari ini, yang pengaruhnya sungguh akan sangat dahsyat karena dzikir kita hari ini akan mampu mengubah bencana siksaan dan azab Allah menjadi diturunkannya rahmat kepada seluruh kita. Sedangkan bila kita mengabaikan dzikir kita ini, Anda sudah dapat melihat (mengerti) azab apa yang akan ditimpakan Allah kepada kita. As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
