Wah, ngomong saja kok terus dikonotasikan "nyalahin orang" dan "puasanya hanya 
PERUTnya DOANG".

IMHO, NATO tuh kadang justru posisi yang mesti dipilih. Akademisi, misalnya, 
sering harus pada posisi NATO, soalnya kalau ikutan terjun di praksis malah 
sering kena moral hazard, sehingga standar moralnya sering malah terganggu.

Konsultan manajemen, juga sering hanya NATO saja. IMHO, semua adanya fungsinya 
masing-masing.

Salam hangat
B. Samparan

--- On Thu, 9/18/08, Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Sebaiknya dan yang idealis adalah orang yang pintar NGOMONG
> juga bisa KERJA,
> jangan hanya pintar NGOMONG untuk nyalahin orang saja.
> Kalau selama puasa
> orang yang beginian yang puasa hanyalah PERUTnya DOANG,
> tapi pikiran dan
> mulutnya masih perlu dibenahin. Sementara orang yang pintar
> KERJA seharusnya
> diimbangi dengan bisa ngomong juga setidak tidaknya dalam
> puasa ini
> perbanyak dzikir tentu untuk mengingat Allah. La Tansa
> Dzikrillah.



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke