kalo bertanya keefektifan itu berkenaan dgn hasil dr suatu usaha/upaya. sdgkan 
itu termasuk salah satu yg ghaib. mungkin bukan urusan bgmn cara berda'wah yg 
dicemaskan, tapi kuat enggak da'i itu melawan/merubah arus lingkungan?

kalo kita berpegang pd prinsip dakwah bahwa tak boleh bedakan satu nabi thd 
nabi yg lain (al-Baqarah:285), upaya yg diperani nabi Luth as pun sepatutnya 
bisa dijadikan rujukan. beliau bukan cuma 'teori' spt lewat upaya siluman masuk 
ke dlm suatu situs, tapi  bahkan hingga praktik. maksudnya, lewat bicara sdh 
pasti iya, berada di lingkungan esek2 juga iya.

saya kira sikap kontra sebagian ulama, mungkin khawatirkan para ulama ini akan 
terjerumus karena sangat berat merubah lingkungan dan itu adlh realitas yg 
tidak bisa dihindarkan setiap manusia sekalipun nabi. 

bukanlah mustahil Allah SWT yg maha tahu mengetahui batas kemampuan beliau 
berda'wah di lingkungan itu sehingga Dia titahkan utk keluar lingkungan sblm 
ditimpakan adzab pd kaum Luth as dan/atw sblm Luth as sendiri turut terjerumus 
(semata-mata karena kelemahan drnya sbg manusia).

kalo saya pribadi, jalani saja. toh kalo ummat yg dida'wahi menolak gak akan 
tambah dosa penda'wah. 

wallahu 'alam ...



salam,
Fahru

"A.Dharmawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                Pro-Kontra Dakwah Lewat 
Situs Porno di Arab  
 Situs-situs porno yang telah merajalela di dunia maya membuat sejumlah dai 
muda di Arab kewalahan menghadapinya sehingga mengambil jalan pintas `menyusup` 
ke situs-situs tersebut.
 
 Caranya mudah. Mulanya mereka menginventarisir situs-situs porno yang banyak 
digemari kawula muda. Setelah itu, mereka memasukkan pesan-pesan khusus dengan 
judul menarik yang seolah-olah masih terkait dengan hal-hal yang berbau porno. 
 
 Tujuan memberikan judul `tersembunyi` itu adalah untuk menarik para pengakses 
situs porno tersebut untuk membuka dokumen yang dikirim sejumlah dai itu 
sehingga bisa membaca pesan dakwah yang ada didalamnya.
 
 Pesan-pesan dakwah itu antara lain berisi himbauan agar takut kepada muraqabah 
(pantauan) Allah Yang Maha Mengetahui serta dampak buruk yang dapat menimpa 
para pengaksesnya.
 
 Pada intinya mereka mengajak para pengakses situs-situs dimaksud agar 
bertaubat dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut karena situs itu berisi 
seruan kepada maksiat yang dapat menjurus kepada perbuatan zina. 
 
 Cara itulah yang dianggap beberapa dai muda di Arab untuk membantu mencegah 
kawula muda berhenti mengakses situs-situs "esek-esek" tersebut. Namun tidak 
semua ulama sependapat dengan siasat dakwah para dai muda itu.
 
 Di antara ulama besar Arab yang menolak siasat dakwah seperti itu adalah 
Sheikh Jamal Al-Qutb yang menilai sisipan dakwah lewat situs semacam itu tidak 
dibenarkan dan melanggar ketentuan syariat.
 
 "Cara dakwah seperti ini tidak bisa diterima sama sekali karena bertentangan 
dengan ketentuan syariat. Cara ini sama saja dengan mencampuradukkan amal saleh 
dengan amal buruk," katanya seperti dikutip laman Arabiya, Minggu (9/12).
 
 Menurut mantan Ketua Lembaga Fatwa Al-Azhar Mesir itu, seorang dai tidak 
dibenarkan pergi ke tempat-tempat "abu-abu". "Bila polisi atau pejabat 
berwenang pergi merazia ke tempat prostitusi dibolehkan sedangkan dai sama 
dengan dokter harus melaksanakan misi di tempat yang tepat." ujarnya.
 
 Sementara alasan sejumlah dai muda Arab membolehkan penyusupan ke situs 
dimaksud adalah analogi dengan dakwah Rasulullah yang mendatangi kaum musyrikin 
pada awal-awal Islam dahulu.
 
 Nabi Muhammad sebagai Rasul penutup, tidak segan-segan mendatangi `nadi-nadi` 
(tempat berkumpul) para pembesar kafir Quraish di Mekkah untuk menyampaikan 
ajaran Islam yang dibawanya.
 
 Tetapi analogi itu ditolak tegas Sheikh Jamal. "Analogi ini tidak tepat, sebab 
Rasulullah mendatangi kaum musyrikin untuk mengajak mereka meninggalkan 
kemusyrikan. Jadi syirik lain dan perzinaan lain," katanya.
 
 Salah satu ulama besar Al-Azhar itu menilai bahwa tidak ada perbedaan antara 
situs-situs porno dengan tempat-tempat prostitusi. Meskipun bukan tempat 
berzina, tapi situs itu adalah ajakan dan pendahuluan dari zina.
 
 Sedangkan Dr. Abdullah Al-Ewadhi, guru besar ilmu jiwa dan ilmu sosial asal 
Kuwait mengingatkan bahwa dakwah lewat situs-situs porno tidak akan berpengaruh 
bagi para pengaksesnya.
 
 "Saya tidak mendukung cara dakwah seperti ini sebab sisi negatifnya lebih 
besar dari sisi positifnya. Karena tidak ada pengaruhnya sebab tayangan gambar 
jauh lebih melekat dalam benak pengakses dari imbauan lewat kata-kata," katanya.
 
 Al-Ewadhi justru mengkhawatirkan cara tersebut akan mendatangkan sikap 
olok-olok dari para pengakses situs porno kepada para dai muda karena yang 
bersangkutan melakukan dakwah lewat situs maksiat itu. 
 
 
 Cara dakwah 
 
 Cara penyusupan dakwah yang dilakukan kalangan dai muda itu tergolong menarik 
karena membuat siapa saja yang sedang mengakses situs-situs porno akan tertarik 
membuka pesan dakwah yang diberi judul mengiurkan.
 
 Sebagai contoh, sebagian dai sengaja menyusupkan pesannya dalam bentuk video 
dengan judul yang membuat para pengakses "deg-degan" seperti hafalaat jinsiah 
lifatayaan arabiyaat (pesta seks remaja Arab). 
 
 Sebagian lagi memilih judul dari nama artis panas Arab seperti `laqathaat li 
Haiva Wahbi` (cuplikan dari gambar Haiva Wahbi). Begitu membuka video dimaksud 
maka yang keluar adalah pesan-pesan dakwah yang menyuruh para pengakses situs 
porno untuk bertaubat.
 
 Sang dai biasanya hanya mengeluarkan pesan lewat suaranya dengan muka yang 
disamarkan sehingga tidak dikenal oleh pengakses yang membuka video dakwah yang 
disusupkan itu.
 
 Respon para pengakses biasanya berbeda-beda. Ada yang menghujat cara dakwah 
seperti dan tidak sedikit pula dari mereka memang menyatakan terpengaruh dengan 
pesan itu sehingga berhenti mengakses situs porno.
 
 Terlepas dari pro kontra akan dakwah dengan cara itu, yang jelas improvisasi 
dakwah dewasa ini terus dituntut sejalan dengan makin hebatnya cara dan 
teknologi penyebaran pesan-pesan setan. (*)
 
 
   
  
  
  No virus found in this outgoing message.
 Checked by AVG Free Edition.
 Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.17/1179 - Release Date: 12/9/2007 
11:06 AM
  

  No virus found in this outgoing message.
 Checked by AVG Free Edition.
 Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.17/1179 - Release Date: 12/9/2007 
11:06 AM
  
 _______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke