Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim.

Mas Agus yang baik, terima kasih.

Pengertiannya, apakah berarti "Allah tidak akan pernah mengirim utusan-Nya" 
kepada manusia ?

Sepertinya ada yang rancu lho Mas Agus. Masih belum masuk di akal saya, jika "Allah tidak akan pernah mengirim utusan-Nya" kepada manusia. Menurut saya, rasul itu pengertiannya lebih sangat luas, ya UTUSAN SECARA UMUM. Sedangkan Nabi adalah seorang RASUL PILIHAN. Artinya, tidak setiap RASUL adalah NABI, tetapi SETIAP NABI PASTILAH UTUSAN ALLAH.

Pengertian saya ini, konsekwensinya, sampai saat ini ALLAH TETAP MENGIRIM UTUSAN-NYA kepada manusia dengan berbagai cara dan dengan berbagai media dan subjek. Itulah yang saya tangkap dari berbagai ungkapan dan tafsiran Al-Qur'an.

Misalnya, tentang seekor BURUNG yang "dikirim" Allah kepada Qabil yang baru saja membunuh saudaranya Habil, adalah utusan Allah untuk memberi petunjuk dan bimbingan kepada Qabil dalam hal menguburkan orang mati. Hal semacam ini masih akan terjadi hingga berakhirnya kehidupan manusia kelak.

Contoh yang bisa kita temui pada saat ini, misalnya :
“Suatu saat kita berselisih pendapat dengan keluarga yang sangat hebat. Sehingga rasanya tidak ada jalan keluar lagi. Kemudian salah seorang di antara kita berdoa dan memohon petunjuk Allah agar diberi bimbingan dan petunjuk yang tepat. Eh, tidak sampai lima menit kemudian, datang seorang teman kita dari jauh entah dari mana saja bahkan katanya tadinya tidak berniat untuk datang ke rumah kita, namun akhirnya dia tanpa alasan yang jelas datang ke rumah kita. Apa yang dilakukannya ? Eh lagi, ternyata dia menceritakan sesuatu yang terjadi pada teman kita lainnya, yang mirip dengan apa yang sedang kita alami dengan keluarga kita barusan. Dan si teman yang datangnya menjelaskan jalan keluar yang telah diambil teman kita yang lain tadi, sehingga bereslah masalahnya”.

Teman kita yang datang kepada kita itu adalah UTUSAN ALLAH khusus kepada kita untuk membawa solusi bagi problem kita. Hal semacam inilah yang saya sebut bahwa “petunjuk dan bimbingan Allah tidak akan pernah berhenti kepada manusia !”.

Bagaimana (How) Allah memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada manusia ?

Al-Qur’an juga menceritakannya :

“Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu [yang diilhamkan langsung ke dalam hati] atau dibelakang tabir [misalnya Nabi Musa (as) dapat mendengarkan suara Allah tanpa diperlihatkan sosok yang berbicara] atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat atau lainnya) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan”. (QS 42:51-53)

Mari kita simak ayat ini lagi:

“.. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan
ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (QS 91:8-10)

Ayat ini menjelaskan bagaimana Allah menggunakan JIWA (QALB, HATI) manusia sebagai media untuk menyampaikan petunjuk-Nya. Orang yang beruntung mendapat petunjuk dan bimbingan Allah dengan menangkap sinyal pesan dari Allah adalah bagi mereka yang jiwa atau hatinya suci karena selalu disucikan. Yang hatinya tetap kotor, tidak akan dapat menangkap pesan Allah semacam ini. Allah itu Maha Bijaksana, maka Dia akan mencari jalan lain untuk menyampaikan petunjuk-Nya kepada makhluk-Nya. Ya tadi, melalui UTUSAN (Nabi, orang lain, burung, anjing, cacing dan lain sebagainya. Maaf kata2 burung s/d cacing ini bukan untuk melecehkan, tetapi untuk memberikan contoh yang seluas-luassnya).

Nah, saya mohon maaf, penjelasan orang yang masih bodoh ini, mudah-mudahan saja masih ada sedikit yang bisa diambil manfaatnya.

Terima kasih dan Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Syaifuddin Ma’rifatullah

------------------------------------
PLEASE VISIT THE ISLAMIC BASE DIRECTORY  ( TRIAL )http://www.xeznet.uni.cc/ibd
On Fri, 19 Oct 2007 01:22:26 -0700 (PDT)
 A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
| Begini pak Syaifuddin,
| Nabi menurut bahasa artinya pembawa berita.
| Ada pun Rasul artinya utusan.
| | Menurut definisi ulama, Nabi menerima wahyu dari Allah, baik untuk dirinya sendiri (tidak
|diharuskan menyebarkan ke ummatnya contoh Nabi Khaidir) mau pun untuk 
disampaikan ke ummatnya
|(contoh Nabi Muhammad).
| | Ada pun Rasul, karena utusan maka dia harus menyampaikan wahyu Allah ke ummatnya. | | Artinya setiap Rasul pasti adalah Nabi (contoh Nabi Muhammad yang juga disebut Rasul Allah).
|Tapi tidak setiap Nabi menjadi Rasul (contoh Nabi Khaidir)
| | Jadi kalau Nabi Muhammad disebut sebagai Khataman Nabiyyiin, maka berarti dia bukan hanya
|penutup Nabi, tapi juga penutup Rasul karena setiap Rasul itu pasti Nabi.
| | Untuk jelasnya silahkan lihat 17 Dalil Nabi Muhammad Nabi terakhir di:
| http://syiarislam.wordpress.com
| atau
| http://media-islam.or.id
| | "...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
| Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama 
bagimu..." [Al
|Maa-idah:3]
| | Ayat di atas dan juga syahadah Muhammad adalah rasul Allah sekaligus memerintahkan ummat Islam
|agar hanya mengikuti Muhammad sebagai rasul Allah. Bukan orang2 lain yang mengaku 
"Rasul" setelah
|wafatnya Nabi Muhammad.
| | Wassalamu'alaikum wr wb | | ===
| Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
| Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
| | ----- Original Message ----
|From: H. Syaifuddin Ma'rifatullah - MEDAN <[EMAIL PROTECTED]>
| To: [email protected]
| Sent: Friday, October 19, 2007 2:58:12 PM
| Subject: [is-lam] Khataman Nabiyyin dan Khataman Rasulan
| | | Bismillaah, AR-Rahmaan, AR-Rahiim.
| Kita sering dibingungkan oleh para ilmuwan yang belum tuntas
| menjelaskan kepada kita apa itu beda
| atau apa itu sebenarnya yang disebut-sebut sebagai :
| | - Khataman Nabiyyin = katanya artinya Nabi yang terakhir
| ada juga
| - Rasul Muhammad itu adalah Rasul Terakhir.
| | Apakah sama makna antara Nabi dan Rasul. | | Setahu saya yang bodoh ini, Nabi adalah Pembawa Berita Besar yang belum
| pernah disampaikan
| sebelumnya. Misalnya Nabi Muhammad (saw) adalah Pembawa Berita Besar
|  (An-Naba') terakhir kepada
| manusia. Nyatanya memang Nabi Muhammad ini adalah manusia terakhir yang
| disebut Nabi dengan Pesan
| Khusus berita besar, agama Islam yang terakhir, sebagai penyempurna
| agama Islam yang besarnya
| pernah dibawa oleh Nabi Isa (as) sebelumnya. Sampai saat ni, tidak ada
| berita besar sebesar yang
| disampaikan oleh Nabi Muhammad. Kalau pun ada berita, dia bukanlah
| berita besar, melainkan berita
| lama yang di-re-send ke bumi ini melalui orang-orang tertentu, kalau
| saya menyebutnya "Rasul
| Tertentu".
| | Apa pula itu Rasul ? | | Pengertian yang sampai kepada saya, Rasul itu adalah Utusan Allah
| kepada manusia tertentu atau
| kepada segolongan manusia atau kepada satu negara tertentu atau yang
| semacamnya. Rasul adalah
| manusia pilihan Allah untuk menyampaikan sebuah pesan dari Allah,
| tetapi bukan berita besar,
| seperti yang dibawa oleh Nabi. Rasul sebagai penyampai berita atau
| pesan khusus, bisa berupa apa
| saja. Ya manusia, ya binatang, yang benda dan bermacam lainnya, yang
| penting bahwa pesan itu akan
| sampai kepada yang dituju.
| | Nah, itu dulu mungkin sebagai pembuka diskusi yang "agak sensitif" ini.
| Karena sensitifnya, kita
| harus sedikit ekstra hati-hati lho menyampaikan atau menanggapinya.
| | Mudah-mudahan kita akan memperoleh jalan keluar dari fenomena adaNYA
| "MANGAKU NABI" dan "MENGAKU
| RASUL". Ini salah satu harus bisa difahami sebagai sesuatu yang lumrah
| dan lainnya adalah sesuatu
| yang "tidak mungkin menurut pendapat ...".
| | Salamu alaikum
| Syaifuddin Ma'rifatullah
| | | ----------------------------------------------------------------
| Mobile : +628126431657 / +628527567 0043
| Ingin bergabung dengan Islamic Base Directory (Trial) ? Sekarang juga
| Klik :
| http://www.xeznet.uni.cc/ibd
| 
========================================================================================
| "Sambil berpuasa, ikuti Netkuis Ramadhan 1428 H. Menangkan Laptop, Ipod
| dan HP Nokia di akhir periode netkuis dan dapatkan Flash disk di tiap
| minggunya dengan mengikuti Netkuis di http://netkuis.telkom.net/";
| 
========================================================================================
| _______________________________________________
| is-lam mailing list
| [email protected]
| http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
| | | | | __________________________________________________
| Do You Yahoo!?
| Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
| http://mail.yahoo.com
| _______________________________________________
| is-lam mailing list
| [email protected]
| http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

----------------------------------------------------------------
Mobile : +628126431657 / +628527567 0043
Ingin Pengunjung Website Anda meningkat ? Atau Ingin Pasang Iklan Gratis ? Sekarang juga Klik : http://www.xeznet.uni.cc
========================================================================================
"Sambil berpuasa, ikuti Netkuis Ramadhan 1428 H. Menangkan Laptop, Ipod dan HP Nokia 
di akhir periode netkuis dan dapatkan Flash disk di tiap minggunya dengan mengikuti 
Netkuis di http://netkuis.telkom.net/";
========================================================================================
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke