Bismillahi, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim Masha Allah ... Terima kasih, Saudara Agus Nizami dan Shareef Hidayat sudah berusaha untuk menjadi hakim bagi saya. Semoga Allah memudahkan Anda memahami petunjuk dan bimbingan-Nya dengan benar dan lurus.
Sayangnya Saudara belum bisa membedakan antara Nabi dan Rasul, sehingga Anda menafsirkan sama antara nabi dan rasul itu. Terjadilah penafsiran yang membabi buta itu. Maaf ya,... Tidak dapek membedakan antaro NABI DAN RASUL ditambah dengan mudahnya percaya pada berita miring tentang seseorang atau kelompok, mengakibatkan mudahnya kita menjatuhkan vonis pengadilan jalanan. Itulah yang terjadi di sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia ini, sehingga mudah dimanfaatkan musuh dengan hanya memprofokasinya dalam satu hal yang tedak benar-benar mereka fahami masalahnya. Maaf ya sekali lagi. Coba saudaraku semua kembali baca dan perhatikan apa yang saya sampaikan. Dalam pandangan saya, tidak bisa disamakan antara Rasul Allah dan Nabi Allah. Saya ulangi lagi, tak ada bedanya Anda dan saya dalam memahami "LA NABIYAH BA'DA" tidak ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad (Semoga Allah melimpahkan kebahagiaan dan keselamatan ke atasnya). Jadi kalau saya mengatakan : (1). 'TIDAK ADA NABI SETELAH NABI MUHAMMAD adalah hal yang berbeda dengan (2). "TIDAK ADA RASUL SETELAH RASUL ALLAH MUHAMMAD" dan akan berbeda lagi dengan : (3). "TIDAK RASUL SETELAH NABI MUAHMMAD" ini suatu logika yang tidak tahu membedakan antara fungsi Nabi dan Fungsi Rasul, Mohon maaf ya. Saya setuju yang Nomor (1), dan memang tidak ada orang yang dipilih Allah sebagai nabi yang setaraf dengan nabi2 sebelumnya setelah Nabi Muhammad. Tidak juga guru kepercayaannya kaum Ahmadiyah itu. Mudah2an ini juga akan menjawab saran Saudara Shareef Hidayat kepada Sdr. Agus Nizami urang awak dari betawi. Sedangkan Nomor (2) tidak ada dalilnya sama sekali. Para ustads pun tidak pernah menyatakan "LA RASULULLAH BA'DA". Silahkan dicek lagi. Sedangkan Nomor (3) = "Iko namonyo hatam kromo sajo baso awaknyo". Sedangkan perutusan atau kerasulan tetap berlangsung hingga saat ini. Anda adalah Rasul Allah bagi saya. Dan saya adalah utusan Allah bagi Anda. Ada kalanya seekor nyamuk datang kepada saya sebagai utusan Allah kepada saya untuk memberitahukan bahwa rumah saya kotor dan tak layak sebagai rumah manusia. Ini hanyalah sebuah contoh. Kasus lain, "Allah mengunjungi saya" masih sangat banyak. Satu contoh lainnya, misalnya, seseorang teman saya yang tinggalnya jauh dari saya. Saya di Medan Selatan dan teman saya itu tinggal di Medan utara, Suatu saat dia mampir ke rumah dengan suatu alasan yang tidak jelas. Begitulah penuturannya setelah saya tanya "saya tiba2 ingin mampir ke sini", padahal pada saat itu saya sedang bertengkar hebat dengan isteri saya. Teman saya datang setelah 5 menit saya selesai shalat meminta petunjuk dan bimbingan Allah. Singkat cerita, teman saya itu menceritakan tentang suatu kejadian yang dialami temannya, yang pasti bukan secara kebetulan, sama persis dengan penyebab pertengkaran saya dengan isteri. Setelah teman saya itu pulang sekitar 10 menit kemudian, saya sadar bahwa "Allah sedang mengirim utusan" atau dalam istilah "Seorang Rasul Allah diutus kepada saya" untuk memberikan bimbingan kepada saya,meski teman saya itu tidak pernah menyadarinya. Dan ketika solusi yang terselubung yang diceritakan oleh teman saya itu saya laksanakan karena saya yakin "Allah sedang mengabulkan do'a saya pada shalat 5 menit sebelumnya" demi Allah. Dan memang benar, itulah solusi terbaik yang diberikan Allah kepada saya. Insha Allah, Saudara berdua dan suadaraku lainnya, bisa memahaminya apa yang saya maksud "kerasulan dari Allah untuk manusia tidak pernah berhenti hingga saat ini". Teman saya itu bukan nabi. Semut itu pun bukan nabi. Mereka adalah Rasul Allah bagi saya. Hanya kepada Allah aku berpasrah diri dan kepada-Nya juga aku memohon pertolongan. As-Salaamu Alaikum ----------------------------------------------------------- Mau Langganan Pulsa Keluarga Murah, Isi Sendiri, Mudah dan Cepat: Klik http://www.xez-pulsa.uni.cc ----- Forwarded Message ---- From: Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, June 5, 2008 12:47:36 PM Subject: Pak Syaifuddin Ahmadiyah? Re: Perbedaan Antara Nabi danRasul Maaf Kang Nizami, hal tersebut terkait masalah definisi penafsiran yang susah dipahami orang awam. Mungkin sebaiknya pertanyaannya begini? 1. Apakah anda percaya akan datang orang lain seperti Muhamad SAW atau Musa AS atau orang sederajat mereka (keculai nabi Isa AS, karna beliau dinubuwatkan akan turun kembali, tapi tidak dengan mengubah syariat Islam yang telah ada)setelah nabi Muhamad SAW yang akan membawa syariat baru atau merubah syariat Islam dan penyempuranaan aqidah dan ahlaq orang-orang Islam yang telah ada sekarang? -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami Sent: Thursday, June 05, 2008 12:02 PM To: Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah; is-lam Subject: [is-lam] Pak Syaifuddin Ahmadiyah? Re: Perbedaan Antara Nabi danRasul Maaf, Jadi pak Syaifuddin mengakui ada Rasul setelah Nabi Muhammad SAW? Apakah pak Syaifuddin orang Ahmadiyah? === Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau http://syiarislam.wordpress.com --- On Wed, 6/4/08, Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [is-lam] Perbedaan Antara Nabi dan Rasul > To: [email protected] > Date: Wednesday, June 4, 2008, 8:18 PM > Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim > > Kenabian sudah ditutup - "la nabiyah ba'da". > Nabi > adalah orang yang diberitugas oleh Allah untuk menyampaikan > "berita > besar" yang disebut "an-naba'". > An-Naba' bukan sembarang berita, > melainkan berita besar yang tidak pernah diberitakan > sebelumnya, > sebagai tanda kasih dan sayang Allah kepada manusia. > > Beritabesar itu kemudian disebut sebagai "ajaran > agama". Setiap kedatangan > berita besar memberikan penyegaran baru terhadap agama yang > telah > dikirimkan sebelumnya. Nabi Muhammaddipercaya adalah > pembawa berita besar terakhir dari Allah subhana wa > ta'ala kepada manusia. > > Bagaimana dengan "Rasul" ? > > Rasul artinya adalah "utusan". Rasul Allah > artinya utusan Allah. Kita harus bisa membedakan antara > nabi dan rasul. > > Semua > manusia dapat dijadikan sebagai "rasul" oleh > Allah kepada siapa saja > yang Allah kehendaki. Bahkan hewan pun dijadikan rasul oleh > Allah > (dijadikan utusan oleh Allah). Contohnya adalah seekor > burung yang > diutus Allah untuk Qabil yang baru saja membunuh Habil > saudaranya. Burungitu itu diberitugas untuk menjelaskan > bagaimana cara menguburkan orang > yang sudah mati, yaitu dengan menggali lubang di tanah dan > memasukkan > orang yang mati ke dalamnya dan menimbunnya hingga rapat. > > Ini > inline dengan fungsi "khalifah Allah di bumi" > kepada manusia - menjadi > "wakil Allah" (yaitu orang yang bekerja atas nama > Allah) kepada siapa > saja yang dikehendaki Allah. Perutusan Allah kepada manusia > sampai saat > ini masih berlangsung dan akan tetap berlangsung selamanya. > Ini adalah > bagian dari "dialog Allah dengan manusia" yang > berjalan secara tidak > langsung sampai saat ini. > > Ref: > > ***42:51*** > 51. > Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah > berkata-kata dengan dia kecuali dengan : > > * perantaraan wahyu atau > > * dibelakang tabir atau > > * dengan mengutus seorang utusan > lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia > kehendaki. > Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. > > > Jadi hanya ada "tiga kemungkinan" Allah > berkomunikasi dengan manusia. > > (1). Dengan perantaraan wahyu : hal ini masih dimungkinkan > bila Al-Qur'an dikatakan sebagai wahyu, maka Allah > berkomikasi melalui Al-Qur'an pada ayat2 yang > digerakkan oleh Allah sehingga manusia membaca suatu ayat > Al-Qur'an sebagai "jawaban Allah" atau > sebagai "perintah Allah". Setiap mulut yang > membaca Al-Qur'an dan kemudian dapat didengar oleh > manusia, maka itu adalah bentuk komunikasi Allah dengan > manusia yang mendengarkannya. > > (2). Di Belakang tabir, seperti yang terjadi pada Nabi Musa > (alaihi salam), ada mendengar suara tetapi tidak dapat > melihat sosok yang mengucapkan suara itu. Adalah rahasia > Allah, bila hari ini ada orang yang diberikan kemampuan > seperti ini oleh Allah. > > (3). Dengan mengutus seorang utusan lalu kepada utusan itu > diingatkan oleh Allah untuk menyampaikan sesuatu sehingga > orang yang mendengarkannya mendapat suatu pengetahuan atau > kesadaran baru lalu melakukan sesuatu dengan izin Allah > sesuai yang dikehendaki-Nya. > > Utusan di sini,bisa jadi berupa hewan atau manusia sesama > kita - atau sesama khalifah Allah . "Kita juga bisa > jadi dipilih Allah untuk menjadi utusan-Nya" kepada > manusia lainnya pada suatu tertentu tentang masalah > tertentu. > > Sedangkan nabi adalah orang yang > dipilih khusus untuk mengemban tugas yang besar > menyampaikan berita > besar "agama". Jadi logis bagi kita untuk > mempercayai bahwa "la nabiyah > ba'da" - tidak ada nabi lagi sesudah nabi > Muhammad. > > Maafkan > saya, kajian ini "luar biasa" karena agak > terbalik dari yang selama ini > difahami olah sebagian besar kita. Saran saya, jangan > cepat2 mengambil > kesimpulan, baca berulang-ulang dan fahami dengan > "hati yang hanya ada > Allah di dalamnya" (kosong dari hal lain) - hening. > > Demikian, > semoga bermanfaat untuk memperkuat keimanan dan > membangkitkan semangat > pengabdian kepada Allah dengan keikhlasan yang tinggi. > > As-Salaamu Alaikum > > Catatan: > Semoga dengan publikasi ini, semua fihak dapat memahami apa > yang fahami tentang Nabi dan Rasul. Pemahaman ini,,merupakan > dasar dari sikap saya sampai dengan saat ini. Semoga Allah > mengampuni saya, jika terjadi kesalahan dalam saya memahami > ilmu-Nya dan semoga Allah berkenan membimbing saya ke jalan > yang lurus dan > diridhoi-Nya._______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
