Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim.
Alhamdulillah hi rabb 'alamiin, ina lillaahhii wa ina ilaih hi raji'un.
Jika tidak karena kemurahan dan kasih sayang Allah kepada kita, mungkin kita
tidak tidak diberikan kesempatan lagi untuk mengabdi dengan cara hidup di bumi
ini hari ini.
Hidup di bumi ini, adalah belajar sarana untuk hidup sebagai manusia sejati.
Manusia sejati adalah manusia yang "mengenal dirinya sebagai makhluk dan
diciptakan untuk hanya mengabdi kepada Allah" - apa pun alasannya. Desain
seperti ini tidak hanya untuk makhluk golongan manusia, tetapi juga untuk
makhluk dari golongan jin. Mudah-mudahan semua makhluk manusia dan jin yang
sedang membaca mail ini, dapat sama-sama bahu membahu melaksanakan apa yang
menjadi tugas masing-masing yang telah ditetapkan Allah - Sang Maha Pencipta -
ke atas mereka.
Rahasia Di Balik Sebuah Peristiwa
Begitu banyak peristiwa terjadi dan kita alami selama hidup di bumi ini.
Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi antara keinginan dan kebutuhan.
Peristiwa yang terjadi dan kita alami karene didasari oleh sebuah keinginan
hati kita adalah menjadi ciri yang khas dari manusia yang diberikan alat khusus
yaitu : fikiran dan akal. Sedangkan peristiwa yang terjadi karena kebutuhan
kita terhadap sesuatu, sering terjadi di luar kesadaran kita, karena dituntun
oleh suatu kekuatan rahasia yang maha dahsyat, yang kita tak mampu
mengendalikannya. Itulah kekuatan dari Sang Pengatur seluruh sistem (alam),
yaitu Allah Yang Maha Suci dari campur tangan selain diri-Nya.
Apakah peristiwa yang terjadi karena suatu keinginan kita sepenuhnya dapat kita
kendalikan ? Sama sekali tidak ! Kita hanya memilih, ibaratnya kita memilih
menu makanan - tepat memilih dapat makanan enak, salah memilih harus menelan
sajian yang tak sedap. Baik pilihan makanan yang enak atau yang tak sedap telah
tersaji di hadapan kita karena telah dibuat atau ditetapkan oleh Sang Pembuat.
Kecerdasan akal, fikiran juga emosi kita, hanyalah digunakan untuk memilih yang
benar dan yang salah. Yang benar-benar enak dan sesuai kebutuhan atau Salah
karena kecerdasan kita belum sampai memahami pada apa yang kita pilih salah
tersebut.
Kalau demikian, apalah arti diri kita dalam hidup ini ?
Kita tidak sepenuhnya mengendalikan diri kita sendiri. Andil kita dalam
kehidupan kita sendiri adalah sangat kecil dan bisa dikatakan tak ada artinya
dibanding dengan pengendalian sepenuhnya yang dilakukan Allah ke atas diri kita
sebagai bagian dari alam ini.
Kecerdasan yang diberikan Allah kepada kita sejak awal atau kecerdasan yang
diberikan Allah melalui "latihan-latihan khusus " adalah sebuah keberuntungan
yang sangat besar. Untungnya hal ini terjadi setiap saat di dalam hidup kita
sampai hari ini ! Itulah sebuah rahasia yang sulit difahami terhadap sebuah
peristiwa di dalam hidup kita.
Bisa jadi peristiwa menyenangkan atau yang menjengkelkan yang terjadi hari ini
atas diri kita adalah sebuah "latihan khusus" itu. Dapatkah kita memahami
tentang "latihan khusus" apa yang sedang ditetapkan Allah ke atas kita ? Mari
kita selalu memohon petunjuk dan pertolongan kepada Allah, satu-satunya tujuan
pengabdian dan permohonan kita.
As-Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Syaifuddin Ma'rifatullah
-------------------------------------------------------------------------------
Catatan:
Buku-Buku Yang Perlu kita baca untuk bisa memahami artikel ini:
Jalaluddin Ar-Rumi, "Yang Mengenal Dirinya, Yang Mengenal Tuhannya".Uwaid
Al-Qarni, "La Tahzan"Jika karena berbagai sebab Anda kesulitan memperoleh
buku-buku tersebut, silahkan hubungi saya via e-mail, insya Allah saya bantu.
-----------------------------------------------------------
Pulsa Keluarga Murah, Isi Sendiri, Mudah dan Cepat: Klik
http://www.xez-pulsa.uni.cc
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam