Anak anakpun Sudah Memegang Kunci Neraka (lanjutan/...)

Pertanyaan Santri (PS): Ustadz ada saya lihat mesjid yang didalam shalatnya ada 
di baca Qunut, apakah itu bukan bid'ah pak Ustadz ?
Pertanyaan tersebut muncul ketika para santri lagi belajar shalat, maka dengan 
bijak ustadz mereka menjawab,
Jawaban Ustadz (JU): Kita di Indonesia, walau kadang ada orang mengaku tidak 
bermazhab, tapi mengaku yang mengikut al-Qur'an dan al-Sunnah, tapi anomalinya 
baca al-Qur'an saja tidak bisa apalagi artinya. Tapi biarlah itu urusan mereka 
karena urusan Surga dan Neraka adalah urusan Tuhan, jadi kita tidak usah latah 
latah mengurus urusan Neraka atau Surga Orang lain, tapi gunakan atau jadikan 
hadits tersebut sebagai penentu bagi kalian kalian ini yang lagi belajar. Kalau 
takut masuk surga pegang hadits tersebut (kullu bid'ah dhalalah, wa kullu 
dhalalah fi naar), setiap bid'ah adalah sesat dan setiap yang sesat dalam 
neraka.

Jadi sewaktu kalian belajar fiqih ingatlah hadits tersebut, karena yang sesat 
masuk neraka, tapi bukan untuk menuduh nuduh orang lain, tapi hadits tersebut 
gunakan sebagai rambu rambu pada diri sendiri, INGAT ITU, gunakan hadits itu 
sebagai INTROPEKSI, Alhamdulillah, semoga kalian paham dimana digunakan hadits 
tersebut, mengapa pak Ustadz utarkan demikian karena iayalah:
Di Indonesia walau ada yang mengaku tidak bermazhab, tapi untuk daerah asia 
tenggara, kita dianggap bermazhab Syafe'i. makanya umumnya ummat islam di 
Indonesia adalah pengikut Syafe'i, tapi walau demikian, ada juga yang menganut 
mazhab yang lain, seperti mazhab Hanafi, Hanbali dan Maliki. Mazhab mazhab 
tersebut semuanya ahlul sunnah wal jama'ah, karena siftanya fiqih, ada beberapa 
hal terdapat berbeda. Jadi kalau ada saudara saudara kita dalam shalatnya 
ber-qunut janganlah kalian pintar pintaran mengatakan mereka bid'ah, belum 
cukup ilmu kalian untuk mengeluarkan fatwa, yang sudah pantas mengeluarkan 
fatwa adalah apabila ilmunya sudah setingkat Mufti, kalau di Indonesia ada MUI 
yang bidang fatwa.

Jadi sewaktu belajar ini ikutilah al-qur'an dan al-sunnah jangan dicampuri 
dengan hal hal yang dilarang. Jadi pergunakan haduts (kullu bid'ah dhalalah, wa 
kullu dhalalah fi naar), setiap bid'ah adalah sesat dan setiap yang sesat dalam 
neraka sewaktu kalian belajar sehingga tidak tersesat, tapi jangan gunakan 
sebagai peluru untuk membuat ummat terpecah. Alhamdulillah, sejuk hati ini 
mendengar nasihat ustadz.

PS: Yang lalu dan yang barusan ustadz mengatakan Neraka & Surga adalah urusan 
Tuhan, kita tidak usah pamer pegang kunci Neraka dengan mengatakan kamu sesat 
masuk neraka.
JU: Sebenarnya yang lalu sudah sangat jelas diungkapkan, tapi karena masih ada 
yang kurang jelas akan ustadz ulangi. Urusan masuk Surga atau masuk Neraka 
adalah urusan tuhan, ingat pada ceramah rasul pada pembukaan beliau berpidato 
yaitu (Man Yahdihilaahu palaa mudillallah wa man yudlil pa laa hadiyalahu), 
barangsiapa yang dapat petunjuk Allah maka tidak akan SESAT dan barangsiapa 
yang SESAT maka tidak akan dapat petunjuk dari Allah. Ucapan rasul tersebut 
sangat jelas dan sering kita bahas, maka pak ustadz tidak membahasnya lagi buat 
santri santri. Jadi dalam belajar ini janganlah salah tangkap, jauhilah semua 
yang bid'ah dan juga dalam keseharian terus lakukan intropeksi kikis habis yang 
sesat sesat, kalau kita melakukan yang sesat maka jangan harap dapat HIDAYAH 
dari Allah. Ingat selalu setiap detik dan menit jangan terkontaminasi dengan 
praktik praktik bid'ah itu yang harus ditanamkan pada diri sendiri, ingatlah 
itu. Tapi kalau ada kamu melihat orang lain berbeda dengan kamu, jangan terlalu 
mudah menuduh mereka sesat, ingat ilmu kita belum seberapa dan ingat mazhab 
juga ada banyak, mereka juga melakukan itu punya landasan yang kuat juga. Jadi 
janganlah mengatakan mereka sesat dan masuk neraka, ingat sekali lagi jangan 
mengatakan orang lain sesat dan masuk neraka, karena Surga dan Neraka adalah 
urusan tuhan, kita tidak memegang kuncinya, tapi perdalamlah ilmu kalian agar 
terjauh dari perbuatan perbuatan terlarang.

PS: ada seorang santri, mungkin ketiduran, nekat saja bertanya, JADI USTADZ 
SURGA DAN NERAKA BUKAN URUSAN KITA ?
JU: Dengan bijak sang ustadz menjawab, pergilah berwudhuk dan shalatlah shalat 
istikarah, nanti begabung lagi disini ,

Dari jauh terdengar lagu yang tidak tahu siapa vokalisnya
JIKA SURGA DAN NERAKA TAK PERNAH ADA
MASIHKAN ENGKAU BERSUJUD MENYEMBAHNYA

Dalam sekali makna bait bait lagu tersebut.
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke