lha ya nggak usah peduli dgn teori, apa kata orang. kalo org sanggup jalani apa
yg nurut dirinya baik ya lakukan saja, syukur2 baik disitu merujuk pd tuntunan
Islami. baiknya setiap mu'min itu sekecil apa peran dlm amar ma'ruf punya
pedoman dgn ini.
a'udzubillahi min asyaithaani rajiim.
1. barang siapa lakukan kebaikan sebesar dzarah, niscaya dia akan melihatnya
(al-Zalzalah 7).
maksudnya, jgn kecil hati & jgn minder berbuat kebaikan sekalipun menurut org
gak akan mempan buat ngrubah alam dunia taghut.
2. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan
(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi
Maha Mengetahui. (al-Baqarah 261)
ilmu itu harta. walau ssorg cuma bisa sampein bbrp ayat, minimal 7 lipat
ganjaran dpt tuh yg serupa. syukur2 dilipatgandakan ganjaran sesuka-suka Dia.
apa gak murah tuh ganjarannya?
3. jgn berpikiran rusaknya sistem itu adlh peran diri. berbuat baik itu semampu
saja minimal jaga diri & jgn ikut2an kalo blm mampu turut berperan.
salam,
Fahru
Mawan Sugiyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu alaikum
hmmm, kan membasmi pelacuran gak mesti harus nongkrongin pelacur atau nyusup,
terus dakwah ama pelacur, bisa aja sih .. berlagak jadi pelanggan terus di
dalam kamar sana ngaji bareng... cihuuuuuiiiiiiiii , tapi apakah seperti itu .
Beberapa harakah berteori tentang sistem dulu baru kelakuan , ada yang kelakuan
masyarakat dulu baru sistemnya diperbaiki, tapi ya itu semuanya proses. Yang
menjadi masalah adalah kita semua ini sangat2 penakut, takut dalam pekerjaan,
sehingga semua pekerjaan entah ribawi, dhalimi, tak mampu kita teliti dengan
baik, semua karena masalah ekonomi. Alasan klasik...,
Kita juga penakut dengan jabatan, kadang kita memprotes, tapi begitu bertemu
secara personal dengan atasan, tak sedikit kata protes bisa dikeluarkan,
sehingga si atasan bisa bilang .. ah si x mah dikasih sekian juga tutup mulut,
selesai .. urusan selesai.
Ketiga, kita juga takut pada sistem, dengan patuh kita menggunakan sistem yang
ada untuk alasan perjuangan. Aneh.... segelas susu ditambah 1ml pestisida,
tetep saja memaksa peminum harus tergolek di rumah sakit. Adakah kemajuan yang
signifikan kecuali hanya kita bebas duduk di kursi wakil rakyat dengan label
partai Islam? Ok lah kita bisa mewacanakan itu kepada 1000 orang disana, tahun
55 juga diwacanakan , bahkan katanya sampai sempet debat.
Keempat , kita juga masih suka berperilaku spt anak sd yang minta disanjung2
karena berani bicara, terus ditunjuk jadi ketua x , y bahkan sampai z,
hmmmmmmm........................terus kalu sudah bicara mau ngapain?
Saya ada ide bagaimana kalo setiap tingkah laku dan perbuatan kita , kita beri
sebuah pertanyaaan untuk seluruh kegiatan tersebut : TERUS KALAU SUDAH
MELAKUKAN X MAU NGAPAIN?
wassalamu aalaikum
AFR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: kalo bertanya keefektifan itu berkenaan dgn
hasil dr suatu usaha/upaya. sdgkan itu termasuk salah satu yg ghaib. mungkin
bukan urusan bgmn cara berda'wah yg dicemaskan, tapi kuat enggak da'i itu
melawan/merubah arus lingkungan?
kalo kita berpegang pd prinsip dakwah bahwa tak boleh bedakan satu nabi thd
nabi yg lain (al-Baqarah:285), upaya yg diperani nabi Luth as pun sepatutnya
bisa dijadikan rujukan. beliau bukan cuma 'teori' spt lewat upaya siluman masuk
ke dlm suatu situs, tapi bahkan hingga praktik. maksudnya, lewat bicara sdh
pasti iya, berada di lingkungan esek2 juga iya.
saya kira sikap kontra sebagian ulama, mungkin khawatirkan para ulama ini akan
terjerumus karena sangat berat merubah lingkungan dan itu adlh realitas yg
tidak bisa dihindarkan setiap manusia sekalipun nabi.
bukanlah mustahil Allah SWT yg maha tahu mengetahui batas kemampuan beliau
berda'wah di lingkungan itu sehingga Dia titahkan utk keluar lingkungan sblm
ditimpakan adzab pd kaum Luth as dan/atw sblm Luth as sendiri turut
terjerumus (semata-mata karena kelemahan drnya sbg manusia).
kalo saya pribadi, jalani saja. toh kalo ummat yg dida'wahi menolak gak akan
tambah dosa penda'wah.
wallahu 'alam ...
salam,
Fahru
"A.Dharmawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pro-Kontra Dakwah Lewat
Situs Porno di Arab
Situs-situs porno yang telah merajalela di dunia maya membuat sejumlah dai
muda di Arab kewalahan menghadapinya sehingga mengambil jalan pintas `menyusup`
ke situs-situs tersebut.
Caranya mudah. Mulanya mereka menginventarisir situs-situs porno yang banyak
digemari kawula muda. Setelah itu, mereka memasukkan pesan-pesan khusus dengan
judul menarik yang seolah-olah masih terkait dengan hal-hal yang berbau porno.
Tujuan memberikan judul `tersembunyi` itu adalah untuk menarik para pengakses
situs porno tersebut untuk membuka dokumen yang dikirim sejumlah dai itu
sehingga bisa membaca pesan dakwah yang ada didalamnya.
Pesan-pesan dakwah itu antara lain berisi himbauan agar takut kepada muraqabah
(pantauan) Allah Yang Maha Mengetahui serta dampak buruk yang dapat menimpa
para pengaksesnya.
Pada intinya mereka mengajak para pengakses situs-situs dimaksud agar
bertaubat dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut karena situs itu berisi
seruan kepada maksiat yang dapat menjurus kepada perbuatan zina.
Cara itulah yang dianggap beberapa dai muda di Arab untuk membantu mencegah
kawula muda berhenti mengakses situs-situs "esek-esek" tersebut. Namun tidak
semua ulama sependapat dengan siasat dakwah para dai muda itu.
Di antara ulama besar Arab yang menolak siasat dakwah seperti itu adalah
Sheikh Jamal Al-Qutb yang menilai sisipan dakwah lewat situs semacam itu tidak
dibenarkan dan melanggar ketentuan syariat.
"Cara dakwah seperti ini tidak bisa diterima sama sekali karena bertentangan
dengan ketentuan syariat. Cara ini sama saja dengan mencampuradukkan amal saleh
dengan amal buruk," katanya seperti dikutip laman Arabiya, Minggu (9/12).
Menurut mantan Ketua Lembaga Fatwa Al-Azhar Mesir itu, seorang dai tidak
dibenarkan pergi ke tempat-tempat "abu-abu". "Bila polisi atau pejabat
berwenang pergi merazia ke tempat prostitusi dibolehkan sedangkan dai sama
dengan dokter harus melaksanakan misi di tempat yang tepat." ujarnya.
Sementara alasan sejumlah dai muda Arab membolehkan penyusupan ke situs
dimaksud adalah analogi dengan dakwah Rasulullah yang mendatangi kaum musyrikin
pada awal-awal Islam dahulu.
Nabi Muhammad sebagai Rasul penutup, tidak segan-segan mendatangi `nadi-nadi`
(tempat berkumpul) para pembesar kafir Quraish di Mekkah untuk menyampaikan
ajaran Islam yang dibawanya.
Tetapi analogi itu ditolak tegas Sheikh Jamal. "Analogi ini tidak tepat, sebab
Rasulullah mendatangi kaum musyrikin untuk mengajak mereka meninggalkan
kemusyrikan. Jadi syirik lain dan perzinaan lain," katanya.
Salah satu ulama besar Al-Azhar itu menilai bahwa tidak ada perbedaan antara
situs-situs porno dengan tempat-tempat prostitusi. Meskipun bukan tempat
berzina, tapi situs itu adalah ajakan dan pendahuluan dari zina.
Sedangkan Dr. Abdullah Al-Ewadhi, guru besar ilmu jiwa dan ilmu sosial asal
Kuwait mengingatkan bahwa dakwah lewat situs-situs porno tidak akan berpengaruh
bagi para pengaksesnya.
"Saya tidak mendukung cara dakwah seperti ini sebab sisi negatifnya lebih
besar dari sisi positifnya. Karena tidak ada pengaruhnya sebab tayangan gambar
jauh lebih melekat dalam benak pengakses dari imbauan lewat kata-kata," katanya.
Al-Ewadhi justru mengkhawatirkan cara tersebut akan mendatangkan sikap
olok-olok dari para pengakses situs porno kepada para dai muda karena yang
bersangkutan melakukan dakwah lewat situs maksiat itu.
Cara dakwah
Cara penyusupan dakwah yang dilakukan kalangan dai muda itu tergolong menarik
karena membuat siapa saja yang sedang mengakses situs-situs porno akan tertarik
membuka pesan dakwah yang diberi judul mengiurkan.
Sebagai contoh, sebagian dai sengaja menyusupkan pesannya dalam bentuk video
dengan judul yang membuat para pengakses "deg-degan" seperti hafalaat jinsiah
lifatayaan arabiyaat (pesta seks remaja Arab).
Sebagian lagi memilih judul dari nama artis panas Arab seperti `laqathaat li
Haiva Wahbi` (cuplikan dari gambar Haiva Wahbi). Begitu membuka video dimaksud
maka yang keluar adalah pesan-pesan dakwah yang menyuruh para pengakses situs
porno untuk bertaubat.
Sang dai biasanya hanya mengeluarkan pesan lewat suaranya dengan muka yang
disamarkan sehingga tidak dikenal oleh pengakses yang membuka video dakwah yang
disusupkan itu.
Respon para pengakses biasanya berbeda-beda. Ada yang menghujat cara dakwah
seperti dan tidak sedikit pula dari mereka memang menyatakan terpengaruh dengan
pesan itu sehingga berhenti mengakses situs porno.
Terlepas dari pro kontra akan dakwah dengan cara itu, yang jelas improvisasi
dakwah dewasa ini terus dituntut sejalan dengan makin hebatnya cara dan
teknologi penyebaran pesan-pesan setan. (*)
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.17/1179 - Release Date: 12/9/2007
11:06 AM
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.17/1179 - Release Date: 12/9/2007
11:06 AM
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search._______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
mawan sugiyanto
bogor, indonesia
www.maoneid.indoinvestor.com
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now._______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam