Assalamu alaikum , 

Anehnya Pak, kalo amalan sholat misalnya ... waktu itu baca sabili beberapa 
edisi lalu, tentang sholat dhuha, si penanya mengisahkan dirinya dalam sholat 
dhuha itu telah membaca buku tentang amalan sholat dhuha dengan membaca sekian 
banyak surat , ada yang sampai sepuluh kali kalo tidak salah, setelah itu dia 
pengin konfirmasi tentang sholat ini kepada redaksi. 

Ternyata jawaban redaksi menyebutkan bahwa tidak ada referensi hadist sholat 
dhuha yang harus membaca sekian kali surat, tetapi hanya dijelaskan membaca 
surat seperti pada sholat2 biasa. Ternyata tidak tahu .. kok malah jadi benar

hmmmm ... jadi ini menjadi kewajaran yang tidak bersunah lagi, bahkan di 
sekitar kita banyak ajaran2 spt ini. Mana yang berdasar sunnah mana yang bukan 
, mesti harus teliti ............


wallahu alam


A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.media-islam.or.id
Ada sebagian orang yang menggunakan hikayat yang tidak
jelas dalam berdakwah, sementara ayat Al Qur’an dan
Hadits justru ditinggalkan. Sedikit sekali ayat Al
Qur’an dan Hadits yang disampaikan padahal Al Qur’an
itu haq dan tidak ada keraguan di dalamnya sementara
hadits yang sahib juga dapat dipercaya karena berasal
dari Nabi yang amanah. Akibatnya bukan kebenaran yang
disampaikan justru penyimpangan.

Sebagai contoh ada yang mengutip hikayat Sufi/Tasawuf
tentang keutamaan mengikuti sunnah Nabi dalam
berwudlu. Seorang sufi lupa membasuh sela-sela
jarinya. Padahal ini sunnah. Kemudian tiba-tiba ada
suara (entah suara Allah, Malaikat, atau Jin) menegur,
”Hai fulan mengapa engkau tidak mengerjakan sunnah
wudlu padahal itu adalah sunnah rasul?” Sejak itu si
fulan ini jika jalan selalu menunduk seperti orang
tidur karena selalu berada dalam kebingunan karena
meninggalkan sunnah wudlu hingga akhir hidupnya.

Kelihatannya itu benar menambah keinginan kita untuk
berwudlu sesuai sunnah. Tapi ada kemunkaran di
dalamnya yaitu si fulan itu jadi menunduk seperti
orang tidur kalau jalan dan selalu bingung. Akibat
menyesal tidak mengerjakan satu sunnah dia
meninggalkan sunnah Nabi lainnya seperti senyum yang
merupakan ibadah dan sedekah serta mengucapkan salam
seumur hidupnya. Ini adalah contoh sesal yang
berlebihan / ghuluw.

Padahal Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Jangankan sunnah Wudlu, rukun sholat yang wajib saja
jika kita kelupaan roka’at sholat misalnya, kita hanya
diwajibkan untuk sujud sahwi. Setelah itu selesai
sudah. Tidak perlu harus sedih dan bingung seumur
hidup.

Jadi hendaknya dalam berdakwah jangan meninggalkan
ayat Al Qur’an dan Hadits dan hanya menydorkan
hikayat-hikayat yang tidak jelas untuk memukau
pendengar. Sebaliknya sampaikanlah ayat-ayat Allah dan
Hadits Nabi-Nya.

”Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya;
petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]



===
Saat ini ada kelompok yang ingin menghapus hukuman mati bagi pembunuh sadis. 
Padahal hukuman mati (qishash) diwajibkan dalam Islam.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash (hukum mati) 
berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh..[Al Baqarah:178] 

Bagi yang ingin menegakkan ajaran Islam (hukum Qishash) luangkan 1 menit waktu 
anda untuk mengklik:
http://www.petitiononline.com/promati

Dan klik tombol "Sign the Pro dan Setuju Hukuman Mati"


      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



mawan sugiyanto
bogor, indonesia
 
 
www.maoneid.indoinvestor.com
 


       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke