Assalamu’alaikum wr wb,
Saya lihat ada artikel yang memuat tentang “Di Mana
Allah?”. Namun sayangnya ayat Al Qur’an yang dia kutip
hanya sepotong, yaitu Allah ada di langit. Yang
beranggapan lain, misalnya Allah ada di dekat hambanya
yang saleh (manusia yang ada di bumi) dianggap kafir
dan sesat. Ini sudah menjurus pada ghibah dan takfir.

Yang beranggapan Allah itu dekat juga punya dalil yang
tegas dari Al Qur’an:

Allah itu dekat:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan
mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan KAMI
LEBIH DEKAT KEPADANYA DARIPADA URAT LEHERNYA”
[Qaaf:16]

"Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
padahal kamu ketika itu melihat,
dan KAMI LEBIH DEKAT KEPADANYA DARI PADA KAMU. Tetapi
kamu tidak melihat" [Al Waqi'ah:83-85]

 “DAN APABILA HAMBA-HAMBA-KU BERTANYA KEPADAMU TENTANG
AKU, MAKA (JAWABLAH), BAHWASANYA AKU ADALAH DEKAT. Aku
mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia
memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi
(segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
[Al Baqarah:186]

Yang beranggapan Allah ada di mana saja mungkin mereka
memakai dalil ini:

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka
KEMANAPUN KAMU MENGHADAP DI SITULAH WAJAH ALLAH.
Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha
Mengetahui.” [Al Baqarah:115]

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam
masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ?arsy Dia
mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang
keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan
apa yang naik kepada-Nya. Dan DIA BERSAMA KAMU DI MAMA
SAJA KAMU BERADA. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan.” [Al Hadiid:4]

Allah di atas ‘Arsy:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia
bersemayam di atas 'Arsy” [Al A’raaf:54]

 “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa
yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian
Dia bersemayam di atas 'Arsy” [As Sajdah:4]

“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada
antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia
bersemayam di atas Arsy” [Al Furqaan:59]

“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di
atas 'Arsy“ [Thaahaa:5]

 „ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian
Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala
urusan...[Yunus:3]

Apakah ayat-ayat di atas bertentangan? Jika kita pikir
baik-baik tidak. Semua benar adanya.

Sebagai contoh (meski tidak sama karena Allah Maha
Besar dan tidak serupa dengan makhlukNya), jika istri
saya bilang bahwa saya ada di rumah. Istri saya benar,
karena malam hari saya ada di rumah.

Sebaliknya jika teman saya bilang saya ada di kantor,
dia juga benar karena pagi saya kerja di kantor.

Atau contoh lain, udara ada di Amerika. Tapi kalau ada
yang bilang udara juga ada di Indonesia dia tidak
salah. Karena udara juga ada di Indonesia.

Jika ada yang bilang sinar matahari ada di matahari,
dia benar. Tapi jika ada yang bilang sinar matahari
ada di pekarangan rumahnya juga benar karena sinar
matahari bersinar ke mana-mana.

Atau jika ada buaya yang panjangnya 10 meter, maka
jika ada semut A yang bilang ada buaya di dekat
lubangnya di dekat ruang tamu. Semut itu benar. Dan
jika ada semut B bilang bahwa ada buaya di dekat
lubangnya di dapur. Semut ini juga benar karena buaya
tersebut amat panjang.

Tapi sekali lagi Maha Suci Allah dari yang kita
sifatkan atau pikirkan. Itu hanyalah analogi agar kita
dapat memahaminya.

Ada ayat-ayat Al Qur’an lain yang menyebutkan
singgasana Allah sangat besar. Meliputi langit dan
bumi:

Arsy Allah besar meliputi langit dan bumi:

“ … Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah
tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha
Tinggi lagi Maha Besar.” [Al Baqarah:255]

 “Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan
Yang mempunyai 'Arsy yang besar."  [An Naml:26]

“Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh
dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" [Al Mu’minuun:86]

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan
selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak
binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy
daripada apa yang mereka sifatkan.” [Al Anbiyaa’:22]

„Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang
di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada
orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga)
kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika
kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di
langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah
dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.“ [An Nisaa’:131]
 

Makhluk Allah yang ad adi langit dan bumi bertasbih
kepada Allah:

“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi
bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah).
Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Al
Hadiid:1]

“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya
bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga)
burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing
telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan
Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” [An
Nuur:41]
  
“Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa
yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua
kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu.” [At Taghaabun:1]

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di
langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci,
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [Al Jumu’ah:1]

Malaikat memikul ‘Ars:

“(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat
yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya
dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun
bagi orang-orang yang beriman ..” [Mu’min:7]

Jangan sampai karena pertanyaan “Di mana Allah” kita
akhirnya mengkafirkan orang yang sudah berkata tidak
ada Tuhan selain Allah. Mengakui bahwa Allah itu Esa
dan beribadah kepadanya. Padahal orang itu juga punya
sandaran dalil Al Qur’an yang jelas.

Janganlah kita jadi orang sesat yang cenderung
mentakwilkan ayat-ayat Al Qur’an yang mutasyabihaat
hanya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan:

“ Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada
kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang
muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan
yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun
orang-orang yang dalam hatinya condong kepada
kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat
yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan
fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada
yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan
orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami
beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya
itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil
pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang
berakal.” [Ali ‘Imran:7]
[183]. Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang
dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah. 

[184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat
mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa
pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang
dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam;
atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang
mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan
yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari
kiamat, surga, neraka dan lain-lain.   

Wassalamu’alaikum wr wb


===
Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


 
____________________________________________________________________________________
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
http://autos.yahoo.com/new_cars.html 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke