Anak anakpun Sudah Memegang Kunci Neraka

Pada sebuah pengajian, seorang ustadz memberikan pengajaran pada santri 
santrinya. Sang ustadz berkata, banyak orang sekarang dengan mudah mengatakan:
Kamu bid'ah, kamu masuk neraka,
Kamu sesat, kamu masuk neraka,
Seolah olah orang orang ini sudah memegang kunci neraka, dan dengan mudah 
membuka pintu neraka dan memasukan orang orang yang dituduhnya bid'ah dan sesat 
kedalam neraka, astaghfirullah.
Yang bisa dan tahu apakah kita kita ini ke neraka atau surga adalah tuhan. 
Mendengarkan ucapan sang ustadz ini saya tersenyum, alhamdulillah, maha suci 
Allah, benar sekali ucapan ustadz tersebut.

Tapi santrinya penasaran, lantas bertanya.
Pertanyaan santri (PS): ustadz bagaimana pula dengan hadits yang berbunyi 
(kullu bid'ah dhalalah, wa kullu dhalalah fi naar), setiap bid'ah adalah sesat 
dan setiap yang sesat dalam neraka.
Jawaban ustadz (JU): hadits tersebut, benar sekali, dan tidak ada yang boleh 
dan bisa membantahnya, tapi digunakan dimana ?
PS: dimana digunakan hadits tersebut ustadz ?
JU: Hadits tersebut digunakan iyalah seperti waktu pada saat ini, sekarang kita 
belajar shalat, nah ikutilah shalat nabi Muhammad SAW, jangan ditambah dan 
jangan dikurangi, ingat bid'ah adalah sesat dan yang sesat masuk neraka. Maka 
sang ustadz melanjutkan mengajarkan cara shalat rasulullah.
Jadi sewaktu belajar fiqih ikutilah rambu rambu sesuai fiqih, kalau melenceng 
harus selalu ingat hadits tersebut.
Sang ustadz melanjutkan lagi, jadi gunakan hadits tersebut sebagai pedoman, 
bukan sebaliknya ?
PS: Maksud ustadz dengan bukan sebaliknya, kami kurang jelas ustadz bisa 
dijelaskan ?
JU: Maksudnya begini, jangan digunakan hadits tersebut untuk mengatakan orang 
lain bid'ah atau orang lain sesat dan masuk neraka, karena kunci neraka itu 
bukanlah kita yang pegang. Surga dan neraka itu adalah urusan tuhan. Gunakan 
hadits tersebut sewaktu lagi belajar seperti saat ini dan juga untuk mengukur 
diri sendiri apakah sudah benar.

Saya jadi teringat seorang rektor IAIN, pernah mengatakan, belajar Islam itu 
perlu methode yang benar. Pada saat itu sang Profesor berkata dalam konteks 
pesantren kilat. Karena methode yang kurang benar, setelah pesantren kilat, 
kita telah mencetak generasi yang cara berfikirnya adalah, kalau tidak sama 
dengan apa yang dipelajari adalah musuh semua. padahal Islam adalah mengajarkan 
atau menyampaikan KEDAMAIAN, sehingga dimana Islam berada disitulah kedamaian 
tercipta. Apakah itu sudah menjadi kenyataan, wallahu a'lam.

Karena di rumah ataupun di madrasah salah methode yang diajarkan pada anak 
anak, maka ada juga anak anak yang sudah pandai mengatakan kamu bid'ah, kamu 
sesat dan masuk neraka.

Masya Allah, Anak anakpun Sudah Memegang Kunci Neraka. 

Alkhori M
Al-Khor Community
Qatar
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke