Mas aku dah lama nggak ngajar moneter, jadi dah lupa-lupa ingat nih.
Setahuku dinar dan dirham punya kelemahan berkenaan dengan masalah
harga emas dan perak sebagai barang moneter dan perhiasan. Jika emas
dan perak sebagai barang perhiasan > sebagai barang moneter, wah
bisa-bisa emas dan perak dilebur semua jadi perhiasan. Kelihatannya
masih ada masalah berkenaan dengan "bad money drive out good money",
well udah lupa detailnya mas.
Kalau aku mas, melihat instabilitas kurs lebih dikarenakan produk
ribawi (misalnya pasar uang) yang spekulatif.
Kalau dikembalikan ke bobot parity purchaning power-nya rasanya sudah
cukup stabil, dengan asumsi inflasi di masing-masing negara stabil.
Sekali lagi ada pendapat, bila riba bisa dibasmi, inflasi akan kembali
ke tingkat naturalnya saja.
Salam
B. Samparan
--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau dalam Islam, uang kertas tidak dipakai untuk
> mewakili deposit emas yang disimpan. Melainkan justru
> emas dan perak langsung yang dipakai sebagai uang.
> Jadi nilainya stabil senilai emas dan perak itu
> sendiri.
>
> Kalau kertas mewakili deposit emas, siapa yang bisa
> memeriksa bahwa jumlah uang yang beredar setara dengan
> jumlah emas yang disimpan?
>
> Oleh karena itu nilai mata uang kertas bisa jatuh
> habis seperti Rupiah dari rp 2.200/1 US$ jadi Rp
> 16.700/1 US$ dan nilainya dapat dimainkan dengan mudah
> oleh para spekulan emas karena kertas memang tidak
> punya nilai real.
____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut! Let your teams follow you
with Yahoo Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam