BISMILLAHI AR RAHMAN AR RAHIM

Mari kita memohon ampun kepada ALLAH SWT atas kelalaian-kelalaian dan
dosa-dosa kita,
Kelalaian kita yang telah memerangi musuh-musuh kita dengan berlebihan,
Kelalaian kita yang telah memerangi saudara-saudara kita sendiri,
Kelalaian kita yang telah membiarkan kebatilan terjadi di depan mata kita
tampa kita berusaha menghentikannya,
Kelalaian kita yang telah membodohi diri kita sendiri dengan berpura-pura
tidak tahu dan masa bodoh,

Saudaraku yang Ansor,...
Tidak akan kalian mendapatkan apapun dengan memerangi saudara kalian yang
seiman,

Saudaraku yang FPI,....
Tidak akan kalian mendapatkan apapun dengan melakukan jihad secara membabi
buta dan melebihi batas, ingatlah bahwa ALLAH SWT tidak menyukai orang-orang
yang melebihi batas.

Saudaraku FPI dan Anshor
FPI = Front Pembela Islam, kenapa mau memerangi Ansor (Islam)
Ansor = Kaum Penolong (Islam), Kenapa mau memerangi orang-orang (Islam)
seharusnya kamu tolong

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of A Nizami
Sent: Tuesday, June 03, 2008 2:48 PM
To: is-lam
Subject: [is-lam] Membela Kesesatan dan Memerangi Muslim? Pemuda Ansor
SiapMemerangi FPI

Prihatin juga melihat berita Pemuda Ansor yang katanya di bawah NU siap
memerangi FPI yang baru2 ini memukuli kelompok yang membela aliran sesat
Ahmadiyah?

Mengapa aliran sesat dibela dan sesama Muslim justru akan diperangi? Itukah
akhlak seorang muslim?

Padahal Allah melarang ummat Islam berpecah belah dalam menghadapi kelompok
sesat:

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam menghadapi
orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada
kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi
petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang
disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi
petunjuk) kepadanya." [An Nisaa':88]
 
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata: 
Nabi saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia
bukanlah dari golongan kami. (Shahih Muslim No.143) 

Hadis riwayat Abu Musa ra.: 
Bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia
bukanlah dari golongan kami. (Shahih Muslim No.145) 


Saya khawatir jika AS dan Israel mendanai sekelompok Islam hanya untuk
memecah-belah dan membunuh Muslim lainnya.

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6953&Itemi
d=65
 FPI Tak Gentar, Ansor Siap "Perang", Siapa untung?       Cetak halaman ini
Kirim halaman ini melalui E-mail
Senin, 02 Juni 2008
Pemuda Ansor siap "perang". Front Pembela Islam (FPI) tak gentar
menghadapinya. Siapa yang menang? Yang menang adalah "para pecundang"!

Hidayatullah.com--Gerakan Pemuda Ansor, sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU),
siap "perang" dengan FPI.  Pernyataan ini disampaikan Sekjen GP Ansor Abdul
Malik Haramain di Jakarta, Senin siang.

Menurut Abdul Malik, Ansor siap membubarkan paksa Front Pembela Islam (FPI)
jika pemerintah enggan membubarkan organisasi pimpinan Habib Rizieq Shihab
itu.

"Kalau pemerintah tidak tegas maka GP Ansor bersama elemen lain akan
merencanakan langkah pembubaran paksa FPI," kata Sekjen GP Ansor Abdul Malik
Haramain.

"Pelaku kekerasan, FPI, harus dibubarkan karena telah berperilaku barbar di
negara demokratis," tandasnya.

Sementara itu, pihak FPI mengaku hal sama.  Ketua Front Pembela Islam (FPI),
Habib Rizieq Shihab menyatakan dirinya tidak gentar dengan berbagai ancaman
terhadap organisasinya. Dan ancaman kelompok tertentu untuk membubarkan FPI.

Rizieq bahkan menyerukan setiap Laskar Islam di seluruh Indonesia untuk siap
berperang melawan Ahmadiyah dan para pendukungnya. Rizieq juga mengatakan,
tidak akan rela jika ada anggotanya ditangkap, sebelum SKB tiga menteri
tentang pelarangan Ahmadiyah dikeluarkan.

Pernyataan Habib Rizieq disambut sahutan takbir pengunjung acara jumpa pers
di Markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, 12.30 WIB, (2/6), Senin
siang.

Jika "perang" dua sayap organisasi Islam ini terjadi, siapa kira-kira yang
untung dan menang?  

Menurut pengamat komunikasi dari Universitas Hasanuddin  (Unhas), Aswar
Hasan, yang menang adalah yang berharap mereka "berperang".

"Yang menang adalah mereka yang telah berharap bentrokan ini terjadi. Dan
itulah yang diharapkan," katanya.

Lebih jauh, Aswar menilai, seharusnya kedua belah pihak melihat akar
persoalan yang terjadi. Bukan melihat kejadian di permukaannya. Andaikata
salah satu yang menang, mereka tetap tak akan dianggap pahlawan.
[surya/cha/www.hidayatullah.com]


===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel

Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau
http://syiarislam.wordpress.com


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke