Di lanjuuuttt.......

----- Original Message ----- 
From: Nurhidayati 
To: 'saidi' 
Sent: Thursday, September 18, 2008 11:09 AM
Subject: RE: [is-lam] Ayah, Berapa lama kita dikubur??


Assalamualaikum..

Apakah milis [is-lam] punya moderator?

Koq saya masih menerima email dari milis ini ya?

Tolong bantuan mas Saidi untuk di teruskan ke moderatornya.. agar email address 
saya di remove dari distribution listnya.

Terima kasih

 

Wassalam

nurhidayati

 


--------------------------------------------------------------------------------

From: Nurhidayati [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, September 17, 2008 1:29 PM
To: 'saidi'
Subject: RE: [is-lam] Ayah, Berapa lama kita dikubur??

 

Assalamualaikum mas saidi,

Bisa bantu ga untuk unsub di milis is-lam ini?

Soale aku coba sendiri, katanya aku bukan member milis ini jadi ga bisa unsub.

Padahal saya ga pernah subscribe nih.. koq bisa  masuk milis ya?

Mohon bantuannya dunk.

Terima kasih sebelumnya

 


--------------------------------------------------------------------------------

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Achmad Saidi
Sent: Wednesday, September 17, 2008 12:06 PM
To: [saksi]; [is-lam]
Subject: [is-lam] Ayah, Berapa lama kita dikubur??

 

 

"Ayah, berapa lama Kita dikubur?"
 
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas 
jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. 
  
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya 
memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, 
sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya. 
  
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke 
kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 
19-10-1915: 20- 01-1965" 
  
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah 
ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut 
memejamkan mata seperti ayahnya. Ia  mendengarkan ayahnya berdo'a untuk 
Neneknya... 
  
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari 
tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya. 
  
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak 
sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam 
kubur 42 tahun ... " 
  
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di 
samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882: 
30-01-1910" 
  
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya 
menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. 
Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk 
?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, 
bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa 
dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kanyah?" 
  
Ayahnya tersenyum, "Lalu?" 
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong 
yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang 
dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada 
Ayahnya pendapatnya. 
  
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas 
..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek. 
  
Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan 
apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 
100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... LaluIamenunduk 
... Meneteskan air mata... 
  
KalauIameninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi 
berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? 
InnalillaahiWAinna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, 
sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 
2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. 
Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? 
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia 
sudah tak tahan? 
  
Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya  naik 
turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya 
  
Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga 
suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. 
  
Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. 
Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih 
padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan 
datang di depannya... 
  
"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..." 
  
Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. . 
  
"Sebarkanlah walau hanya 1 ayat" 




______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email 
______________________________________________________________________


_____________________________________________________________________
IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and privileged. 
If received in error, please contact Thiess and delete all copies. You may not 
rely on advice and documents received by email unless confirmed by a signed 
Thiess letter. This restriction on reliance will not apply to the extent that 
the above email communication is between parties to a contract and is 
authorised under that contract. Before opening or using attachments, check them 
for viruses and defects. Thiess' liability is limited to resupplying any 
affected attachments.
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke