Lawong pakai fikih biasa saja kesimpulan "bom bali tak bisa dibenarkan" bisa diambil kok, masak harus bergaya seperti menemukan jurus fikih baru, lalu diklaim sebagai sebagai fikih inovative:-)
Lha mas Harry kan senyum-senyum, soalnya beliau punya diktum "Don't reinvent the wheel". BTW, mas Harry, njenengan punya enggak program freeware untuk penjualan konsinyasi di tingkat distributor. Saat ini saya sering dimintai memberi training akuntasi oleh teman-teman penerbit buku Islam. Saya "terpaksa tetapi suka" membajak Quickbooks. Program ini praktis dan mudah diikuti oleh mereka yang tak berlatar belakang akuntansi, sayangnya tidak bisa menangani transaksi di tingkat penerbit. Kalau untuk retailer masih bisa ditangani dengan jurus memutar. Salam hangat B. Samparan --- On Sat, 10/25/08, Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [is-lam] KESIMPULAN > To: [email protected] > Date: Saturday, October 25, 2008, 12:03 PM > 2008/10/25 Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>: > > BOM BALI, yaitu bom yang terjadi hanya di Indonesia, > maka BOM BALI dapat > > dikonsepkan adalah BOM BUNUH DIRI YANG TERJADI HANYA > DI INDONESIA. > > Baru pertama kali ini saya mendengar istilah ini. > > > > FIQIH INNOVATIVE, adalah Fiqih yang disimpulkan pada > saat sekarang, jadi > > FIQIH INNOVATIVE adalh pendapat pendapat ulama tentang > kejadian pada abad > > sekarang, MUTAKHIR. > > Hmpf, saya pribadi tidak terlalu suka dengan pelabelan > seperti ini. > Malah kesannya jadi mendukung bid'ah / mengada-ada. > > Islam sendiri dari sananya sudah melarang (bom) bunuh diri. > Selesai kan? > Tidak perlu membuat-buat macam-macam, seperti fiqh > "innovative" dan > segala macam lagi. > > > > Dan yang terakhir pesan untuk POLRI, kerja kedepan > masih tetap SULIT dan > > penuh dengan KERIKIL TAJAM yang masih terus > menghadang, tapi janganlah hal > > tersebut mematahkan semangat, walau kami yang sedikit > ini yang setuju akan > > FIQIH INNOVATIVE yang mengharamkan BOM BUNUH DIRI, > tapi yakinlah KEDAMAIAN > > TETAP AKAN TERCIPTA DI NKRI. > > Susah kalau kondisi ekstrim terus dipelihara di Indonesia. > > Kadang malah kelompok-kelompok ini malah dipelihara oleh > para oknum aparat. > > Sedangkan yang tidak bersalah malah diciduk dan dituduh > sebagai > teroris. Diculik dan hilang berbulan-bulan. Atau hilang > selamanya. > > Dan media massa juga membesar-besarkan masalahnya di luar > proporsi sebenarnya. > Maklum, sensationalism sells. > > Solusinya bukan semudah dengan membuat-buat hal seperti > fiqh > "innovative". Masalah di Indonesia JAUH lebih > kompleks daripada itu. > Come and visit us sometime, to see it for yourselves. > > > Salam, HS > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
