ASSALAMUALAIKUM-WR-WB.

Hmmm, 
Ini dia ! Yang seperti ini yang harus kita hati-hati dan waspada. Jangan sampai 
kita salah mengambil kesimpulan. Boleh dong saya bertanya :
1. Dari mana isu ini datangnya? Apakah isu ini sesuai dengan kejadian yang 
sebenarnya. Atau hanya mirip-mirip saja untuk kemudian ditambah-tambah agar 
bisa menjadi propaganda?
2. Apakah ada yang berkepentingan atau pihak yang diuntungkan dengan timbulnya 
isu semacam ini?
3. Jika memang betul terjadi apa yang diisukan tersebut boleh dong kita 
bertanya dan meneliti Kenapa hakim menjatuhkan hukuman cambuk kepada gadis 
qatif tersebut. Pasti ada kesalahan lain yang mungkin tidak dipublikasikan. 
Apakah benar begitu?
4. Kenapa kok malah masyarakat Amerika yang rame memberikan opini? Kenapa tidak 
masyarakat arabnya sendiri yang protest dan keberatan?
5. Seandainya benar demikian kejadianya Kenapa Amerika malah sibuk memprotes 
kebijakan kehakiman Arab tetapi membiarkan pelanggaran HAM tentaranya Amerika 
sendiri yang dikirim ke Iraq, Afganistan, Somalia.?
6. Ingat Amerika paling pandai membungkus barang jualannya. Apakah ini barang 
jualan Amerika
 7. Jika memang terjadi isu tersebut adalah benar dan tanpa adanya propaganda 
atau kepentingan apapun maka, mungkin inilah saatnya kita bertanya kepada 
sesama kita. Benarkah pengadilan syariat Islam itu harus seperti itu. Syariat 
Islam adalah syariat paling baik. Tetapi tetap saja keberhasilan dan manfaatnya 
akan tergantung kepada pelaksana-pelaksana dan penegak-penegak hukumnya.

It's not about the gun. But it's about the man behind the gun.


From: "A.Dharmawan" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] Ynag bener itu Gimana tho...??
To: "'Milis is-lam'" <[email protected]>
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Message-ID:
 <[EMAIL PROTECTED]>

Content-Type: text/plain; charset="windows-1250"

Demokrat AS kecam Saudi 
 HYPERLINK
"http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/printable/071122_usaudir
ape.shtml"
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/printable/071122_usaudira
pe.shtml

Para bakal calon presiden dari Partai Demokrat di Amerika Serikat menyatakan
kemarahan mereka atas keputusan pengadilan Arab Saudi.
Pengadilan menjatuhkan vonis hukum cambuk sebanyak dua ratus kali kepada
seorang wanita korban pemerkosaan.
Kasus yang menimpa seorang perempuan Arab Saudi ini banyak diliput oleh
media massa di Amerika Serikat. 
Perempuan itu diperkosa beramai-ramai tetapi justru dinyatakan bersalah
karena berada di mobil dengan seorang pria yang bukan muhrimnya.
Bakal calon yang berada di tempat teratas saat ini, Hillary Clinton menyebut
vonis itu sebagai suatu kebiadaban dan mengatakan Presiden Bush seharusnya
meminta Raja Abdullah dari Arab Saudi untuk membatalkan keputusan itu.
Di situsnya, mantan ibu negara itu mengatakan bila nanti menjadi presiden
dia akan memprioritasnya hak asasi manusia di seluruh dunia. 
Pesaing terdekatnya, Senator Barack Obama juga menyebut mengenai hal
dikatakan sebagai keputusan tidak adil. 
Pernyataan tersebut tertuang dalam sepucuk surat kepada Menteri Luar Negeri,
Condoleeza Rice. 
Bakal calon presiden lainnya, John Edwards dan Joe Biden menekan departemen
luar negeri dan juga Presiden Bush agar menyuarakan penentangan mereka lebih
lanjut. 
Korban pemerkosaan itu sekarang sudah disebut sebagai gadis Qatif, nama yang
merujuk kepada kota asalnya.
Pria yang berada di dalam mobil tersebut juga diserang.
Gadis tadi pada awalnya mendapatkan hukuman lebih ringan, namun hukumannya
diperberat minggu lalu, demikian juga dengan tujuh pria yang melakukan
pemerkosaan.
Sumber-sumber di pengadilan mengatakan hakim tidak menyukai publisitas yang
dibuat oleh para pengacara kasus ini.
Pengadilan juga melarang pengacara tadi untuk datang lagi ke pengadilan, dan
mencabut larangan berpraktek.
Prioritas hak asasi manusia
Kasus ini mendapatkan banyak perhatian dan kritikan di Amerika Serikat.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan "rasa terkejutnya"
dengan hukuman tersebut.
Namun Hillary Clinton mengatakan reaksi itu terlalu lemah.
"Saya mendesak Presiden Bush guna menelpon Raja Abdullah untuk membatalkan
keputusan pengadilan, dan membatalkan semua tuntutan terhadap wanita
tersebut," kata Ny Clinton.
"Kalau saya terpilih sebagai presiden, saya akan menjadikan masalah hak
asasi manusia prioritas di seluruh dunia."
Pihak berwenang Arab Saudi mempertahankan keputusan hukuman tersebut,
sebagai hal yang konsisten dengan hukum di sana dan memperingatkan untuk
tidak melakukan "agitasi lewat media."
Menurut analis Timur Tengah BBC Roger Hardy ini menunjukkan betapa
sensitifnya pihak berwenang bahwa wanita tersebut dan pengacaranya
menggunakan media untuk mengungkap kasus mereka.
Organisasi Human Rights Watch mengatakan keputusan ini mengirimkan pesan
bahwa para korban kekerasan seksual tidak boleh mengajukan keberatan ke
pengadilan.


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.3/1144 - Release Date: 11/21/2007
4:28 PM

-------------- next part --------------
A non-text attachment was scrubbed...
Name: winmail.dat
Type: application/ms-tnef
Size: 8690 bytes
Desc: not available
Url : 
http://abangadek.com/pipermail/is-lam/attachments/20071123/f4c98da8/winmail.bin

------------------------------

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


End of is-lam Digest, Vol 36, Issue 31
**************************************

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke