Wa'alaikum salam wr wb,
Alhamdulillah baik.
Semoga pak Mawan dan keluarga juga begitu.
Insya Allah tanggal 1 Ramadhan nanti saya akan launching eBook "Iman, Islam, 
dan Ihsan". Semoga dimudahkan oleh Allah SWT.

Wassalam

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


--- On Mon, 8/18/08, Mawan Sugiyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Mawan Sugiyanto <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [is-lam] Hadits tentang Ayah, Ibu, Anak, dan Keluarga
> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
> Date: Monday, August 18, 2008, 9:00 PM
> Assalamu alaikum warahmatullah 
> 
> hmmm Pak Agus, pas sekali hadistnya ini dan sangat
> menyentuh, karena mbah saya sedang sakit, dengan pola
> kehidupan seperti ini yang mesti merantau meninggalkan orang
> tua (termasuk mbah) dll, begitulah ... mereka yang dulu kuat
> bisa menggendong kita, mereka menjadi lemah lagi, walaupun
> tidak sepenuhnya kita bisa membalas mereka, tetapi kewajiban
> ini banyak kita lalaikan. ya Allah, jauhkan hambamu dari
> orang2 yang lalai ... 
> 
> nb : Pak Agus, bagaimana kabar ?
> 
> Wa'alaikum salam warahmatullah 
> 
> 
> 
> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sumber: 1100
> Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz
> Almath - Gema Insani Press
> Ayah - Ibu - Anak - Keluarga
>  
> 1. Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang
> tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua.
> (HR. Al Hakim)
> 
> 2. Seorang datang kepada Nabi Saw. Dia mengemukakan
> hasratnya untuk ikut berjihad. Nabi Saw bertanya kepadanya,
> "Apakah kamu masih mempunyai kedua orangg tua?"
> Orang itu menjawab, "Masih." Lalu Nabi Saw
> bersabda, "Untuk kepentingan mereka lah kamu
> berjihad." (Mutafaq'alaih)
> 
> Penjelasan:
> Nabi Saw melarangnya ikut berperang karena dia lebih
> diperlukan kedua orang tuanya untuk mengurusi mereka.
> 
> 3. Rasulullah Saw pernah berkata kepada seseorang,
> "Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu."
> (Asy-Syafi'i dan Abu Dawud)
> 
> Keterangan:
> Terdapat satu riwayat yang cukup panjang berkaitan dengan
> hal ini. Dari Jabir Ra meriwayatkan, ada laki-laki yang
> datang menemui Nabi Saw dan melapor. Dia berkata: "Ya
> Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku
> ...." "Pergilah Kau membawa ayahmu kesini",
> perintah beliau. Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril turun
> menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril
> berkata: "Ya, Muhammad, Allah 'Azza wa Jalla
> mengucapkan salam kepadamu, dan berpesan kepadamu, kalau
> orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang
> dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh
> teliganya. Ketika orang tua itu tiba, maka nabi pun bertanya
> kepadanya: "Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar
> engkau ingin mengambil uangnya?" Lelaki tua itu
> menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah,
> bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang
> ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu) nya,
> atau untuk keperluan saya sendiri?"
>  Rasulullah bersabda lagi: "Lupakanlah hal itu.
> Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di
> dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu!"
> Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan
> tampak bahagia, dia berkata: "Demi Allah, ya
> Rasulullah, dengan ini Allah Swt berkenan menambah kuat
> keimananku dengan ke-Rasul-anmu. Memang saya pernah
> menangisi nasib malangku dan kedua telingaku tak pernah
> mendengarnya ..." Nabi mendesak: "Katakanlah, aku
> ingin mendengarnya." Orang tua itu berkata dengan sedih
> dan airmata yang berlinang: "Saya mengatakan kepadanya
> kata-kata ini: 'Aku mengasuhmu sejak bayi dan
> memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum
> dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku
> gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu, aku tak
> bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau
> yang menderita. Lalu airmataku berlinang-linang dan meluncur
> deras. Hatiku takut engkau disambar maut,
>  padahal aku tahu ajal pasti akan datang. Setelah engkau
> dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas
> aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah
> pemberi kenikmatan dan keutamaan. Sayang..., kau tak mampu
> penuhi hak ayahmu, kau perlakukan daku seperti tetangga
> jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku,
> seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu ...,
> seakanakan kesejukann bagi orang-orang yang benar sudah
> dipasrahkan.' Selanjutnya Jabir berkata: "Pada saat
> itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu
> seraya berkata: "Engkau dan hartamu milik ayahmu!"
> (HR. At-Thabarani dalam "As-Saghir" dan
> Al-Ausath).
> 
> 4. Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu.
> Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir. (HR.
> Muslim)
> 
> Penjelasan:
> Yang dimaksud kufur nikmat dan bukan kufur akidah.
> 
> 5. Barangsiapa menisbatkan keturunan dirinya kepada selain
> ayahnya sendiri dan dia mengetahuinya bahwa dia bukan ayah
> yang sebenarnya maka surga diharamkan baginya. (HR. Muslim)
> 
> 6. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapa
> yang paling berhak memperoleh pelayanan dan
> persahabatanku?" Nabi Saw menjawab,
> "ibumu...ibumu...ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian
> yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat
> kepadamu." (Mutafaq'alaih).
> 
> 7. Ibu dan Bapak berhak makan dari harta milik anak mereka
> dengan cara yang makruf. Seorang anak tidak boleh makan dari
> harta ibu bapaknya kecuali dengan ijin mereka. (HR.
> Ad-Dailami).
> 
> 8. Barangsiapa berhaji untuk kedua orang tuanya atau
> melunasi hutang-hutangnya maka dia akan dibangkitkan Allah
> pada hari kiamat dari golongan orang-orang yang mengamalkan
> kebajikan. (HR. Ath-Thabrani dan Ad-Daar Quthni).
> 
> 9. Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua.
> Beliau lalu menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan)
> surgamu atau nerakamu." (HR. Ibnu Majah)
> 
> Penjelasan:
> Kalau berbakti masuk surga dan kalau bersikap durhaka
> kepada mereka masuk neraka.
> 
> 10. Apabila seorang meninggalkan do'a bagi kedua orang
> tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)
> 
> 11. Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki
> ibu-bapaknya. Mereka bertanya, "Bagaimana (mungkin)
> seorang yang mencaci-maki ayah dan ibunya sendiri?"
> Nabi Saw menjawab, "Dia mencaci-maki ayah orang lain
> lalu orang itu (membalas) mencaci-maki ayahnya dan dia
> mencaci-maki ibu orang lain lalu orang lain itupun
> (membalas) mencaci-maki ibunya. (Mutafaq'alaih)
> 
> 12. Kedudukan seorang paman sebagai (pengganti) kedudukan
> ayahnya. (HR. Adarqothani)
> 
> 13. Warisan bagi Allah 'Azza wajalla dari hambaNya yang
> beriman ialah puteranya yang beribadah kepada Allah
> sesudahnya. (HR. Ath-Thahawi).
> 
> 14. Salah satu kenikmatan Allah atas seorang ialah
> dijadikan anaknya mirip dengan ayahnya (dalam kebaikan).
> (HR. Ath-Thahawi)
> 
> 15. Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci
> (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang
> menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan
> berhala). (HR. Bukhari)
> 
> 16. Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, " Ya
> Rasulullah, apa hak anakku ini?" Nabi Saw menjawab,
> "Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik,
> dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu)."
> (HR. Aththusi).
> 
> 17. Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila
> menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya
> yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka
> rezeki. (HR. Ath-Thahawi).
> 
> 18. Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap
> anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)
> 
> 19. Sama ratakan pemberianmu kepada anak-anakmu. Jika aku
> akan mengutamakan yang satu terhadap yang lain tentu aku
> akan mengutamakan pemberian kepada yang perempuan. (HR.
> Ath-Thabrani)
> 
> 20. Barangsiapa mempunyai dua anak perempuan dan diasuh
> dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga.
> (HR. Bukhari)
> 
> 21. Anak menyebabkan kedua orang tuanya kikir dan penakut.
> (HR. Ibnu Babawih dan Ibnu 'Asakir).
> 
> 22. Barangsiapa memelihara (mengasuh) tiga anak perempuan
> atau tiga saudara perempuan wajib baginya masuk surga. (HR.
> Ath-Thahawi).
> 
> 23. Seorang ibu yang kematian tiga orang puteranya lalu
> berserah diri (pasrah) kepada Allah, rela dan ikhlas, maka
> dia akan masuk surga. (HR. Muslim)
> 
> 24. Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah. (HR.
> Ath-Thahawi).
> 
> 25. Setiap anak tergadai dengan (tebusan) akikahnya (seekor
> atau dua ekor kambing) yang disembelih pada umur tujuh hari
> dan dicukur rambut kepalanya (sebagian atau seluruhnya) dan
> diberi nama. (HR. An-Nasaa'i)
> 
> 26. Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin
> untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturrahim
> (berhubungan baik dengan keluarga dekat) niscaya keluarganya
> akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah
> umurnya dan Allah memasukkannya ke dalam surga yang
> dijanjikanNya. (HR. Ar-Rabii').
> 
> 27. Ibu mertua kedudukannya sebagai ibu. (HR. Tirmidzi dan
> Ahmad)
> 
> 28. Abang yang tertua (sulung) kedudukannya sebagai ayah.
> (HR. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)
> 
> 29. Orang yang memutus hubungan kekeluargaan tidak akan
> masuk surga. (Mutafaq'alaih)
> 
> 30. Rahim adalah cabang dari nama Arrahman (Arrahman
> Arrahim). Rahim mengucapkan keluhan dan pengaduan: "Ya
> Robbi, aku telah diputus (hubungan kekeluargaanku), aku
> telah diperlakukan dengan buruk oleh keluarga dekatku. Ya
> Robbi, aku telah dizalimi mereka, ya Robbi, ya Robbi."
> Lalu Allah menjawab: "Tidakkah kamu ridha Aku
> menyambung hubunganKu dengan orang yang menghubungimu dan
> Aku putus hubunganKu dengan orang yang memutus hubungannya
> dengan kamu. (HR. Bukhari)
> 
> 31. Rasulullah Saw memberi uang belanja kepada keluarga
> beliau dari bagian rampasan perang yang menjadi hak beliau
> untuk kebutuhan rumah tangga selama setahun. Apabila
> ternyata ada kelebihannya maka uang itu diminta kembali dan
> dimasukkan ke dalam perbendaharaan negara (baitul maal).
> (HR. Ahmad)
> 
> 33. Cukup berdosa orang yang menyia-nyiakan tanggungjawab
> keluarga. (HR. Abu Dawud).
> 
> 32. Bukanlah dari golongan kami orang yang diperluas
> rezekinya oleh Allah lalu kikir dalam menafkahi keluarganya.
> (HR. Ad-Dailami)
>  
> 
> Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr.
> Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
> 
> 
> ===
> Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
> 
> Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS
> 
> Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
> 
> Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara
> hanya dari Telkomsel 
> Informasi selengkapnya ada di
> http://syiarislam.wordpress.com
> 
> 
>       
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
> 
> mawan sugiyanto
> bogor, indonesia
>  
>  
> www.maoneid.indoinvestor.com


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke