Assalamu'alaikum wr wb,
Ini mungkin OOT dgn Milis Islam, tapi saya yakin semua
anggota milis Islam pakai air dan butuh air.
Jadi semoga bermanfaat.
Wassalam

Saya biasanya pakai pompa air Sanyo biasa dengan
kedalaman pipa sampai 9 meter. Beberapa tahun lalu di
musim kemarau selalu kering dan tidak keluar airnya.
Jika sudah begitu terpaksa minta air ke tetangga.

Karena keseringan kering dan terlalu sering minta air
ke tetangga, akhirnya malu juga dan terpaksa pasang
air PAM. Pertama-tama sih tarifnya biasa-biasa saja,
jadi tidak terlalu masalah.

Meski begitu, kualitas air PAM dibanding air tanah
jauh beda. Kalau air tanah begitu jernih dan segar
karena murni dari tanah, air PAM itu bau kaporit
seperti di kolam renang dan sering keruh airnya.
Jangankan untuk minum. Untuk mandi saja terasa
bedanya. Air tanah jauh lebih segar dan nyaman. 

Kalau untuk minum maaf, saya tidak bisa meminumnya.
Apalagi saya pernah membaca berita ada mayat
mengambang di Kali Malang, padahal air kali itu satu
sumber dari air PAM. Meski mungkin sudah bersih karena
telah diproses, tetap saja saya tidak tega kalau
teringat hal itu. Sehingga kami terpaksa beli air Aqua
yang harga per gallonnya sekarang sekitar Rp 12 ribu
(sekalian antar). Jika satu gallon hanya bertahan 3
hari, dalam sebulan kami harus beli 10 gallon atau
habis sekitar Rp 120 ribu. Itu pun kadang Aqua
sekarang sulit didapat di toko-toko terutama ketika
lebaran kemarin.

Ketika air tanah kering, saya tidak mau pakai jetpump
dengan pertimbangan biayanya ketika itu sekitar Rp 3
juta cukup mahal. Akhirnya beli pompa semi jetpump
yang kedalamannya sampai 11 meter. Ketika di musim
kemarau kering lagi, oleh tukang pompanya diturunkan
sekitar 2 meter hingga kembali bisa keluar air.

Malang ketika musim hujan akhirnya pompanya terendam
air dan rusak. Dibetulin tidak bisa juga, akhirnya
beli pompa semi jetpump lagi seharga 483 ribu berikut
pipa-pipanya. Total mungkin habis Rp 1,5 juta untuk
pergantian dari pompa biasa ke semi jetpump.

Ternyata itu pun air yang mengalir sangat kecil. 3
hari kemudian tidak keluar air lagi hingga terpaksa
pakai air PAM.

Biaya PAM pertama-tama masih murah. Cuma sekitar Rp
150 ribu per bulan. Bulan berikutnya naik jadi sekitar
250 ribu per bulan. Kemudian Rp 295 ribu per bulan.
Dan terakhir Rp 354 ribu per bulan. Padahal saya
berusaha keras menjaga agar jika bak sudah penuh, air
tidak keluar terus. 

Mahal sekali. PAM yang diprivatisasi jadi milik Swasta
Thames PAM Jaya, kemudian diambil alih oleh AETRA
memang mengutamakan bisnis. Untuk pemakaian 51 m3 air
kena sekitar Rp 354 ribu atau sekitar Rp 7.000/m3.
Termasuk termahal di Asia. Padahal kita butuh air itu
untuk mandi, mencuci piring dan pakaian.

Akhirnya saya berpikir, jika sebulan bayar Rp 354
ribu, maka setahun bisa habis Rp 4,2 juta lebih. Kalau
20 tahun, bisa habis Rp 84 juta. Bisa beli mobil atau
rumah kecil!

Padahal pasang pompa jetpump biayanya jauh lebih
murah. Di Pasar Kenari biaya totalnya hanya Rp 3,8
juta dengan pompa Shimizu (tanpa penampung air). Di
satu situs internet, saya lihat biaya pengeboran Rp
200 ribu per meter. Jadi kalau 20 meter habis Rp 4
juta hanya untuk pemboran. Belum biaya pipa dan
jetpumpnya.

Sementara ketika tanya-tanya ipar di Kebon Nanas, ada
tukang pompa yang terkenal di daerah itu. Bang Sabur
namanya. Dia pernah memasang pompa di masjid At Taubah
dan majels Ta’lim Al Washiyyah. Padahal di masjid
itu kan keran air untuk wudlu bisa sampai lebih dari
20 keran.

Akhirnya setelah tanya harga, total biayanya hanya Rp
3,5 juta dengan pompa Panasonic 125 watt (tanpa
penampung air) dengan perjanjian digali hingga 24
meter dengan kedalaman pipa hingga 17 meter.

Ketika sampai 21 meter, setelah menembus beberapa
lapisan tanah, pasir, dan batu akhirnya sampai lapisan
yang berisi tanah hitam. Bang Sabur bertanya ke saya
ini tanahnya sudah hitam. Kalau diperdalam lagi cuma 3
meter (jadi 24 meter), khawatirnya lapisannya masih
tanah hitam sehingga airnya justru kuning dan bau dan
tidak bisa dipakai untuk mencuci. Mau terus jadi 24
meter atau berhenti cukup di sini? Kata bang Sabur.

”Kalau berhenti sekarang airnya bagus ya?” Tanya
saya.

”Iya.” Katanya.

Memang kalau digali terus hingga 32 meter mungkin
lapisannya bisa jadi tanah merah. Tapi kalau cuma 3
meter, takutnya lapisannya belum berubah. Akhirnya
saya bilang stop saja.

Ketika pengeboran sudah selesai dan pipa-pipa
dimasukkan ke dalam lubang, setelah 2,5 pipa bang
Sabur meminta saya untuk menaik-turunkan pipa. Terasa
ada air pada kedalaman 10 meter. Jadi jika pipa
ditanam hingga 17 meter, minimal 3 tahun ke depan
tidak akan kering. ”Jika kering, panggil saya
gratis,” kata bang Sabur. Perjanjiannya kalau dalam
setahun kering, panggil lagi gratis.

Pengeboran dimulai hari Kamis dan berakhir Minggu
sore. Minggu Malam sudah selesai. Ini agak lama karena
memang manual. Tidak pakai mesin. Kalau pakai mesin di
perumahan akan kotor karena air lumpur langsung
dibuang keluar, kata bang Sabur.

”Di tempat lain bahkan jetpumpnya sudah 7 tahun
tidak rusak dan tidak kering.” Kata bang Sabur.

Begitu selesai, 3 jam pertama harus dikuras, kata bang
Sabur sebab air masih kotor bercampur tanah. Tapi hari
Senin meski agak keruh kualitasnya sudah di atas air
PAM. Hari Kamis sudah lumayan jernih.

Cuma memang meski dayanya 125 watt, ketika saya cek
kecepatan putar meteran listrik, kecepatannya sama
dengan kecepatan AC 1 PK yang dayanya sekitar 860
watt.. Oleh karena itu harus dipasang penampung air
minimal 500 liter sehingga jetpump tidak harus selalu
menyala dan otomatisnya bisa jalan. Jika tidak, maka
meski menetes sedikit, jetpump akan mati-nyala
mati-nyala. 

Untuk pemasangan penampung biayanya paling tidak Rp
700 ribu untuk penampung merk ”Penguin” yang jika
penuh otomatis akan mematikan jetpump. Ketika saya cek
di Material, harganya Rp 715 ribu. Total biaya
pemasangan penampung air antara Rp 1 juta-1,5 juta
tergantung pakai menara atau sekedar coran.

Bagaimana jika rumah dekat sungai/septic tank/got?
”Tidak masalah,” kata bang Sabur. Karena
disekeliling pipa akan dicor sehingga air kotor tidak
masuk. Air yang terpompa betul-betul murni air tanah.
”Saya pernah pasang pompa dengan jarak hanya 20
meter dari sungai dan bersih,” katanya.

Begitulah pengalaman saya memasang Jetpump.
Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca lainnya.
Lebih baik kita keluar uang agak banyak di awal
misalnya Rp 3,5 juta, ketimbang harus bayar PAM Rp 350
ribu per bulan yang tarifnya biasanya setiap 1-2 tahun
selalu dinaikkan.

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0601/16/metro/2362255.htm
Pencemaran Kali Malang Tidak Tertangani

Jakarta, Kompas - Pencemaran air di Kanal Tarum Barat
atau Kali Malang yang dipergunakan sebagai sumber air
baku untuk air minum di DKI Jakarta selama ini tidak
tertangani.

Pencemaran air ini semakin membebani pengolahannya
menjadi air minum oleh dua mitra Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM) DKI, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja)
dan PT Thames PAM Jaya (TPJ).

”Pencemaran makin meningkat dari limbah domestik
yang mengalir dari berbagai permukiman di Bekasi.
Selama ini pencemaran Kali Malang tidak tertangani,”
kata Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta
I Djendam Gurusinga kepada Kompas, Jumat (13/1). 
Baik Palyja maupun TPJ, lanjutnya, sering mengeluhkan
tingkat pencemaran air baku tersebut. Namun, Djendam
menuturkan, kewenangan untuk menanggulangi pencemaran
air tidak hanya terletak pada instansi Jasa Tirta.

Saat ini Palyja mengambil air baku dari Kali Malang
sebanyak 4,5 meter kubik per detik, lalu dialirkan ke
instalasi pengolahan air di Pejompongan.

Selain dari Kali Malang, Palyja juga mengambil air
dari Sungai Cisadane, Sungai Krukut, dan Sungai
Pesanggarahan, mencapai 3 meter kubik per detik.

Tarif Naik, Air PDAM Kok Masih Keruh
6 Nov 2008 ... Dana Satria mengakui air baku buat PDAM
Bekasi berasal dari Sungai Bekasi dan Sungai Tarum
Barat atau Kali Malang. Kondisi air di sungai itu ...
www.sinarharapan.co.id/berita/0811/06/jab07.html

http://www.tempointeraktif.com/hg/topik/masalah/1913/

Topik : Mayat mengambang di sungai

Rabu, 29/10/2008 | 17:35 WIB
Identitas Mayat di Kalideres Belum Diketahui
Mayat itu lalu dilarikan ke Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo untuk diotopsi. Iza menyatakan belum ada
dugaan modus dan motif pembunuhan juga pelakunya.

Selasa, 02/09/2008 | 12:24 WIB
Mayat Kali Pesanggrahan Belum Teridentifikasi
Mayat perempuan yang ditemukan mengambang dalam
kantong sampah di Kali Pesanggrahan, Jakarta Barat,
kemarin, belum teridentifikasi.

Minggu, 20/04/2008 | 18:19 WIB
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan
Tersangkut di pintu air Kali Malang, diperkirakan
sudah dua pekan tewas dan terendam. Identitas korban
belum diketahui.

Untuk berita mayat mengambang di sungai lainnya
silahkan baca di:
http://infoindonesia.wordpress.com

===
Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke