Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berikut adalah Tafsir Tematik QS Al Baqarah ayat 11-12 tentang Kemunafikan,
semoga bermanfaat...
 Munafik ~ QS Al Baqarah ayat 11 - 12
<http://adanipermana.co.cc/blog/?p=15> June
15, 2008 – 10:49 am
http://adanipermana.co.cc/blog/?p=15

َإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ
مُصْلِحُونَ 11 أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ
12

Dan apabila dikatakan kepada mereka janganlah membuat kerusakan di muka
bumi, mereka berkata, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengadakan
kebaikan [11] Ketahuilah sesungguhnya merekalah yang membuat kerusakan akan
tetapi mereka tidak menyadarinya [12].

Penjelasan

عَنْ أَبِي مَالِك , وَعَنْ أَبِي صَالِح , عَنْ ابْن عَبَّاس , وَعَنْ مُرَّة
الْهَمْدَانِيّ , عَنْ ابْن مَسْعُود , وَعَنْ نَاس مِنْ أَصْحَاب النَّبِيّ
صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي
الْأَرْض قَالُوا إنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ } هُمْ الْمُنَافِقُونَ . أَمَّا
{ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْض } فَإِنَّ الْفَسَاد هُوَ الْكُفْر وَالْعَمَل
بِالْمَعْصِيَةِ

Dari Abi Malik, dan dari Abi Shalih, dari Ibnu Abbas, dari Marrah al
Hamdaani, dari Ibnu Mas'ud dan dari Anas radiallahu'anhuma mereka itu adalah
sahabat nabi saw, "Dan apabila dikatakan kepada mereka janganlah membuat
kerusakan di muka bumi, mereka berkata, sesungguhnya kami adalah orang-orang
yang mengadakan kebaikan [11]," mereka adalah orang-orang munafik, adapun
ayat "janganlah membuat kerusakan di muka bumi," maka sesungguhnya membuat
kerusakan itu adalah kekafiran dan berbuat maksiat.

Berkata Abu 'Aliyah: {لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ}, yaitu janganlah kamu
melakukan kedurhakaan di muka bumi, dan orang yang membuat kerusakan yang
demikian ini adalah orang yang bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya
mereka membangkang terhadap Allah di dunia ini atau mereka memerintahkan
kemaksiatan maka sungguh ini termasuk orang yang telah melakukan kerusakan
di muka bumi. Karena sesungguhnya perbuatan baik untuk dunia dan akhirat itu
hanya terwujud dengan ketaatan.
Berkata Mujahid : Apabila orang-orang munafik itu berbuat suatu dosa dan
menentang Allah maka apabila dikatakan kepada mereka : janganlah kamu
berbuat seperti ini dan itu, niscaya mereka menjawab : sesungguhnya kami
adalah orang yang mendapat petunjuk dan orang yang berbuat kebaikan.

Berkata Abi Thahir bin Ya'kub Al Fairuzabadi : { لاَ تُفْسِدُواْ فِي
الأَرْضِ}, yakni janganlah merintangi manusia dari agama Muhammad saw. Allah
memberitahukan tentang orang-orang Munafiq bahwa bila salah seorang dari
orang-orang beriman berkata kepada mereka : 'janganlah berbuat kerusakan di
muka bumi" yakni janganlah berbuat kemunafikan, loyal terhadap orang-orang
kafir serta upaya memisahkan manusia dari beriman kepada Al-Qur'an dan
Muhammad saw, jika kalian melakukan hal itu maka akan terjadi kerusakan di
muka bumi, Mereka akan menjawab dengan berkata : { إِنَّمَا نَحْنُ
مُصْلِحُونَ 11} yakni sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berbuat
kebaikan, menurut pengakuan mereka.

Firman Allah Ta'ala { وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ
قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ 11}, dan apabila orang beriman berkata
kepada kaum munafik janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi dengan
kekafiran, durhaka serta kemaksiatan, mereka menjawab sesungguhnya kami
adalah orang yang berbuat kebaikan. Ibnu Abbas ra berkata {إِنَّمَا نَحْنُ
مُصْلِحُونَ }, sesungguhnya kami ingin mengadakan ishlah (pedamaian) antara
dua golongan dari kaum mu'min dan Ahlul Kitab, inilah pengakuan mereka,
kemudian Allah berfirman :

{أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ 12 }, yakni
ingatlah sesungguhnya merekalah orang yang membuat kerusakan akan tetapi
mereka tidak menyadarinya, ini merupakan suatu bantahan yang nyata oleh
Allah atas suatu pengakuan dari orang-orang munafik tersebut. Dan juga
sekaligus Allah menetapkan bahwasanya merekalah orang-orang yang melakukan
kerusakan bukan orang-orang beriman yang menentang mereka, namun demikian
mereka tidak mengetahui hal itu lantaran hati mereka telah dikuasai oleh
kekufuran. Manakala Allah telah melarang mereka dari berbuat kerusakan,
mereka menjadikan sifat ishlah (yang hanya bisa terealisasi dengan iman yang
shahih dan amal shalih) hanya khusus bagi mereka saja, maka Allah memberikan
jawaban yang amat tegas, yaitu mengembalikan kepada mereka sifat kerusakan
tersebut yang sebenarnya khusus dimiliki oleh mereka akan tetapi mereka
tidak menyadari bahwa mereka adalah ahlul fasad (pelaku kerusakan) yang
sebenarnya karena prilaku mereka yang memusuhi kebenaran dan orang-orang
yang berjalan diatasnya serta prilaku merintangi jalan Allah.

Ini adalah gambaran kaum munafik yang realistis dan kenyatan factual di
Madinah, akan tetapi ketika meliwati suatu masa dan tempat, kita jumpai
gambaran seperti ini merupakan contoh yang berulang-ulang terjadi pada
generasi semua manusia. Kita dapati bahwa manusia jenis ini adalah golongan
kaum munafik yang merasa tinggi tetapi tidak memiliki keberanian untuk
menghadapi kebenaran dengan iman yang sahih.

Sumber : Tafsir At
thobary<http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?l=arb&taf=TABARY&nType=1&nSora=1&nAya=1>,
Ibnu 
Katsir<http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?l=arb&taf=KATHEER&nType=1&nSora=1&nAya=1>,
Tanwir al Miqbas min Tafsir Ibnu
Abbas<http://altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=10&tSoraNo=1&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0>

Wallahu'alam bish-showab
-- 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

A Dani Permana
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke