Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim.

(1). Cara membaca syariat Allah, tentulah harus menggunakan "kacamata Allah" - 
melihat dengan penglihatan Allah ! Jangan sekali-kali menggunakan kacamata 
kudanya Amrika, yang "tak pandai"  menbaca menggunakan kacamata bermerek  
"islam".

(2). Hakim Pengadilan Syariah, tidak ditetapkan begitu mudah saja. Dia memiliki 
persyaratan yang sangat ketat berdasarkan syariat islam juga. Saudi, adalah 
negara islam yang menerapkan syariat islam sesuai situasi dan kondisi setempat. 
Orang luar Saudi, tidak boleh mengganggu karena tidak diberikan hak untuk itu. 
Itu urusan Saudi sendiri.

(3). Soal perempuan yang divonis cambuk itu, hakim tentu punya dasar yang kuat. 
Jika minimal ada empat saksi yang menyatakan bahwa benar perempuan itu sesuai 
tuduhan bersama dengan satu atau lebih lelaki lain yang bukan muhrimnya, maka 
sudah syah bahwa dia telah melanggar syariat islam. Begitu juga, bahwa tidak 
ada 4 orang saksi yang membenarkan bahwa perempuan tersebut diperkosa rame2, 
maka tentu saja hakim juga tidak dapat memvonis apa pun kepadanya atau kepada 
yang lain - yang katakanlah telah memperkosanya. Itu juga benar menurut syariat 
islam, tetapi mungkin dianggap salam menurut "syariatnya amrika" itu.

Semoga bermanfaat.
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat 
buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui...." (QS 2:216)

As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.




 
-----------------------------------------------------------
Mau Langganan Pulsa Keluarga Murah, Isi Sendiri, Mudah dan Cepat: 
Klik http://www.xez-pulsa.uni.cc

----- Original Message ----
From: Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milist Islam <[email protected]>
Cc: Saifudi en Marifatullah <[EMAIL PROTECTED]>; Husain Gea <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Iwan.ST.Soil <[EMAIL PROTECTED]>; M Nurhuda 
<[EMAIL PROTECTED]>; Samiadji <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, November 23, 2007 8:15:59 PM
Subject: [is-lam] Yang bener itu Gimana tho...??


ASSALAMUALAIKUM-WR-WB.

Hmmm, 
Ini dia ! Yang seperti ini yang harus kita hati-hati dan waspada.
 Jangan sampai kita salah mengambil kesimpulan. Boleh dong saya bertanya :
1. Dari mana isu ini datangnya? Apakah isu ini sesuai dengan kejadian
 yang sebenarnya. Atau hanya mirip-mirip saja untuk kemudian
 ditambah-tambah agar bisa menjadi propaganda?
2. Apakah ada yang berkepentingan atau pihak yang diuntungkan dengan
 timbulnya isu semacam ini?
3. Jika memang betul terjadi apa yang diisukan tersebut boleh dong kita
 bertanya dan meneliti Kenapa hakim menjatuhkan hukuman cambuk kepada
 gadis qatif tersebut. Pasti ada kesalahan lain yang mungkin tidak
 dipublikasikan. Apakah benar begitu?
4. Kenapa kok malah masyarakat Amerika yang rame memberikan opini?
 Kenapa tidak masyarakat arabnya sendiri yang protest dan keberatan?
5. Seandainya benar demikian kejadianya Kenapa Amerika malah sibuk
 memprotes kebijakan kehakiman Arab tetapi membiarkan pelanggaran HAM
 tentaranya Amerika sendiri yang dikirim ke Iraq, Afganistan, Somalia.?
6. Ingat Amerika paling pandai membungkus barang jualannya. Apakah ini
 barang jualan Amerika
 7. Jika memang terjadi isu tersebut adalah benar dan tanpa adanya
 propaganda atau kepentingan apapun maka, mungkin inilah saatnya kita
 bertanya kepada sesama kita. Benarkah pengadilan syariat Islam itu harus
 seperti itu. Syariat Islam adalah syariat paling baik. Tetapi tetap saja
 keberhasilan dan manfaatnya akan tergantung kepada pelaksana-pelaksana
 dan penegak-penegak hukumnya.

It's not about the gun. But it's about the man behind the gun.


From: "A.Dharmawan" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] Ynag bener itu Gimana tho...??
To: "'Milis is-lam'" <[email protected]>
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Message-ID:

 <[EMAIL PROTECTED]>

Content-Type: text/plain; charset="windows-1250"

Demokrat AS kecam Saudi 
 HYPERLINK
"http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/printable/071122_usaudir
ape.shtml"
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/printable/071122_usaudira
pe.shtml

Para bakal calon presiden dari Partai Demokrat di Amerika Serikat
 menyatakan
kemarahan mereka atas keputusan pengadilan Arab Saudi.
Pengadilan menjatuhkan vonis hukum cambuk sebanyak dua ratus kali
 kepada
seorang wanita korban pemerkosaan.
Kasus yang menimpa seorang perempuan Arab Saudi ini banyak diliput oleh
media massa di Amerika Serikat. 
Perempuan itu diperkosa beramai-ramai tetapi justru dinyatakan bersalah
karena berada di mobil dengan seorang pria yang bukan muhrimnya.
Bakal calon yang berada di tempat teratas saat ini, Hillary Clinton
 menyebut
vonis itu sebagai suatu kebiadaban dan mengatakan Presiden Bush
 seharusnya
meminta Raja Abdullah dari Arab Saudi untuk membatalkan keputusan itu.
Di situsnya, mantan ibu negara itu mengatakan bila nanti menjadi
 presiden
dia akan memprioritasnya hak asasi manusia di seluruh dunia. 
Pesaing terdekatnya, Senator Barack Obama juga menyebut mengenai hal
dikatakan sebagai keputusan tidak adil. 
Pernyataan tersebut tertuang dalam sepucuk surat kepada Menteri Luar
 Negeri,
Condoleeza Rice. 
Bakal calon presiden lainnya, John Edwards dan Joe Biden menekan
 departemen
luar negeri dan juga Presiden Bush agar menyuarakan penentangan mereka
 lebih
lanjut. 
Korban pemerkosaan itu sekarang sudah disebut sebagai gadis Qatif, nama
 yang
merujuk kepada kota asalnya.
Pria yang berada di dalam mobil tersebut juga diserang.
Gadis tadi pada awalnya mendapatkan hukuman lebih ringan, namun
 hukumannya
diperberat minggu lalu, demikian juga dengan tujuh pria yang melakukan
pemerkosaan.
Sumber-sumber di pengadilan mengatakan hakim tidak menyukai publisitas
 yang
dibuat oleh para pengacara kasus ini.
Pengadilan juga melarang pengacara tadi untuk datang lagi ke
 pengadilan, dan
mencabut larangan berpraktek.
Prioritas hak asasi manusia
Kasus ini mendapatkan banyak perhatian dan kritikan di Amerika Serikat.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan "rasa terkejutnya"
dengan hukuman tersebut.
Namun Hillary Clinton mengatakan reaksi itu terlalu lemah.
"Saya mendesak Presiden Bush guna menelpon Raja Abdullah untuk
 membatalkan
keputusan pengadilan, dan membatalkan semua tuntutan terhadap wanita
tersebut," kata Ny Clinton.
"Kalau saya terpilih sebagai presiden, saya akan menjadikan masalah hak
asasi manusia prioritas di seluruh dunia."
Pihak berwenang Arab Saudi mempertahankan keputusan hukuman tersebut,
sebagai hal yang konsisten dengan hukum di sana dan memperingatkan
 untuk
tidak melakukan "agitasi lewat media."
Menurut analis Timur Tengah BBC Roger Hardy ini menunjukkan betapa
sensitifnya pihak berwenang bahwa wanita tersebut dan pengacaranya
menggunakan media untuk mengungkap kasus mereka.
Organisasi Human Rights Watch mengatakan keputusan ini mengirimkan
 pesan
bahwa para korban kekerasan seksual tidak boleh mengajukan keberatan ke
pengadilan.


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.3/1144 - Release Date:
 11/21/2007
4:28 PM

-------------- next part --------------
A non-text attachment was scrubbed...
Name: winmail.dat
Type: application/ms-tnef
Size: 8690 bytes
Desc: not available
Url :
 http://abangadek.com/pipermail/is-lam/attachments/20071123/f4c98da8/winmail.bin

------------------------------

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


End of is-lam Digest, Vol 36, Issue 31
**************************************

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam






      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke