Bismillah, AR-Rahmaan, AR-Rahiim. OK Mas, itu memang kondisi kita saat. Bersyukur kita, Allah telah memberikan info ini kepada kita. Akan tetapi info diberikan Allah kepada kita bukanlah untuk diperdebatkan bahwa mereka "yang terlihat salah" harus dihujat dan kita menyimpan dendam kepada mereka.
Dengan info ini, Allah menghendaki kita "Berbuatlah sesuatu yang bermanfaat untuk memperbaiki sikon ini sesuai bidang kita masing2". Amal saleh apa yang bisa kita lakukan ? Maafkan saya. As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, ----------------------------------------------------------- Mau Langganan Pulsa Keluarga Murah, Isi Sendiri, Mudah dan Cepat: Klik http://www.xez-pulsa.uni.cc ----- Original Message ---- Wrom: XIMQZUIVOTQNQEMSFDULHPQQWOYIYZUNNYCGPKYLEJGDGVCJVTL To: Milis is-lam <[email protected]> Sent: Wednesday, February 6, 2008 9:40:36 AM Subject: Re: [is-lam] Haram Belajar Islam Kepada Orang Kafir Waalaikum Salam wr wb Itu memang fenomena yang sedang terjadi di indonesia saat ini. Apalagi buat orang2 awam & pemula yang belajar Islam, bahkan itu terjadi di partai Islam ( dibaca pks ) yang di isi oleh orang2 yang pemahaman keIslamannya relatif lebih mumpuni, merasa tidak percaya diri membawa label keIslaman dipartainya dan mengubah menjadi "partai terbuka"berteman dengan orang2 non-Islam dalam "berdakwah" katanya. Aneh bin ajaib A Nizami さんは書きました: > Assalamu'alaikum wr wb, > > > > > > http://syiarislam.wordpress.com > > > > Saat ini banyak orang-orang > Islam, baik alumni pesantren mau pun alumni UIN/IAIN (Institut Agama Islam > Negeri) yang belajar agama Islam ke orientalis/orang-orang kafir di negeri AS, > Kanada, Australia, dan sebagainya. > > > > > > > > > > Aneh bukan? Belajar Islam > bukannya kepada para ulama yang beriman kepada Allah dan rasulnya justru > belajar kepada orang-orang yang sama sekali tidak beriman dan meragukan > kebenaran Islam. Tak heran bukannya jadi ulama yang lurus, murid-murid orang > kafir ini menjadi kafir/munafik sebagaimana gurunya dan menyesatkan ummat. > > > > > > > > > > Mereka meragukan kebenaran > Islam. Mereka meragukan keaslian Al Qur’an. Mereka bahkan meragukan Allah > dengan mengubah-ubah hukum Allah seperti hukum waris, hukum Islam, dan > sebagainya sesuai dengan nafsu mereka sendiri. > > > > > > > > > > Padahal Allah telah berfirman, > jangankan mengambil orang kafir sebagai guru agama ISLAM, sebagai teman pun > tidak boleh. Apa sudah tidak ada lagi ulama Islam yang bisa jadi guru mereka > untuk mengajar agama Islam? > > > > > > > > > > ”Janganlah orang-orang mukmin > mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang > mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan > Allah” [QS Ali Imran:28] > > > > > > > > > > ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah > kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali[368] dengan meninggalkan orang-orang > mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) > ? [An Nisaa’:144] > > > > > > > > > > Orang-orang Kristen, Yahudi, > Budha, dan Hindu cukup waras untuk tidak belajar agama mereka kepada > orang-orang yang bukan seagama dengan mereka. Namun orang-orang Islam karena > didera kemiskinan dengan iming-iming uang dan beasiswa akhirnya menggadaikan > keimanan mereka dengan belajar agama Islam kepada orang yang tidak mau memeluk > Islam. > > > > > > > > > > Orang-orang kafir memberi > beasiswa dan uang saku kepada santri pesantren atau alumnus IAIN untuk belajar > agama Islam versi mereka justru untuk menyesatkan orang dari jalan Allah: > > > > > > > > > > ”Sesungguhnya orang-orang yang > kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka > akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka > akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu > dikumpulkan” [Al Anfaal:36] > > > > > > > > > > Tak heran jika saat ini banyak > posisi penting di Departemen Agama dan UIN yang dikuasai oleh orang-orang Islam > Liberal yang pro Amerika. Banyak ormas-ormas Islam yang disusupi oleh > orang-orang JIL yang memang didanai khusus oleh AS untuk itu. > > > > > > > > > > http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6221&Itemid=84 > > > > > Awas, Virus Liberal Masuk Pesantren! > > > > > Senin, 21 Januari 2008 > > > > > > > > > > Tiap tahun, ratusan santri di pesantren ”diboyong” ke luar > negeri. Dengan dana besar dari Barat, penyebaran liberalisme ke > pesantren terus gencar. [bagian pertama] > > > > > > > > > > ImageHidayatullah.com--Suatu > hari, salah seorang utusan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) mendatangi KH > Kholil Ridwan, ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren (BKSPPI) se-Indonesia. Utusan > ini menyampaikan ajakan kepada Kholil untuk “bertamasya” ke Negeri Paman Bush > tersebut. Semua fasilitas dijamin, termasuk uang saku yang tak sedikit. Sungguh > tawaran yang menggiurkan! > > > > > > > > > > Tentu saja Kholil tak mau > memenuhi undangan tersebut. Ia tahu ada niat tersembunyi di balik ajakan itu. > > > > > > > > > > Namun, belum sempat penolakan > disampaikan, undangan tersebut buru-buru dicabut. ”Mereka tahu saya ini anti > Amerika,” ujar Kholil kepada Suara Hidayatullah. > > > > > > > > > > Kholil tak sendiri menerima > ajakan tersebut. Sejumlah kiai juga menerima ajakan serupa. Bedanya, mereka mau > memenuhinya, Kholil tidak. > > > > > > > > > > Maka, setelah itu, silih > berganti kiai-kiai mendapat jatah terbang gratis ke negara AS. Selama di sana, mereka > dilayani bagai tamu istimewa. Mereka diajak melihat ”realitas” masyarakat AS. > > > > > > > > > > Hasilnya sungguh fantastis. Mereka > yang sejak awal bersuara lantang terhadap kekejaman AS di Irak, Afghanistan, dan > negeri Islam lainnya, mulai bersuara parau, jika tak ingin dikatakan lembek. Kata > mereka, rakyat AS itu tidak sejahat pemerintahnya. > > > > > > > > > > Menurut Kholil, inilah tanda > keberhasilan AS mengubah cara pandang negatif > masyarakat Muslim terhadap negaranya. Ini pula awal penyusupan paham > liberal ke pesantren. > > > > > > > > > > Meski begitu, tak berarti > pesantren yang kiainya terkena bujuk rayu AS langsung dicap sebagai liberal. Mereka > hanya perlu diwaspadai. Sebab, upaya AS tentu tak akan berhenti sampai di sini. > Mereka akan terus berupaya menyusupkan pemikiran liberalnya ke dalam pesantren > tersebut. Sekali kena jaring, boleh jadi selanjutnya kembali terperosok. > > > > > > > > > > Menurut pemerhati pemikiran-pemikiran > Barat, Adian Husaini, program Barat sekarang ini ingin membuat ”Islam yang > lain” menurut versi mereka. ”Tentu yang menjadi sasaran utama adalah pesantren > dan perguruan tinggi Islam sebagai tempat strategis pembinaan umat,” tandasnya. > > > > > > > > > > Muncullah pertanyaan di benak > kita, mengapa pesantren begitu mudah disusupi mereka? Apa yang salah? Bagaimana > pula pemikiran liberal itu bisa menyusup ke ruang-ruang mengaji di pesantren? > > > > > > > > > > Setidaknya, kupasan Suara > Hidayatullah dalam Laporan Utama kali ini bisa menambah khazanah pengetahuan > bagi jutaan orangtua yang ingin memasukan anaknya ke pesantren. Selamat membaca. > > > > > > > > > > > *** > > > > > > > > > > Santri Dirayu, Kiai Digoda > > > > > > > > > > Beberapa tahun lalu, Laskar > Santri menggelar unjuk rasa menentang sikap Amerika Serikat (AS) yang represif > terhadap umat Islam. Para santri Surakarta ini dengan lantang meneriakan yel-yel > anti Yahudi dan AS. > > > > > > > > > > Salah seorang di antara mereka > ada yang bernama David Adam Al-Rasyid. Dialah santri paling lantang berteriak > di antara demonstran lainnya. Di hadapan massa dia berkata, ”Hancurkan Yahudi! Hancurkan Amerika!” > > > > > > > > > > Kenangan itu kini tinggal > rekaman peristiwa masa lalu. Sejak David diundang mengikuti pertukaran pelajar > ke Amerika selama satu tahun, ada yang berbeda dari dirinya. > > > > > > > > > > ”Kalau dulu waktu jadi Laskar > Santri saya mengatakan, ’Hancurkan Yahudi! Hancurkan Amerika!’ Tapi sekarang, siapa > yang mau dihancurkan? Tidak semua orang Amerika jelek,” ujar David saat ditemui > Suara Hidayatullah di Pesantren As-Salam, Surakarta, beberapa waktu lalu. > > > > > > > > > > Saat David hendak berangkat ke > AS, ia sempat meminta masukan kepada salah seorang kakak kelasnya di pesantren > yang sama. Sang kakak kelas memberi wejangan, ”Ternyata Amerika tidak memusuhi > Islam.” > > > > > > > > > > Lalu, berangkatlah David ke > Negara Paman Sam. Selama di sana, David dititipkan pada keluarga Katolik di > Corvallis, Oregon. Menurutnya, keluarga yang ia diami amat toleran. Buktinya, ia > bisa melaksanakan shalat dan membaca al-Qur’an secara rutin. > > > > > > > > > > “Mereka juga bertanya-tanya > tentang Islam, mengapa harus shalat? Mengapa harus puasa? Bahkan kadang-kadang > mereka menegur saya jika terlambat shalat. Rupanya tidak semua orang Amerika > jahat ” kenang David. > > > > > > > > > > Santri asal Yogyakarta ini juga > menceritakan kehidupan bebas remaja di sana. Pernah suatu hari, David > dikejutkan oleh tangan yang sekonyong-konyong melingkar di pinggangnya. Saat > menoleh ke belakang, ternyata tangan itu milik seorang perempuan. Menurut David, > di Amerika, hal seperti itu biasa-biasa saja. > > > > > > > > > > David cuma satu dari sekian > banyak pelajar Indonesia yang mengikuti program Youth Exchange Study (YES). Program > ini diselenggarakan oleh AFS (American Field Service) bekerjasama dengan > Yayasan Bina Antara Budaya. > > > > > > > > > > Program ini dirancang setelah > peristiwa 11 September 2001, dirancang khusus untuk negara yang mayoritas > berpenduduk Muslim. Setiap bulan para peserta dibekali uang saku sebesar 125 > dollar AS, atau sekitar Rp 1,2 juta. > > > > > > > > > > Tahun 2007, dari 97 orang > pelajar Indonesia yang diberangkatkan, 30 di antaranya dari pesantren seperti > Darunnajah, Darul Falah, Insan Cendekia, dan IMMIM Makassar, Sulawesi Selatan. > > > > > > > > > > Suara Hidayatullah sempat > menyambangi kantor Yayasan Bina > Antara Budaya yang terletak di Jakarta Selatan. > Menurut Ketty Darmadjaya, humas yayasan, program ini didesain untuk > meningkatkan wawasan santri serta mengubah pandangan masyarakat terhadap > pesantren yang selama ini dianggap terbelakang. > > > > > > > > > > ImageKetty tak menapik kemungkinan > tertularnya para santri tersebut dengan paham liberal. “Makanya, sebelum > berangkat, kita memberikan orientasi kepada mereka tentang AS. Sepulangnya dari > AS, mereka juga kita orientasi kembali. Kita katakan kepada mereka bahwa > pengalaman satu tahun di AS bukanlah segalanya. Kita tidak ingin mengubah > pandangan mereka terhadap Islam mejadi liberal,” jelasnya. > > > > > > > > > > Bahaya Mengancam > > > > > > > > > > Ternyata, tak hanya santri yang > mendapat jatah ’terbang’ ke Amerika. Kiai pimpinan pondok pesantren juga > menjadi sasaran untuk diperkenalkan dengan ’wajah manis’ Amerika. > > > > > Melalui Institute for Training > and Development (ITD), sebuah lembaga milik Amerika, mulai pertengahan > September 2002, para kiai bergantian bertandang ke negeri itu. Di awal program, > lembaga itu mengundang 13 utusan pesantren ’pilihan’ yang berasal dari Jawa, Madura, > Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. > > > > > > > > > > Menurut KH Kholil Ridwan, Ketua > Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI), program ini terbukti > efektif mengubah pandangan para kiai terhadap Amerika. Banyak kiai yang setelah pulang ke tanah air > mengatakan, “ Rakyat Amerika tidak sejahat pemerintahnya. Mereka sangat baik.” > > > > > > > > > > Kholil, yang juga Ketua MUI, menolak > keras pernyataan para kiai itu. “Di mana sikap baiknya rakyat Amerika? Amerika > menyerang Irak atas persetujuan kongres, lalu kongres itu kan wakil rakyat. Jadi, > artinya, rakyat Amerika sama jahatnya dengan pemerintahnya,” ungkap pengasuh > Ponpes al-Husnayain ini. > > > > > > > > > > Apabila sikap kiai-kiai itu > melunak kepada Amerika, kata Kholil lagi, maka liberalisasi akan sangat mudah > masuk ke pesantren. Kalau pesantren sudah terjangkit virus liberalisasi, maka > akan berdampak pula terhadap pola pikir santrinya. > > > > > > > > > > Nah, santri-santrinya ini pada > akhirnya akan menjadi guru madrasah. Kalau gurunya liberal, bisa dipastikan murid-muridnya > juga liberal. Generasi muda kita menjadi liberal semua. Perjuangan umat Islam > pun melemah. “Ini sangat berbahaya!” Kholil memperingatkan. > > > > > > > > > > Hal yang sama juga diungkap > Adian Husaini, salah seorang ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). ”Salah satu kelemahan pesantren adalah tidak > bisa memberikan framework (bingkai) yang jelas kepada para santrinya,” jelas > Adian. > > > > > > > > > > Santri hanya ditekankan pada > satu aspek saja, misalnya, fiqih atau lughah (bahasa). Tapi, framework menghadapi tantangan > berfikir kadang kurang. > > > > > > > > > > Salah satu pesantren yang telah membekali santrinya untuk > menghadapi tantangan berfikir, kata Adian, adalah Gontor. ”Di Gontor, santri > yang akan lulus diberi bekal agar bisa menyiapkan diri menghadapi pemikiran > Barat. Kalau tidak, ya, dia akan menganggap itu sebagai hal yang benar,” > jelasnya. . [diambil dari Majalah Suara Hidayatullah, edisi Januari 2008/www.hidayatullah.com] > berlanjut... > > > > > > === > Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS > Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 > > Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel > Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Never miss a thing. Make Yahoo your home page. > http://www.yahoo.com/r/hs > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
