itulah sebabnya 

1. Qur'an menyeru utk berlomba dgn kebaikan. siapapun peserta lomba akan 
mendptkan ganjaran yg setimpal. 


2. kenapa surga diciptakan 7 tingkat. muslim yg memahami Islam scr nisbi thd yg 
lain, maka masing2 diantara mereka memasuki dgn kadar kecerdikannya. demikian 
muslim yg ritual, amalan atw pemikiran yg mengarah pd kesyirikan, akan memasuki 
bersesuaian pula.

3. ada diriwayatkan bhw ummat Islam itu pecah hingga 73
golongan. masing2 menduduki tingkatan tersendiri sesuai dgn kedalaman
ilmunya. siapapun diantara mereka yg berbeda pandangan, penafsiran, pemahaman 
ttg bimbingan



disebutkan, a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,

Katakanlah:"Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia 
adalah Tuhan Kami dan Tuhan Kamu;bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu 
dan hanya kepada-Nya mengikhlaskan hati, (al-Baqarah :139)

karena fiqh itu urusan amalan, muslim yg terjaga dr kesyirikan tapi terlibat 
perdebatan panjang dlm memahami Islam seharusnya tetap memegang kaidah ayat 
itu. 



salam,
Fahru

--- On Mon, 11/3/08, Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] Iqra' dan Fiqih Muqarran
To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED]
Date: Monday, November 3, 2008, 8:38 PM




 
 

 

 

 







IQRA' DAN FIQIH MUQARRAN 

   

Abstract, 

Kalau mau jujur umur yang diberikan Allah
untuk hidup di dunia sebenar terasa kurang kalau kita terus melakukan Iqra’.
Apa saja yang bisa dibaca di dalam al-Qur’an belum tentu bisa penuh
dimengerti apa lagi kalau mau membaca keadaan disekeliling kehidupan keseharian
kita. Fiqih adalah suatu bidang ilmu tentang perbuatan manusia. Jika tidak ada
perbuatan manusia tentu tidak akan ada Fiqihnya. Makin beragam tingkah laku
manusia makin beragam pula Fiqih yang diperlukan. Kadang kadang kita mungkin
bertanya mengapa dalam hal yang persis sama tapi para Fuqaha berbeda pendapat.
Untuk menjawab hal tersebut maka terdapatlah suatu ilmu yang dinamakan dengan
Fiqih Muqarran. 

   

IQRA’: 

Iqra’ tersebut adalah kalimat Arab
(kalimat dalam bahasa arab artinya kata, sedangkan jumlah dalam bahasa arab
artinya kalimat). Jadi kalau dituliskan kalimat Iqra’ artinya sama kata
Iqra’. Iqra’ itu artinya BACALAH.
Apa yang akan dibaca ? Pada wahyu pertama didalam al-Qur’an
adalah yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW, ketika beliau berada di gua 
Hira’.
Pada saat itu beliau disuruh membaca, Bacalah, bacalah dengan nama Allah yang
telah menciptakan dts dst. Disamping kita disuruh membaca al-Qur’an kita
juga diminta untuk membaca tanda tanda alam. Sungguh banyak yang harus dibaca.
Ingat kita disuruh MEMBACA belum lagi sampai tingkat membuat KEPUTUSAN. Tapi 
sayangnya
tingkat membaca belum FINAL ada diantara kita yang jumping hingga membuat
KEPUTUSAN. Maka akhirnya bermunculan ekses ekses yang sudah kelewatan alias
keblinger. Jadi agar terhindar kejadian over dosis, kembali lagi ke wahyu
pertama Iqra’ dan Iqra’ dan Iqra’ atau bacalah dan bacalah
dan bacalah kalau memang sudah haqul yakin baru tingkatkan sebagai pembuat
KEPUTUSAN. 

   

FIQIH MUQARRAN: 

Agar tidak mudah mengatakan orang lain bid’ah
dan agar tidak mau dikatakan mau menang sendiri, maka seperti telah dituliskan
diatas perbanyak IQRA’ dan la tansa dzikrillah. Apa yang sekarang dibaca
yaitu FIQIH MUQARRAN. Apa itu itu Fiqih Muqarran? 

   

Fiqih Muqarran adalah salah satu ilmu fiqih
yang mempelajari mengapa terjadi perbedaan dalam fiqih fiqih misal pada mazhab
mazhab tertentu ambil saja misalnya, Syafe’I, Hambali, Hanafi dan Maliki.
Padahal rujukan yang digunakan adalah sama yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah.
Kalau yang dipakai sebagai rujukan adalah al-Qur’an dan as-Sunnah memang
tidak aneh bisa terjadi perbedaan, karena dalam al-Qur’an ada beribu-ribu
ayat dan juga as-Sunnah ada beribu-ribu riwayat dan sanath. Jadi kalau yang
dipakai rujukanya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah maka bisa disimpulkan
Fiqihnya bisa berbeda. Tapi yang lebih menarik lagi walaupun ayat-ayat yang
dipakai sama dan juga al-hadits hadits yang dipakai sama tapi kesimpulan
fiqihnya masih juga terjadi berbeda. Itulah yang namanya tampil beda kalau
dipakai bahasa gaul. Untuk bisa lebih jelas apa yang kembali ke Iqra’
dalam artian bacalah dan belilah dan dapatkan buku Fiqih Muqarran. Disana
terdapat apa yang dimaksud dengan uraian diatas. 

   

Contoh ringan. 

Mazhab Syafe’i kalau bersentuh kulit
antara laki dan perempuan maka batal wudhuknya, tapi pada Mazhab Hanbali kalau
hanya bersentuh kulit laki dan perempuan tidak batal (dalam artian tidak 
diiringi
perasaan birahi). Dan ini merupakan phenomena yang menarik untuk jama’ah
haji dari Indonesia .
Kalau semasa haji pada beralih ke Mazhab Hambali. 

   

Contoh diatas, padahal ayat yang dipakai adalah
sama, hadits yang dirujuk juga adalah sama, tapi hasilnya berbeda. Jawabanya
adalah Safety Factor yang digunakan antara Syafe’i dan Hambali adalah
berbeda. Syafe’i lebih mengarah Perfectionisme, sementara Hambali lebih
mengarah kepada Realistic. Kalau ingin dibuktikan IQRA’LAH Fiqih
Muqarran. Dengan banyak membaca, terasa memang Islam itu Indah dan Islam itu
Damai. Last but absolutely not least Agama Islam itu diturunkan buat kita kita
untuk membuat HIDUP lebih Terarah. Bukan hidup menjadi SUSAH . 

   

Dengan SENI hidup menjadi
INDAH 

Dengan TEKNOLOGI hidup
menjadi MUDAH 

Dengan AGAMA hidup menjadi
TERARAH 

   

Salam kompak selalu dari
 Doha , State of Qatar. 

   

Alkhori M 

Alkhor Community 

Qatar 

   



 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke