Assalamu'alaikum wr wb,

Kira2 bisa tidak ummat Islam bersatu membebaskan
Palestina dari jajahan Yahudi Israel yang didukung
oleh Kaum Kristen AS?

Jika bisa, maka masjid Al Aqsa bisa kembali ke tangan
Islam.

Atau mungkin ummat Islam akan terus diadu oleh kaum
Yahudi dan Nasrani sehingga Masjid Al Aqsa yang
merupakan satu dari 3 masjid suci tetap diduduki
Yahudi Israel?

Wassalam

From:   "Tony Ringgo Cahyono"
<[EMAIL PROTECTED]>  

Ali Khamenei Serukan Perlawanan terhadap Upaya Barat
dan Zionis Pecah Belah Umat Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Syed Ali
Khamenei mencanangkan Hari Al-Quds Sedunia, hari di
mana umat Islam melakukan perlawanan terhadap
kebijakan-kebijakan yang bertujuan menyebarkan
benih-benih perpecahan di kalangan umat Islam.

Ali Khamenei menyampaikan hal tersebut dalam khutbah
Jumatnya (13/10) pekan kemarin di kampus Universitas
Tehran. Dihadapan para jamaah sholat Jumat itu ia
membeberkan rencana jahat dan kebijakan-kebijakan
negara AS serta gerakan Zionisme internasional untuk
mengubah wilayah Timur Tengah, menciptakan
ketidakstabilan dan menebarkan benih-benih perpecahan
di kalangan negara-negara Islam di wilayah itu,
seperti di Palestina dan Irak.

Ia mengatakan, Hari al-Quds Sedunia adalah hari
perlawanan umat Islam sekaligus untuk mendeklarasikan
posisi mereka terhadap penindasan dan ketidakadilan
yang dilakukan kaum Zionis serta para pendukung dan
sekutunya. Ia memastikan seluruh umat Islam didunia
untuk memperingati hari al-Quds ini.

Pada kesempatan itu, Ali Khamenei juga menyinggung
perkembangan terakhir di Timur Tengah, termasuk perang
33 hari pejuang Hizbullah di Libanon melawan Israel.
Khamenei menyebut perlawanan Hizbullah sebagai
fenomena sejarah yang unik.

"Perang 33 hari di Libanon merupakan fenomena sejarah.
Tidak ada preseden di seluruh wilayah ini. Musuh-musuh
negara Islam, juga tidak mengharapkan ini terjadi.Hari
ini Hizbullah dan pemimpin Hizbullah ada di antara
nama-nama yang maling popoler di kalangan dunia
Islam," kata Ayatullah Khamenei.

Menurutnya, ini mengindikasikan bahwa dunia Islam
menganggap bahwa mereka telah memenangkan perang.
Selain itu, kata Khamenei, kegembiraan dan kebahagiaan
yang ditunjukkan umat Islam setelah kemenangan para
pejuang di Libanon, mengindikasikan adanya fakta bahwa
dunia Islam merasa bahwa mereka ikut berperang dalam
kemenangan yang bersenjarah itu.

"Tak seorangpun meragukan kemenangan perlawanan Islam
di Libanon, sebuah hantaman keras bukan hanya bagi
Israel tapi juga bagi AS dan semua pihak yang
bersekutu dengannya," sambung Khamenei.

Ia menyatakan, kemenangan pasukan Hizbullah di Libanon
adalah pelajaran berharga bagi negara-negara Muslim
untuk meyakini bahwa melakukan perlawanan terhadap
musuh adalah satu-satunya cara untuk menang, meskipun
perlawanan hanya dilakukan oleh kelompok kecil,
meskipun musuh yang dihadapi memiliki angkatan
bersenjata kuat dan didukung oleh AS.

Ali Khamenei menegaskan, jika sebuah bangsa yang ingin
melakukan perlawanan terhadap tirani tidak merasa
takut dan tidak terganggu akan hilanganya kenyamanan
dan kenikmatan hidup, maka perlawnan itu akan membawa
kemenangan.

Ali Khamenei mengungkapkan tentang konspirasi Amerika
dan kelompok Zionis yang selama hampir 50 tahun
belakangan ini berusaha untuk membangun dan melindungi
rejim Zionis dengan memperkuat militer rejim Zionis
tersebut. Tapi kenyataannya, militer rejim Zionis itu
berhasil dikalahkan oleh kelompok sipil yang memiliki
peralatan serba terbatas.

"Itulah sebabnya kaum Zionis dan Amerika berjuang
untuk menutupi kegagalan mereka yang memalukan dengan
cara menerapkan rencana-rencana jahat mereka di
negara-negara sekitarnya," tandas Ali Khamenei.

Ia juga mengingatkan tentang kehadiran pasukan penjaga
perdamaian PBB yang berasal dari berbagai negara di
Libanon pascaperang Hizbullah-Israel. Ia
mengkhawatirkan misi ini akan berubah dan dipaksa
untuk melawan Hizbullah.

Begitupula dengan kemungkinan munculnya kembali upaya
Barat untuk menciptakan konflik sektarian di kalangan
umat Islam dengan memanfaatkan perbedaan aliran dalam
agama Islam. Ayatullah Ali Khamenei menuding Inggris
dan AS telah membenturkan antara Muslim Sunni dan
Syiah.

"Orang-orang Inggris sangat terampil mengadu domba
Syiah dan Sunni, dan mereka telah mengajarkan AS untuk
memecah belah Sunni dan Syiah. Hari ini, negara-negara
di wilayah ini sangat perlu untuk bersatu," imbuhnya.
(ln/tehrantimes) 

===
Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


      
____________________________________________________________________________________
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!   
http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 


_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke