Masih untuk menjawab pertanyaan Alkhory :
Apakah sistem syari’ah atau kapitalis bisa dibandingkan, nah ini yang perlu 
dibahas ? apa komentar anda Syarif Hidayat ?  

Me Write :
Kembali saya katakan bahwa saya tidak punya komentar, tetapi saya punya 
keyakinan,.....

http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/09/ekonomi-kapitalis-tengah-tenggelam-dalam-kehancuran-setelah-sosialisme-komunisme-hanya-islamlah-satu-satunya-solusi-ampuh-dan-steril-dari-berbagai-krisis-ekonomi/

Hanya Islamlah satu-satunya Solusi Ampuh dan Steril dari Berbagai Krisis Ekonomi

Krisis kredit properti telah bereaksi, kubangan hutangnya semakin melebar, para 
penghutangnya pun tidak mampu bayar, sehingga membuat bank dan institusi 
keuangan terbesar di Amerika, bangkrut atau nyaris bangkrut. Akibat propaganda 
besar-besaran terhadap pasar kredit properti di Amerika, serta prediksi 
keuntungan yang melimpah sebagaimana yang digambarkan perusahaan iklan.. maka, 
bank-bank dan pasar modal dunia segera melakukan investasi di pasar ini. 
Begitulah reaksi terhadap kebangkrutan bank dan institusi keuangan Amerika pada 
dunia, sehingga “kerakusan” Amerika itu menyebabkan dunia juga ditimpa mendung 
tebal, bahkan juga kerakusan yang sama..
Sejumlah institusi keuangan telah memperkirakan kerugian akibat kredit properti 
tersebut, di Amerika saja mencapai 300 miliar dolar AS, sementara di 
negara-negara lain diperkirakan 550 miliar dolar AS. Sejumlah negara, khususnya 
negara kaya, mulai menggelontorkan dana miliaran dolar ke pasar modal untuk 
menopang pasar dan mem-backup likuiditas agar bisa menggerakkan aktivitas 
ekonomi. Bahkan, sebagian ada yang melakukan intervensi langsung sampai pada 
level menasionalisasi sebagian bank, sebagaimana yang terjadi di Inggris.
Begitulah, prinsip sistem ekonomi Kapitalis terpenting, yaitu pasar bebas dan 
tidak adanya intervensi negara, telah runtuh. Dua prinsip ini merupakan 
“akidah” bagi kaum Kapitalis, hingga Senat Amerika pada Oktober 1999 M 
mengeluarkan undang-undang yang menegaskan penolakan terhadap setiap bentuk 
pembatasan sistem moneter, bahkan melepaskan kendali pasar modal bebas terbuka 
selebar-lebarnya.. Setelah itu, prinsip ini tampak kerusakan dan kebatilannya 
bagi para pembuatnya sendiri, hingga kampiun Kapitalisme, yaitu Amerika 
Serikat, mengumumkan intervensi negara di pasar modal atas persetujuan Kongres 
saat ini dengan kedua unsurnya, yaitu Senat dan DPR (House of Representatives), 
dalam rencana penyelamatan yang dibuat oleh Menteri Keuangan Amerika, Henry 
Poulson, dengan suntikan 700 miliar dolar AS guna membeli hutang beracun (toxic 
debt) bank-bank dan institusi keuangan yang ambruk karena kredit properti. Satu 
jam saja, setelah keputusan Kongres, Paulson segera mulai dengan rencana 
penyelamatannya. Dia pun mulai mengeksekusi rencananya. 
Dengan kata lain, sistem ekonomi Kapitalis benar-benar telah mati suri, setelah 
sistem Sosialisme-Komunisme benar-benar terkubur. 
Berbagai langkah juga telah dilakukan secara global.. Empat negara besar Eropa, 
Perancis, Jerman, Inggris dan Italia segera mengadakan pertemuan, dan 
mengundang pertemuan lebih luas untuk mengkaji sistem moneter.. Begitu juga 
menteri-menteri keuangan dan para pimpinan bank sentral yang tergabung dalam 
G-7 atau G-8 ditambah Rusia mengadakan pertemuan dalam waktu dekat di 
Washington..
Namun, apakah upaya-upaya ini akan bisa menyelamatkan ekonomi Kapitalis, 
sebagaimana istilah yang digunakan oleh Amerika untuk menyebut langkahnya itu 
dengan istilah “Rancangan Penyelamatan.”?
Sebenarnya, siapa saja yang meneliti realitas sistem ekonomi Kapitalis saat 
ini, akan melihatnya tengah berada di tepi jurang yang dalam, jika belum 
terperosok di dalamnya. Semua rencana penyelamatan yang mereka buat tidak akan 
pernah bisa memperbaiki keadaannya, kecuali hanya menjadi obat bius yang 
meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab 
kehancurannya membutuhkan penyelesaian hingga ke akarnya, bukan hanya menambal 
dahan-dahannya. 
Prinsip dan akar masalahnya sebenarnya ada empat:
Pertama, dengan menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang, dan 
dimasukkannya dolar sebagai pendamping mata uang dalam Perjanjian Bretton 
woods, setelah berakhirnya Perang Dunia II, kemudian sebagai substitusi mata 
uang pada awal dekade tujuhpuluhan, telah menyebabkan dolar mendominasi 
perekonomian global. Akibatnya, goncangan ekonomi sekecil apapun yang terjadi 
di Amerika pasti akan menjadi pukulan yang telak bagi perekonomian 
negara-negara lain. Sebab, sebagian besar cadangan devisanya, jika tidak 
keseluruhannya, dicover dengan dolar yang nilai intrinsiknya tidak sebanding 
dengan kertas dan tulisan yang tertera di dalamnya. Setelah euro memasuki arena 
pertarungan, baru negara-negara tersebut menyimpan cadangan devisanya dengan 
mata uang non-dolar, meski dolar tetap saja memiliki prosentase terbesar dalam 
cadangan devisa negara-negara tersebut secara umum. 
Karena itu, selama emas tidak menjadi cadangan mata uang, maka krisis ekonomi 
seperti ini akan terus terulang. Sekecil apapun krisis yang menimpa dolar, maka 
krisis tersebut akan dengan segera menjalar ke perekonomian negara-negara lain. 
Bahkan dampak krisis politik yang dirancang Amerika juga akan berakibat 
terhadap dolar, dengan begitu juga berdampak pada dunia. Kondisi seperti akan 
bisa saja menimpa uang kertas negara manapun yang mempunyai kontrol terhadap 
negara lain.
Kedua, hutang-hutang riba juga menciptakan masalah perekomian yang besar, 
hingga kadar hutang pokoknya menggelembung seiring dengan waktu, sesuai dengan 
prosentase riba yang diberlakukan kepadanya. Akibatnya, ketidakmampuan individu 
dan negara dalam banyak kondisi menjadi perkara yang nyata. Sesuatu yang 
menyebabkan terjadinya krisis pengembalian pinjaman, dan lambannya roda 
perekonomian, karena ketidakmampuan sebagian besar kelas menengah dan atas 
untuk mengembalikan pinjaman dan melanjutkan produksi.
Ketiga, sistem yang digunakan di bursa dan pasar modal, yaitu jual-beli saham, 
obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komoditi yang 
bersangkutan, bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali, tanpa harus 
mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli, adalah sistem 
yang batil dan menimbulkan masalah, bukan sistem yang bisa menyelesaikan 
masalah, dimana naik dan turunnya transaksi terjadi tanpa proses serah terima, 
bahkan tanpa adanya komiditi yang bersangkutan.. Semuanya itu memicu terjadinya 
spekulasi dan goncangan di pasar. Begitulah, berbagai kerugian dan keuntungan 
terus terjadi melalui berbagai cara penipuan dan manipulasi. Semuanya terus 
berjalan dan berjalan, sampai terkuak dan menjadi malapetaka ekonomi.
Keempat, perkara penting, yaitu ketidaktahuan akan fakta kepemilikan. 
Kepemilikan tersebut, di mata para pemikir Timur dan Barat, adalah kepemilikan 
umum yang dikuasai oleh negara, sebagaimana teori Sosialisme-Komunisme, dan 
kepemilikan pribadi yang dikuasai oleh kelompok tertentu. Negara pun tidak akan 
mengintervensinya sesuai dengan teori Kapitalisme Liberal yang bertumpu pada 
pasar bebas, privatisasi, ditambah dengan globalisasi. 
Ketidaktahuan akan fakta kepemilikan ini memang telah dan akan menyebabkan 
goncangan dan masalah ekonomi. Itu karena kepemilikan tersebut bukanlah sesuatu 
yang dikuasai oleh negara atau kelompok tertentu, melainkan ada tiga macam:
Kepemilikan umum meliputi semua sumber, baik yang keras, cair maupun gas, 
seperti minyak, besi, tembaga, emas dan gas. Termasuk semua yang tersimpan di 
perut bumi, dan semua bentuk energi, juga industri berat yang menjadikan energi 
sebagai komponen utamanya.. Maka, negara harus mengekplorasi dan 
mendistribusikannya kepada rakyat, baik dalam bentuk barang maupun jasa.
Kepemilikan negara adalah semua kekayaan yang diambil negara, seperti pajak 
dengan segala bentuknya, serta perdagangan, industri dan pertanian yang 
diupayakan oleh negara, di luar kepemilikan umum. Semuanya ini dibiayai oleh 
negara sesuai dengan kepentingan negara. 
Kemudian kepemilikan pribadi, yang merupakan bentuk lain. Kepemilikan ini bisa 
dikelola oleh individu sesuai dengan hukum syara’.
Menjadikan kepemilikan-kepemilikan ini sebagai satu bentuk kepemilikan yang 
dikuasai oleh negara, atau kelompok tertentu, sudah pasti akan menyebabkan 
krisis, bahkan kegagalan. Begitulah, akhirnya teori Sosialisme gagal dalam 
bidang ekonomi, karena telah menjadikan semua kepemilikan dikuasai oleh negara. 
Sosialisme memang berhasil dalam perkara yang memang dikuasai oleh negara, 
seperti industri berat, minyak dan sejenisnya. Namun, gagal dalam perkara yang 
memang seharusnya dikuasai oleh individu, seperti umumnya pertanian, 
perdagangan dan industri menengah.. Kondisi inilah yang mengantarkan pada 
kehancuran.. Kapitalisme juga gagal, dan setelah sekian waktu, kini sampai pada 
kehancuran. Itu karena Kapitalisme telah menjadikan individu, perusahaan dan 
institusi berhak memiliki apa yang menjadi milik umum, seperti minyak, gas, 
semua bentuk energi dan industri senjata berat sampai radar. Sementara negara 
tetap berada di luar pasar dari semua kepemilikan tersebut. Itu merupakan 
konsekuensi dari ekonomi pasar bebas, privatisasi dan globalisasi.. Hasilnya 
adalah goncangan secara beruntun dan kehancuran dengan cepat, dimulai dari 
pasar modal menjalar ke sektor lain, dan dari institusi keuangan menjalar ke 
yang lain..
Begitulah, Sosialisme-Komunisme telah runtuh, dan kini Kapitalisme sedang atau 
nyaris runtuh..
Sesungguhnya sistem ekonomi Islamlah satu-satunya solusi yang ampuh dan steril 
dari semua krisis ekonomi. Karena sistem ekonomi Islam benar-benar telah 
mencegah semua faktor yang menyebabkan krisis ekonomi: 
Ia telah menetapkan, bahwa emas dan perak merupakan mata uang, bukan yang lain. 
Mengeluarkan kertas substitusi harus dicover dengan emas dan perak, dengan 
nilai yang sama dan dapat ditukar, saat ada permintaan. Dengan begitu, uang 
kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh uang negara lain. 
Sebaliknya, uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap, dan tidak 
berubah. 
Sistem ekonomi Islam juga melarang riba, baik nasiah maupun fadhal, juga 
menetapkan pinjaman untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa tambahan 
(bunga) dari uang pokoknya. Di Baitul Mal kaum Muslim juga terdapat bagian 
khusus untuk pinjaman bagi mereka yang membutuhkan, termasuk para petani, 
sebagai bentuk bantuan untuk mereka, tanpa ada unsur riba sedikitpun di 
dalamnya. 
Sistem ekonomi Islam melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh 
penjualnya, sehingga haram hukumnya menjual barang yang tidak menjadi milik 
seseorang. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang 
dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana 
penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh Kapitalisme, dengan klaim 
kebebasan kepemilikan. 
Sistem ekonomi Islam juga melarang individu, institusi dan perusahaan memiliki 
apa yang menjadi kepemilikan umum, seperti minyak, tambang, energi dan listrik 
yang digunakan sebagai bahan bakar… Islam menjadikan negara sebagai penguasanya 
sesuai dengan ketentuan hukum syara’.
Begitulah, sistem ekonomi Islam benar-benar telah menyelesaikan semua 
kegoncangan dan krisis ekonomi yang mengakibatkan derita manusia. Ia merupakan 
sistem yang difardhukan oleh Tuhan semesta alam, yang Maha Tahu apa yang baik 
untuk seluruh makhluk-Nya. Allah berfirman: 

﴿أَلاَ يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ﴾
“Apakah Allah Yang Maha menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan 
dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Q.s. al-Mulk [67]: 
14)
Wahai kaum Muslim: 
Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan kedudukan kepada Anda dengan kedudukan 
yang agung, melalui agama Islam yang agung ini. Agama yang diwahyukan oleh 
Allah kepada Rasul-Nya saw. Dia telah menjadikannya sebagai peringatan kepada 
Anda. Dengannya, Anda dahulu pernah menjadi umat terbaik yang dihadirkan untuk 
seluruh umat manusia. Demikian halnya dengan penerapan Islam telah menjadikan 
Anda bahagia. Bukan hanya bagi Anda saja, tetapi juga kebahagiaan bagi seluruh 
umat manusia, setelah mereka mengalami nestapa dan terus dirundung nestapa, 
karena dililit sistem syaitan buatan manusia, yang mencekik leher mereka. 
Hanya saja, penerapan Islam yang agung ini tidak cukup hanya dengan 
mengumpulkannya di dalam kandungan buku, melainkan dengan mendirikan negara 
yang mengemban dan menerapkannya, yaitu negara Khilafah Rasyidah yang akan 
menghidupkan Anda dalam kehidupan yang indah, aman dan menenteramkan.
Namun, Allah tidak pernah menurunkan malaikat yang akan mendirikan negara untuk 
Anda, sementara Anda hanya berdiam diri. Justru mendirikannya merupakan 
kewajiban agung bagi Anda, di mana Rasulullah saw. telah mendirikan negara di 
Madinah, dan langkah baginda pun kemudian diikuti oleh para sahabat baginda 
—semoga Allah meridhai mereka, dan para tabiin, dengan sempurna.
Singsingkanlah lengan baju Anda, wahai kaum Muslim, dan mari kita singsingkan 
celana. Berjuanglah bersama Hizbut Tahrir, bantu dan dukunglah Hizb. Mintalah 
anugerah kepada Allah agar Anda bersama-sama dengan Hizb termasuk orang-orang 
yang diberikan kemuliaan oleh Allah, dimana melalui tangan-tangan merekalah 
Allah SWT. akan mewujudkan janji-Nya untuk memberikan kekuasaan di muka bumi, 
dan terwujudlah kabar gembira (busyra) Rasulullah saw. akan kembalinya Khilafah 
yang mengikuti metode kenabian untuk kedua kalinya. Andalah, wahai kaum Muslim, 
yang akan menjadi mercusuar dunia, pengemban obor kebaikan di dalamnya, dan 
paling berhak dan layak untuk memimpinnya. 
Allah berfirman:

﴿وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ﴾

“Allah maha kuasa atas segala urusan-Nya, namun kebanyakan manusia tidak 
mengetahuinya.” (Q.s. Yusuf [12]: 21)


----- Original Message ----- 
From: Alkhori M 
To: [email protected] 
Sent: Saturday, October 18, 2008 7:53 PM
Subject: Re: [is-lam] Dari Flu Burung hingga Krisis Ekonomi, Amerika Jagonya


Warna di Dunia ini bukan hanya BLACK & WHITE tapi banyak. Sistem RGB warna 
dasar adalah 3 warna, sementara dengan prisma bisa diuraikan 7 warna, lain lagi 
kalau di VGA ada 256 warna dan ada pula yang True Colour pokoknya banyaklah 
sistem pewarnaan. Kembali ke soal agama, Secara Islam diakui hanya ada SATU 
TUHAN, tapi secara kelembagaan Islam juga menyebutkan Tuhan juga berkata KAMI 
(nanti akan heboh pula mengapa ada tuhan mengatakan KAMI). Dalam Islam juga ada 
kalimat Allahuma ini juga menandakan Tuhan secara kelembagaan juga lebih dari 
SATU ? (lagi akan banyak pertanyaan muncul disini).

 

Disederhanakan yang SATU adalah hanya TUHAN, tapi selebihnya, MALAIKAT BANYAK, 
NABI BANYAK, RASUL BANYAK nah bertolak dari sini, maka (Ingat yang SATU adalah 
TUHAN selebihnya BANYAK). Jadi kalau begitu mengapa sangat REPOT/ RIBET tentang 
sistem ekonomi yang mana yang lebih baik. Karena yang satu hanyalah TUHAN, maka 
sistem ekonomi adalah juga banyak. Mana yang terbaik, itu tergantung mana yang 
bisa mengikuti perkembangan waktu/ zaman.

 

Apakah sistem syari’ah atau kapitalis bisa dibandingkan, nah ini yang perlu 
dibahas ? apa komentar anda Syarif Hidayat ?  

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke