Ilmu fiqih itu ada sejak kapan ya...? dan kenapa ia bisa timbul...? Alkhory wrote : Tapi sayangnya tingkat membaca belum FINAL ada diantara kita yang jumping hingga membuat KEPUTUSAN
Saya setuju, tetapi bagaiman dengan mereka yang tidak bisa membaca...? Nabi Muhamad tidak bisa membaca,...? apa yang dimaksudkan ayat tsb dari kata Iqra kepada Muhamad SAW...? Iqra yang dimaksudkan kepada Muhamad SAW , apakah membaca text/ ilmu fiqih...? Membaca alam artinya mempelajari dan memahami bukan,... ? ----- Original Message ----- From: Alkhori M To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, November 03, 2008 9:38 PM Subject: [is-lam] Iqra' dan Fiqih Muqarran IQRA' DAN FIQIH MUQARRAN Abstract, Kalau mau jujur umur yang diberikan Allah untuk hidup di dunia sebenar terasa kurang kalau kita terus melakukan Iqra'. Apa saja yang bisa dibaca di dalam al-Qur'an belum tentu bisa penuh dimengerti apa lagi kalau mau membaca keadaan disekeliling kehidupan keseharian kita. Fiqih adalah suatu bidang ilmu tentang perbuatan manusia. Jika tidak ada perbuatan manusia tentu tidak akan ada Fiqihnya. Makin beragam tingkah laku manusia makin beragam pula Fiqih yang diperlukan. Kadang kadang kita mungkin bertanya mengapa dalam hal yang persis sama tapi para Fuqaha berbeda pendapat. Untuk menjawab hal tersebut maka terdapatlah suatu ilmu yang dinamakan dengan Fiqih Muqarran. IQRA': Iqra' tersebut adalah kalimat Arab (kalimat dalam bahasa arab artinya kata, sedangkan jumlah dalam bahasa arab artinya kalimat). Jadi kalau dituliskan kalimat Iqra' artinya sama kata Iqra'. Iqra' itu artinya BACALAH. Apa yang akan dibaca ? Pada wahyu pertama didalam al-Qur'an adalah yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW, ketika beliau berada di gua Hira'. Pada saat itu beliau disuruh membaca, Bacalah, bacalah dengan nama Allah yang telah menciptakan dts dst. Disamping kita disuruh membaca al-Qur'an kita juga diminta untuk membaca tanda tanda alam. Sungguh banyak yang harus dibaca. Ingat kita disuruh MEMBACA belum lagi sampai tingkat membuat KEPUTUSAN. Tapi sayangnya tingkat membaca belum FINAL ada diantara kita yang jumping hingga membuat KEPUTUSAN. Maka akhirnya bermunculan ekses ekses yang sudah kelewatan alias keblinger. Jadi agar terhindar kejadian over dosis, kembali lagi ke wahyu pertama Iqra' dan Iqra' dan Iqra' atau bacalah dan bacalah dan bacalah kalau memang sudah haqul yakin baru tingkatkan sebagai pembuat KEPUTUSAN. FIQIH MUQARRAN: Agar tidak mudah mengatakan orang lain bid'ah dan agar tidak mau dikatakan mau menang sendiri, maka seperti telah dituliskan diatas perbanyak IQRA' dan la tansa dzikrillah. Apa yang sekarang dibaca yaitu FIQIH MUQARRAN. Apa itu itu Fiqih Muqarran? Fiqih Muqarran adalah salah satu ilmu fiqih yang mempelajari mengapa terjadi perbedaan dalam fiqih fiqih misal pada mazhab mazhab tertentu ambil saja misalnya, Syafe'I, Hambali, Hanafi dan Maliki. Padahal rujukan yang digunakan adalah sama yaitu al-Qur'an dan as-Sunnah. Kalau yang dipakai sebagai rujukan adalah al-Qur'an dan as-Sunnah memang tidak aneh bisa terjadi perbedaan, karena dalam al-Qur'an ada beribu-ribu ayat dan juga as-Sunnah ada beribu-ribu riwayat dan sanath. Jadi kalau yang dipakai rujukanya adalah al-Qur'an dan as-Sunnah maka bisa disimpulkan Fiqihnya bisa berbeda. Tapi yang lebih menarik lagi walaupun ayat-ayat yang dipakai sama dan juga al-hadits hadits yang dipakai sama tapi kesimpulan fiqihnya masih juga terjadi berbeda. Itulah yang namanya tampil beda kalau dipakai bahasa gaul. Untuk bisa lebih jelas apa yang kembali ke Iqra' dalam artian bacalah dan belilah dan dapatkan buku Fiqih Muqarran. Disana terdapat apa yang dimaksud dengan uraian diatas. Contoh ringan. Mazhab Syafe'i kalau bersentuh kulit antara laki dan perempuan maka batal wudhuknya, tapi pada Mazhab Hanbali kalau hanya bersentuh kulit laki dan perempuan tidak batal (dalam artian tidak diiringi perasaan birahi). Dan ini merupakan phenomena yang menarik untuk jama'ah haji dari Indonesia. Kalau semasa haji pada beralih ke Mazhab Hambali. Contoh diatas, padahal ayat yang dipakai adalah sama, hadits yang dirujuk juga adalah sama, tapi hasilnya berbeda. Jawabanya adalah Safety Factor yang digunakan antara Syafe'i dan Hambali adalah berbeda. Syafe'i lebih mengarah Perfectionisme, sementara Hambali lebih mengarah kepada Realistic. Kalau ingin dibuktikan IQRA'LAH Fiqih Muqarran. Dengan banyak membaca, terasa memang Islam itu Indah dan Islam itu Damai. Last but absolutely not least Agama Islam itu diturunkan buat kita kita untuk membuat HIDUP lebih Terarah. Bukan hidup menjadi SUSAH. Dengan SENI hidup menjadi INDAH Dengan TEKNOLOGI hidup menjadi MUDAH Dengan AGAMA hidup menjadi TERARAH Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Alkhori M Alkhor Community Qatar ------------------------------------------------------------------------------ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
