di mana publikasi putusan2 mengenai amrozi cs ? apa masih bersifat RAHASIA ? toh sudah dipegang juga oleh Pengacara2 mereka,
atau mungkinkah dibuat seperti buku tentang kasus akbar tanjung dulu ref : http://www.nla.gov.au/asian/pub/ial/042004.html Akuntabilitas putusan Akbar Tanjung oleh Mahkamah Agung : keterbukaan keterukuran sanksi / penyunting, S.F. Marbun. Yogyakarta : UII Press, 2004. tia sinung On 9 Nov 2008 at 20:31, AFR wrote: Date sent: Sun, 9 Nov 2008 20:31:54 -0800 (PST) From: AFR <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] MUI: Amrozi Cs Bukan Mati Syahid --> fakta yg diabaikan Send reply to: [email protected] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Dampak Eksekusi Amrozi Cs > > Fauzan Al-Anshari > Direktur Lembaga Kajian Strategis Islam (LKSI) > > > Sejak 27 Oktober lalu Amrozi dan kawan-kawan telah > memasuki masa isolasi di Lapas Batu Nusakambangan. > Namun, eksekusi belum terjadi. > > Aparat telah melakukan operasi siaga penuh di > sejumlah tempat. Konon untuk mengantisipasi dampak > yang mungkin muncul pascaeksekusi mengingat usai > eksekusi Tibo dkk tahun lalu sejumlah kantor > pemerintah di NTT menjadi korban anarkisme para > pendukung Tibo dkk. Apakah hal itu akan juga > dilakukan oleh para pendukung Amrozi dkk? Sebelum > menjawab pertanyaan itu kita perlu memerhatikan > beberapa hal. > > Saya membesuk Amrozi dkk pada 17 Oktober lalu dan > menanyakan peran mereka terhadap kasus bom Bali I > yang terjadi pada 12 Oktober 2002 dan menewaskan > 202 orang itu. Amrozi menjelaskan bahwa peran > utamanya adalah membeli bahan bom berupa karbit > sebanyak satu ton. Dia membeli dari toko Tidar di > Surabaya. > > Adapun peran Muklas tak jauh dari seorang ustadz > yang memberi semangat untuk melakukan aksi > pengeboman tersebut. Imam Samudera melakukan > survei dan konsep penyerangan yang ia lakukan tiga > bulan sebelum bom diledakkan. Secara khusus Imam > membuat website bertitel istimata.com yang isinya > mengklaim bertanggung jawab atas peledakan bom > tersebut. > > Beberapa kali saya bertemu Jenderal (purn) > Ryamizard Ryacudu, mantan KSAD era Megawati. Dalam > pertemuan itu beliau menjelaskan ketidakmampuan > TNI untuk membuat bom sedahsyat itu. Almarhum ZA > Maulani, mantan kepala BAKIN era Habibie, juga > sering bertemu saya untuk menjelaskan bahwa bahan > bon Bali itu bukan karbit, TNT, atau C4, melainkan > mikronuklir. Saya pun diajak rapat membahas hal itu > dengan sejumlah petinggi MUI di Istiqlal. Namun, > karena adanya tekanan dari pihak tertentu, maka > hasil investagasi MUI urung dipublikasikan dan > batal menjadi saksi adecharge (meringankan) di > sidang pengadilan Amrozi dkk di Bali. > > Sayang sekali, sampai sekarang umat Islam tidak > mengetahui second opinion siapa sesungguhnya > pelaku utama bom tersebut. Joe Vialls, > investigator bom independen Australia yang wafat > 2005 lalu, mengatakan dalam situsnya > www.thetruthseeker.co.uk/columnist.sp?ID=3 dalam > tiga artikel berjudul: Bali Micro Nuke Buried By > WesternMedia, Bali Micro Nuke-Lack of Radiation > Confuses ''Expert'', dan Micro Nuke Used in Bali > ''Terrorist'' Lookalike Attack, menegaskan bahwa > adanya cendawan panas, kawah, cahaya, dan listrik > mati sebelum ledakan bom adalah bukti tak > terbantahkan hadirnya mikronuklir dalam bom > tersebut. > > Bahkan, saksi lain, Kapten Rodney Cox, yang juga > menyaksikan bom itu meledak dan membuat tulisan > yang dimuat di situs Army Australia, tetapi > mendadak dihapus karena laporannya bisa membuat > masalah bagi Australia di masa datang. Hukuman zalim > Ketika saya bertanya kepada Muklas tentang peran > Ali Imron, adiknya, ia menjelaskan bahwa memang > adiknya itu ahli merakit bom dan perannya dalam > bom Bali jauh lebih besar darinya. Namun, ketika > saya agak bertanya mengapa Ale hanya dihukum seumur > hidup, mestinya Muklas, Amrozi, dan Imam Samudera > tidak sampai dihukum mati. > > Bandingkan dengan peledakan yang dilakukan oleh > Syekh Omar Abdurrahman di Oklahoma sekitar tahun > 1995 hanya dihukum seumur hidup oleh otoritas > Amerika. Sampai detik ini pun belum ada tersangka > teroris di dunia yang dihukum mati melalui > pengadilan. Jadi bila eksekusi ini terjadi, maka > inilah kali pertama terpidana terorisme dihukum > mati. Mengapa Ale cuma dihukum seumur hidup? Apakah > karena dia dianggap kooperatif dengan Komjen > Gories Mere sehingga diajak 'dugem' di kafe > Sturbuck? Atau karena telah memberi info penting > tentang anggota JI sehingga diundang buka bersama > di rumah Komandan Densus 88 Brigjen Surya Dharma? > > Untuk ilustrasi, apakah bisa dibenarkan jika Usamah > bin Ladin yang dituduh menyerang WTC akan diampuni > oleh AS lantaran mau 'menyanyi' tentang > organisasinya sehingga banyak anggotanya berhasil > ditangkap? Apakah pantas elite FBI atau CIA > 'dugem' dengan Usamah? Lalu, sebagai jasanya ia > dimaafkan dari segala tuduhan dan diberi fasilitas > istimewa? Tinjauan syariat Jika Amrozi dkk tetap > dieksekusi, maka dalam tinjauan syariat bisa > berdampak serius bagi para pelakunya karena > eksekusi itu akan menjadi sebuah pembunuhan > terhadap ketiganya. Dasar eksekusi itu tidak adil > alias zalim, sedangkan membunuh seorang Mukmin > dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka. ''Dan > janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah > (memunuhnya) melainkan dengan suatu (alasan) yang > benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka > sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada > ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu > melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia > adalah orang yang mendapat pertolongan'' (QS Al > Isra: 33).''Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin > dengan sengaja, maka balasannya ialah jahanam, > kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan > mengutuknya serta menyediakan azab yang besar > baginya.'' (QS. An-Nisa: 93). Keputusan yang zalim > pasti menimbulkan perlawanan. Soal besar kecilnya > perlawanan itu tergantung pada kemampuan. Kalimat > ini bukan ancaman, tetapi hukum alam (sunnatullah). > Maka, ketika Amrozi cs mengemukakan ayat-ayat > Qishosh (QS 2:178) lalu ditanggapi dengan siaga > I, padahal ayat-ayat itu ada sejak 15 abad silam > dan tidak ada hubungannya dengan rencana eksekusi > mereka. Jadi kita harus waspada terhadap agen-agen > AS yang memanfaatkan 'ancaman' Amrozi itu untuk > melanggengkan proyek perang melawan teroris. > > Walau sponsor utamanya (AS) sedang dilanda krisis > ekonomi, mungkin usai pemilu isu itu dikembangkan > lagi. Sekarang banyak SMS terror bom menyebar. > Mudah saja untuk membekuk pelakunya karena aparat > punya GI2, alat pendeteksi penelepon, yang lebih > hebat dari GPS. Bahkan, alat penyadap pun sudah > dimiliki KPK, pinjam saja untuk mengejar pengirim > SMS tersebut. Siapa tahu pelakunya oknum aparat > sendiri untuk melakukan operasi terror antiteror. > > > Tidak semua bom terkait terorisme, seperti tiga bom > yang meledak di Maluku beberapa waktu lalu > karena kisruh pilkada. Tetapi, hati-hati bagi > mereka yang kebetulan berjenggot dan berjidat > hitam, jangan sembarangan menyimpan karbit di > rumah, khawatir dituduh menyimpan bahan peledak, > padahal karbitnya untuk memanasi buah mentah agar > cepat matang.Kita semua berharap tidak ada lagi > isu terorisme usai terbunuhnya Dr Azahari. Ternyata > harapan itu sirna, bahkan buronnya, Noordin M Top, > selalu menjadi alasan aparat untuk memberikan > peringatan bahwa ancaman terorisme masih akan ada. > > Sementara itu, kepemimpinan Tim Antiteror Mabes > Polri, baik itu Satgas Bom atau Densus 88, masih > dikendalikan oleh Komjen Goris Mere yang kini > merangkap menjadi Kalakhar BNN. Mestinya ada tour > of duty di level kepemimpinan Densus 88 tersebut > agar kinerjanya bisa ditingkatkan. Jangan sampai > terlalu lama menjabat di tempat 'basah dolar' > tersebut karena akan mendorong terjadinya korupsi. > > +++> __ http://selaksapelangi.multiply.com/journal/item/191/_Suami_Istri_Bisnis_Perawan "mereka sudah jual perawan empat ABG, dengan harga Rp 500 ribu" Kapolsek Citeureup, AKP Fathoni Riza __ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
