DISKURSUS TSA'LABAH BIN HATHIB (MUQODIMAH) Written by Ust. Ahmad Fachrurrozi. SHI Thursday, 03 April 2008 I. MUQADDIMAH Beberapa kesempatan yang telah terlewat, penulis mendapat pertanyaan mengenai kedudukan Tsa'labah bin Hathib, alhamdulillah, telah terjawab secara verbal dengan berbagai diskursusnya dan bagaimana cara mengambil sikap terhadap hal tersebut dan dengan menuturkan hikmah dari cerita Tsa'labah. Tulisan ini diturunkan dengan mengedepankan ikhthiyaath (kehati-hatian) untuk tidak menjastifikasi atau mengadili siapapun, baik para sahabat, para rijaalul hadits (orang-orang yang terlibat dalam sanad hadits), para mufassirin (ulama' ahli tafsir Al-Qur'an) atau para muhadditsin atau para (ulama' ahli hadits). Sungguh ilmu yang dimliki tidak sebandimg dengan beliau-beliau. Dalam tulisan ini dikutipkan secara langsung pendapat Imam Ibni Katsir dari kitab aslinya (dalam Bahasa Arab) dan pendapat ulama'-ulama' lain yang disertai terjemah murad dari penulis (maksud hal tersebut adalah agar terjemahan penulis dapat terkoreksi pembaca, baik secara teks mufradaat (kosa kata), siyaaq al-kallaam (konteks kalimat) nahwu (linguistik) atau sharraf (morfologi) atau apakah independen, tendensius atau mempunyai kecenderungan pribadi? Sebagai akhirul kallam mohon maaf. Semoga dapat bermanfaat dengan mendudukan perkara tetap pada tempatnya dan keseimbangan perspektif terhadap sebuah diskursus. Selalu ditunggu tegur sapa terhadap segala keliru dan khilaf. Wallahu a'lam bi ash-shawwab. Pembahasan selengkapnya (File : Diskursus Tsa'labah bin Hathib.pdf), sebanyak 15 halaman ini bisa di DownLoad / (klik)di : http://www.nurulyaqin.org/index.php?option=com_wrapper&Itemid=71 Wassalaamu'alaikum Wr. Wb
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
