Abstrak:

 

Pertama: Walau berani menulis email tersebut, bukanlah berarti penulisnya
sudah sangat fasih berbahasa Arab, tapi untuk selingan dan walau hanya
sebuah lilin yang dinyalakan mungkin akan berguna juga bagi yang kegelapan.
Kedua: Sewaktu pertama kali menginjakan kaki di Qatar pada tahun 1998,
penulis ada juga mengikuti kelas bhs. Arab yang diselenggarakan oleh
Institute Bahasa oleh Pemerintah Qatar. Pada level pertama (Mustawa Awal)
kata pengantar adalah bhs. Ingris dicampur dengan bhs. Arab, tapi untuk
tingkat tingkat selanjutnya bhs. Pengantar adalah bhs. Arab. 

 

Untuk menyelesaikan seluruh kelas bhs. Arab ini yang diselenggarakan oleh
Institute Bahasa terdapat Enam Tingkat. Dimulai dari Mustawa Awal, Mustawa
Tsani, Mustawa Shalis, Mustawa Rabik, Mustawa Khamis dan terakhir Mustawa
Shadis (Tingkat Pertama hingga Tingkat Enam). Pada saat itu penulis sudah
lulus dari tingkat pertama hingga tingkat empat, tapi pada tingkat lima
gagal, dengan gagalnya ditingkat lima itu bersamaan juga penulis pindah dari
Doha (ibukota Qatar) ke Al-Khor maka berakhirlah sudah kursus bhs. Arab
tersebut. Itulah sekedar Abstrak tentang lika liku tentang bhs. Arab yang
pernah ditekuni. Jadi walau bukanlah seorang pakar bhs. Arab, tapi untuk
yang ringan ringan cukuplah modal untuk bisa di-sharing, seperti telah
diungkapkan diatas, walau hanya sebuah lilin yang dinyalakan, tapi insya
Allah bisa buat sekedar penerang bagi yang kegelapan.

 

Cara menggunakan Kamus Bhs. Arab

Kamus bhs. Arab yang ada dan populer di Indonesia adalah karangan Prof. H.M.
Yunus yang warna bukunya adalah berwarna hijau, kamus ini banyak digunakan
oleh pelajar pelajar yang ingin belajar bhs. Arab. Bahasa Arab untuk melihat
kata kata yang ingin diketahui artinya, tidak bisa langsung dilihat di
kamus, tapi kata kata tersebut harus dikembalikan ke kata dasar-nya yang
dengan istilah bakunya adalah masdar-nya, contoh:

 

Maktab, yang artinya adalah kantor, tidak bisa langsung kata maktab tersebut
bisa dilihat di kamus, tapi kata maktab tersebut harus dikembalikan ke
masdarnya yaitu: kata MAKTAB dikembalikan dulu ke kata asalnya maka akan
didapat kata KATABA, barulah kata KATABA ini bisa dilihat di kamus arab.
Selanjutnya kata Maktab akan didapat dikamus. Contoh yang lain:

 

Majlis, kata ini juga harus dikembalikan ke kata asalnya, Majlis menjadi
JALASA, barulah kata JALASA tersebut bisa dilihat di kamus. Selanjutnya kata
Majlis akan didapatkan artinya. Sebagai permulaan menggunakan kamus saja
sudah sangat menarik. Cobalah dicari kata kata tersebut dikamus, kalau
memang ada tersedia kamus bhs. Arab.

 

Insya Allah, akan disambung/.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke