He,,,he,,,,he,... Rencana polygami belum ada, tapi kalo sekedar pengen sih, yah pengen,... :) Tapi saya sudah dapat sedikit gambaran tentang hal ini. Polygami salah satu prinsipnya menghindari jinah para suami yang sudah menikah. sedangkan menikah adalah menghidari jinah pria yang belum menikah. Mari kita lakukan survey singkat para pelaku jinah yang tidak melakukan polygami Dari pengalaman saya melihat teman-teman dan lingkungan sekitar saya.
Dari survey singkat saya, suami yang melakukan perjinahan adalah oleh sebab-sebab berikut : 1. Jauh dari istri, Kasusnya terjadi akibat tugas atau bekerja jarak jauh dan jarang bertemu istri 2. Tidak tahan godaan selingkuh, Ini terjadi karna pengaruh pergaulan kantor atau pergaulan bebas yang berlebihan 3. Istri tidak/kurang bisa menyenangkan suami. Hal ini juga menjadi alasan untuk berjinah. 4. Suami memang berwatak maksiat. Yang ini karna watak dan sifat yang memang ahli maksiat, berpolygami tidak menolong mereka untuk tidak berjinah, mereka selalu kurang,...kurang... dan kurang. 5. Tidak punya keturunan Hal ini jarang terjadi tetapi memang ada yang begitu. Mereka kecewa dan putus asa hingga mencari-cari pembenaran untuk berjinah. 6. Kelebihan harta. Yang golongan ini berjinah karna iseng-iseng saja. 7. Khilaf Yang ini sudah jelas alasannya. Dari 7 alasan pelaku diatas,... apa solusi yang bisa diberikan sang istri sebagai pencegah jinah? Jinah juga dilakukan oleh pria dan wanita yang belum menikah, dengan alasan berikut : 1. Terlambat menikah karna tak mampu secara finansial. Karna terlambat menikah, akibatnya kebutuhan biologis disalurkan dengan cara yang tidak halal, baik dengan wanita calon pasangan mereka sendiri ataupun dengan wanita pejinah. Zaman sekarang untuk menikah adalah seperti memberi barang mewah,... mahal, susah dan sulit... Astaghfirullahi,.. tapi ini benar-benar terjadi. Apalagi dibebarapa daerah seperti Sulawesi dan Banjar dan tempat lain,,, yang pada prosesi pernikahan disana selalu dilakkukan dengan pesta adat yang memakan biaya yang mahal sehingga menyulitkan pria yang hanya modal pas-pasan untuk menikahi wanita karna persyaratn yang banyak dan mahal 2. Pergaulan bebas Mereka berjinah karna sengaja dan sadar! Hampir 75% pemuda-pemudi sekarang melakukan jinah sebelum menikah. 3. Khilaf Ini terjadi secara spontan. Dilakukan oleh calon pasangan suami istri sebelum menikah dengan alasan ingin membuktikan cinta masing-masing 4. Non Muslim Sudah jelas,, beberapa agama selain Islam tidak melarang jinah atau tidak menyuruh pemeluknya menjauhi jinah. 5. Kecelakaan Terjadi tidak sengaja atau karna paksaan. Persentasi nya sangat kecil Rosul bersabda sebagian penghuni neraka adalah kaum wanita.... sekarang kita melihat buktinya. menurut analisa singkat saya awalnya polygami diasingkan dengan istilah emansipasi wanita dimana wanita berhak mengeluarkan suara dan melakukan penolakan-penolakan terhadap segala yang mereka tidak sukai, kemudian pernikahan dipersulit, DOR! perjinahan dimana-mana. Angka-angka yang saya sebutkan mungkin tidak akurat. Tapi kurang lebihnya begitu. Sebagai gambaran saya adalah pria berusia 29 tahun yang sudah menikah. Jadi masa muda saya berkembang dijaman transisi dan modernisasi teknology dan komunikasi 1990-2010, Saya juga menjadi saksi bagaimana tren budaya asing sekarang sedang menghancurkan generasi penerus kita. Saya pernah mewawancara tentang polygami kepada seorang muslimah yang terdidik di perguruan tinggi. Hasilnya ia menolak terang-terang polygami dengan berbagai alasan ilmiah. Saya juga pernah mewawancara wanita ahli jinah. yang justru tidak terdidik dengan baik. Hasilnya adalah ia lebih baik memilih dipolygami daripada menjadi penjinah. Jika ada yang salah mohon dokoreksi. Silahkan... SH ----- Original Message ----- From: hamami To: [email protected] Sent: Friday, November 28, 2008 10:31 AM Subject: Re: [is-lam] Bertanya Tetang Polygami? Waalaikum salam…. Ha…ha…ha……… Mas Syarif ada rencana, nih………..? Wah….. kalau saja para istri tahu suaminya sedang menyiapkan strategi pelumpuhan pertahanan para istri, ini pasti seru deh. Kalaupun tidak terjadi perang terbuka, boleh jadi perang dingin akan terjadi. Hati2 deh….untuk hal yang satu ini, meskipun tidak dilarang tapi juga hal itu tidak dianjurkan (mohon koreksi bila keliru).. Resikonya cukup besar, dan itu memang suaaaangat…………berat untuk seorang istri. Kalau saja kita mau “berempati”,……..bayangkan kalau kita pada posisi dia (istri maksud saya)……….. Menurut saya, orang yang paling dekat dengan kita dan harus kita perhatikan juga perasaannya adalah istri. Janganlah kita berusaha mencari dalil2 atau alasan2 untuk membenarkan apa yang kita lakukan, yang pada hakekatnya itu lebih kearah kepentingan pribadi. Dalil mencontoh rosulullah,…? nggak, deh……. Kalaupun ada efek kepentingan pihak luar, menurut saya (lagi2 menurut saya) itu tidak lebih besar dari kepentingan pribadi. Dan kalu kita mau kepentingan pihak luar itu bisa kita siasati. Jadi ber-hati2 lah. Boleh jadi dihadapan kita istri kita tersenyum manis, tapi disisi lain hatinya menjerit. Namun apa daya, apa yang bisa mereka lakukan selain menangis meskipun hanya didalam hati. Dan kalau mereka tidak tahan dengan itu semua mungkin dia akan nekat mengambil keputusan yang paling tidak kita sukai dan Allah-pun membencinya “minta diceraikan”. Kalau itu terjadi @^%$#%$(*&_)(? Bagaimana dengan anak2 kita? Dsb…dsb…dsb….. Wassalam Hamami ----- Original Message ----- From: A.Dharmawan To: [email protected] Sent: Friday, November 28, 2008 7:09 PM Subject: Re: [is-lam] Bertanya Tetang Polygami? -c Saya pikir yang pertama kali harus di sosialisasikan adalah kepada para Laki-Laki…..bahwasanya Poligamy itu adalah jalan Terakhir yang amat sangat berat Kosekuensinya. Bahwasanya “Adil” yang di syaratkan itu tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, apalagi jika referensinya adalah materi. Tidak Haram berpoligami , tapai jelas..bahwa Pasaca Rasul…Poligamy adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Para Perempuan pada pada saat ini terlihat “resistant” terhadap Poligami, karena (menurut saya) merasa bahwa suara mereka untuk “keberatan” di madu sepertinya di abaikan oleh para lelaki ( dengan kata lain…Haram hukumnya menolak suami kawin lagi) Yang mungkin perlu didiskusikan disini menurut saya adalah…Kompromi apa saja yang perlu disepakati oleh Pasutri..jika akhirnya Poligami harus di lakukan. Kesepakatan kedua belah pihak adalah salah satu penciptaan prilaku adil bagi keduanya. Seorang laki-laki Bujang saja yang sudah ingin Kawin..tapi jika tidak/belum punya kemampuan di Anjurkan untuk Berpuasa, apalah lagi jika seorang yang sudah “ngebet” ingin punya istri lagi ??? Wallahu’alam Agung ------------------------------------------------------------------------------ From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Syarif Hidayat Sent: Thursday, November 27, 2008 3:56 PM To: [email protected] Subject: [is-lam] Bertanya Tetang Polygami? ASALAMMUALAIKUM,.. Saudara milist semua,, ada seorang teman bertanya kepada saya tentang bagaimana cara menasehati kaum perempuan agar mereka terbuka fikirannya dan menegrti tentang hakekat polygami. Hal ini sangat sensitif, karna sebagaian besar kaum wanita menolak polygami dengan membabi-buta dan tidak rasional. Kebetulan saya bukan ahli dalam hal urusan yang ini. Mohon nasehatnya. SH No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 7.5.549 / Virus Database: 270.9.9/1804 - Release Date: 11/21/2008 6:24 PM No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.549 / Virus Database: 270.9.9/1804 - Release Date: 11/21/2008 6:24 PM ------------------------------------------------------------------------------ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
